Pasien Covid Wajib Konsultasi Jika Timbul Gejala saat Isoman

tim, CNN Indonesia | Kamis, 15/07/2021 09:46 WIB
Pasien Covid-19 yang tengah menjalani isolasi mandiri wajib berkonsultasi dan melaporkan kondisinya kepada dokter atau tenaga medis. Pasien Covid-19 yang tengah menjalani isolasi mandiri wajib berkonsultasi dan melaporkan kondisinya kepada dokter atau tenaga medis. (iStock/FatCamera)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pasien Covid-19 yang tengah menjalani isolasi mandiri wajib berkonsultasi dan melaporkan kondisinya, baik yang memiliki gejala atau tidak, kepada dokter atau tenaga medis.

Langkah ini agar pasien Covid-19 yang sedang isoman juga mendapatkan penanganan yang tepat. Oleh karena itu, pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri khususnya yang bergejala tidak dianjurkan langsung mengonsumsi obat apa pun tanpa konsultasi dengan dokter.

Diketahui, selama beberapa waktu beredar di media sosial soal resep obat yang diklaim untuk penderita Covid-19.


"Untuk pasien yang melakukan isolasi mandiri memang sebaiknya ada yang memantau dari puskesmas setempat setidaknya, sehingga bisa dilihat perkembangannya apakah ada perbaikan, atau justru mengalami penurunan," kata dokter Muhammad Yusuf Ginanjar dari RSUD R. Syamsudin Sukabumi, seperti dikutip Antara.

"Sehingga apabila terjadi penurunan bisa langsung berkonsultasi apakah sebaiknya dibawa ke rumah sakit atau tidak," tambahnya

Konsultasi ini juga diperlukan untuk menyesuaikan kebutuhan obat- obatan yang dikonsumsi oleh pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah.

Selain yang bergejala, pasien yang memiliki komorbid dan masuk ke dalam kelompok rentan seperti ibu hamil, orang lanjut usia, dan anak- anak juga diwajibkan untuk melakukan konsultasi agar mendapatkan penanganan isolasi mandiri dan obat- obatan yang disesuaikan dengan tubuh atau penyakit bawaannya.

"Kondisi pasien terkonfirmasi Covid-19 yang disertai penyakit komorbid, dan kondisi rentan seperti hamil atau lansia itu lebih sangat disarankan untuk konsultasi terlebih dulu sebelum isolasi mandiri," ujar Yusuf.

"Karena berkaitan dengan kondisi penyakit- penyakit yang diderita sebelumnya, apakah akan memungkinkan untuk isoman atau tidak."

Ada pun gejala umum yang dialami oleh pasien Covid-19 di antaranya sakit kepala, sakit tenggorokan, pilek, demam, batuk yang umumnya batuk kering, kelelahan, anoreksia, kehilangan indra penciuman (anosmia), kehilangan indra pengecapan (ageusia), nyeri tulang, mual, muntah, diare, radang mata, kemerahan pada kulit, hingga frekuensi nafas 12-20 kali per menit nya.

Gejala lainnya yang mungkin timbul adalah sesak nafas dan nyeri dada yang sudah masuk ke kategori gejala sedang hingga berat.

Saat ini, pasien Covid-19 yang tengah isolasi mandiri dapat berkonsultasi via layanan telemedisin. Kementerian Kesehatan mengumumkan ada 11 layanan telemedisin yang bisa diakses oleh masyarakat berkonsultasi sebelum menjalani isolasi mandiri sebagai penanganan jika terbukti positif terpapar virus SARS-CoV-2.

Di antaranya KlikDokter, AloDokter, GoodDoctor, Halodoc, Klinikgo, SehatQ, YesDok, ProSehat, LinkSehat, MILVIK, dan Getwell.

Pasien Covid-19 bergejala ringan yang menjalankan isolasi mandiri nantinya akan mendapatkan bantuan berupa paket obat yang membantu proses pemulihan Covid-19.

Ada pun obat yang sebelumnya diumumkan dibagikan lewat 11 layanan telemedisin untuk pasien Covid-19 isolasi mandiri yaitu Vitamin C, D, E dan Zinc untuk pasien tidak bergejala.

Sementara untuk pasien bergejala ringan akan mendapatkan paket vitamin bersama dengan obat antibiotik, obat antivirus, atau pun penurun panas.

(Antara/agn)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK