Waspada Tumor Otak, Ketahui Cara Penanganan yang Efektif

Mayapada Hospital, CNN Indonesia | Kamis, 10/06/2021 09:00 WIB
Dokter spesialis bedah saraf RS Mayapada Hospital Jakarta Selatan Zainy Hamzah memaparkan tanda, gejala, hingga pilihan penanganan tumor otak yang efektif. Dokter spesialis bedah saraf RS Mayapada Hospital Jakarta Selatan Zainy Hamzah memaparkan tanda, gejala, hingga pilihan penanganan tumor otak yang efektif. (Foto: iStockphoto/Firstsignal)
Jakarta, CNN Indonesia --

Istilah tumor otak tak disangkal telah menjadi momok bagi masyarakat. Sedikit orang mengetahui bahwa tidak semua tumor otak bersifat kanker atau ganas, ada juga yang bersifat nonkanker atau jinak.

Dokter spesialis bedah saraf RS Mayapada Hospital Jakarta Selatan Zainy Hamzah menjelaskan, tumor otak adalah massa atau pertumbuhan sel abnormal pada otak. Tumor yang berasal dari otak sendiri disebut tumor otak primer, sedangkan yang bermula dari bagian tubuh lain kemudian menyebar ke otak disebut sebagai tumor otak sekunder atau metastasis.

Pertumbuhan dan lokasi tumor menjadi penyebab gangguan pada fungsi sistem saraf. Sementara, pertumbuhan tumor otak bervariasi pada setiap pasien. Menurut dr. Zainy, kebanyakan tumor otak primer tak dapat dipastikan penyebabnya, meski beberapa faktor telah diidentifikasi dapat meningkatkan risiko tumor otak, seperti paparan radiasi dan riwayat keluarga.


"Sebagian kecil tumor otak terjadi pada orang dengan riwayat keluarga tumor otak atau riwayat keluarga dengan sindrom genetik yang meningkatkan risiko tumor otak," kata dr. Zainy.

Dr. Zainy memaparkan, tanda dan gejala tumor otak juga bervariasi, bergantung pada perbedaan ukuran, lokasi, dan kecepatan pertumbuhan tumor otak. Secara umum, ada sejumlah tanda dan gejala tumor otak, antara lain onset baru atau perubahan pola sakit kepala; sakit kepala yang berangsur-angsur menjadi lebih sering frekuensinya dan lebih parah; mual atau muntah tanpa penyebab jelas.

Berikutnya adalah masalah penglihatan, termasuk penglihatan kabur, ganda, atau kehilangan penglihatan; pingsan; kehilangan kendali gerakan secara bertahap pada lengan atau kaki; kelemahan atau mati rasa pada lengan kaki; kesulitan dengan keseimbangan; serta tiba-tiba mengalami kesulitan berbicara atau memahami.

Empat tanda atau gejala lainnya termasuk masalah memori atau kesulitan untuk berfikir jernih; perubahan kepribadian atau perilaku; kejang, khususnya pada seseorang yang tak memiliki riwayat kejang; dan masalah pendengaran.

Pengobatan Tumor Otak

dr. Zainy mengungkapkan, pengobatan tumor otak bergantung dari jenis, ukuran, dan lokasi tumor. Untuk itu, dokter akan terlebih dahulu melakukan pemeriksaan yang komprehensif.

"Mulai dari pemeriksaan fisik termasuk pemeriksaan neurologis, pemeriksaan pencitraan menggunakan MRI dan atau CT Scan, ada tidaknya kanker di bagian tubuh yang lain, serta melakukan biopsi, yaitu mengambil dan menguji sampel jaringan abnormal," ujar dr. Zainy.

Dia menambahkan, biopsi juga dapat dilakukan sebagai bagian operasi pengangkatan tumor otak, atau dengan menggunakan jarum. Setelah jenis, ukuran, dan lokasi tumor diketahui, langkah selanjutnya adalah menyesuaikan penanganan dengan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan, juga preferensi pasien.

Beberapa pilihan cara menangani tumor, antara lain lewat pembedahan atau operasi, Bedah Otak Minimal Invasif (Minimally Invasive Scarless Brain Surgery) - Awake Brain Surgery, terapi radiasi, radiosurgery, kemoterapi, targeted drug therapy, serta rehabilitasi pasca perawatan atau operasi.

Hingga saat ini, pengobatan tumor otak ganas yang paling umum adalah operasi. Dalam operasi ini, dilakukan upaya menghilangkan kanker sebanyak-banyaknya tanpa menyebabkan kerusakan pada bagian yang sehat.

"Penanganan dini tumor otak dapat mencegah komplikasi yang dapat terjadi saat tumor tumbuh, dan memberi tekanan pada tengkorak dan jaringan otak yang sehat," ujar dr. Zainy.

Mayapada Hospital memastikan teknik bedah minimal invasif untuk kasus tumor atau kanker otak yang dapat dioperasi akan dilakukan oleh dokter bedah saraf terbaik. Penggunaan peralatan navigasi dan pemetaan bedah yang canggih akan memberi visualisasi letak tumor dan jalur pembedahan menuju lokasi dengan tepat.

Tindakan bedah minimal ini juga dapat mengurangi periode rawat inap, dengan waktu pemulihan lebih singkat dan tingkat kematian yang diharapkan lebih rendah.

#SelangkahLebihSehat bersama Mayapada Hospital untuk menangani tumor dan kanker otak, Anda dapat memanfaatkan layanan paripurna Mayapada Hospital Oncology Center, mulai dari deteksi dini, diagnosis, terapi tindakan bedah, sampai rehabilitasi pasca tindakan bedah.

Seluruh rangkaian pengobatan tersebut didukung dengan kolaborasi tim medis mulltispesialisasi yang terdiri dari dokter spesialis penyakit dalam konsultan hematologi & onkologi, dokter spesialis bedah saraf, dokter spesialis bedah onkologi, dokter spesialis bedah digestif, dokter spesialis onkologi radiasi, dokter spesialis radiologi, serta dokter spesialis rehabilitasi medis.

Untuk diketahui, pada kuartal III 2021, Mayapada Hospital akan membuka cabang di Kota Surabaya, Jawa Timur. Tepatnya berada di Jalan Mayjen Sungkono Nomor 20, Surabaya Barat.

(rea)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK