Cara Menyampaikan Duka Cita saat Pandemi Covid-19

tim, CNN Indonesia | Jumat, 16/07/2021 19:00 WIB
Kabar duka cita di media sosial atau grup percakapan rasanya terus berdatangan. Lalu, bagaimana cara menyampaikan duka cita dalam situasi pandemi Covid-19? Kabar duka cita di media sosial atau grup percakapan rasanya terus berdatangan. Lalu, bagaimana cara menyampaikan duka cita dalam situasi pandemi Covid-19? (iStockphoto/Ridofranz)
Jakarta, CNN Indonesia --

Aliran kabar duka cita di media sosial maupun grup-grup percakapan terus berdatangan selama pandemi Covid-19. Tak jarang, bahkan dalam sehari bisa lebih dari satu orang kabar soal berpulang.

Psikolog Mira Amir menyadari hal ini begitu menguras energi terlebih jika itu berasal dari teman atau kerabat dekat.

"Beberapa klien saya enggak mau buka grup. Tapi ya mau enggak mau buka grup kerjaan yang isinya berita duka juga, update kesehatan keluarga," cerita Mira pada CNNIndonesia.com, Jumat (16/7).


Akan tetapi, sebagai bentuk perhatian Anda tetap bisa menyampaikan ungkapan duka pada mereka yang sedang kehilangan. Mira berkata ungkapan duka bisa ditujukan langsung atau lewat media sosial. Ucapan seperti apa yang bisa disampaikan?

Anda bisa menyesuaikan dengan agama atau keyakinan. Intinya, hanya hal baik yang diungkapkan termasuk doa untuk orang yang tiada dan mereka yang ditinggalkan. Selain itu, ada baiknya tidak perlu bertanya mengenai penyebab kematian.

"Waktu awal pandemi fenomenanya menanyakan penyebab meninggal itu sepertinya sesuatu yang sensitif. Namun di sisi lain buat si penanya, ini suatu bentuk empati sebab meninggal akibat Covid-19 kan jenazah tidak bisa dibawa pulang, tidak disalatkan, langsung dimakamkan. Proses berduka keluarga tidak sempurna, tidak cukup waktu," jelasnya.

Panggilan atau sebutan dalam ungkapan duka juga akan menambah rasa personal. Sebagai contoh, 'Turut berduka Mbak Ayu atas berpulangnya ayah', 'Semoga Om Tedjo diterima di sisi-Nya dan Mas Agung sekeluarga dikuatkan'.



Di samping itu, baik pula jika Anda memberikan dukungan terlebih jika Anda mengenal baik mereka yang sedang berduka.

Mira mengungkapkan dukungan yang bisa diberikan berupa mengingatkan untuk istirahat, mengingatkan bahwa Anda ada untuk kawan berkeluh kesah.

Mereka yang kehilangan akan panik, belum bisa bercerita. Anda bisa mulai masuk di hari atau malam berikutnya untuk menawarkan bantuan karena kondisi sudah mulai tenang.

"Ini sesuai kesiapan kita seperti apa, kesediaan kita. Memberikan bantuan itu menguras energi. Jadi kita bisa mengukur diri kita. Jangan menjanjikan hal yang belum bisa dipenuhi," imbuhnya.

(els/agn)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK