Mengenal Karakteristik dan Ciri-ciri Orang Introvert
CNN Indonesia
Jumat, 30 Jul 2021 16:09 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Istilah introvert dikemukakan oleh psikolog bernama Carl Jung pada 1920-an. Intip karakteristik dan ciri-ciri orang introvert. (Ilustrasi Foto: iStockphoto/Drazen Zigic)
Jakarta, CNN Indonesia --
Introvertadalah salah satu kategori kepribadianyang diperkenalkan dalam ilmu psikologi. Melansir WebMd, ciri-ciri orang introvert adalah berfokus pada pikiran dan perasaan diri sendiri.
Orang introvert juga dikenal gemar menghabiskan waktu hanya dengan satu atau dua orang ketimbang berkelompok.
Istilah introvert dikemukakan oleh psikolog bernama Carl Jung pada 1920-an. Jung menggambarkan seorang introvert sebagai seorang yang pendiam dan penyendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berkebalikan dengan kepribadian ekstrovert yang supel dan suka berkelompok. Namun anggapan introvert seorang pendiam tidak lagi tepat.
Orang dengan kepribadian introvert juga dapat memiliki elemen ekstrovert dalam kepribadiannya bergantung pada situasi dan kondisi tertentu, mengutip Healthline.
Ciri-ciri Orang Berkepribadian Introvert
Ciri-ciri orang introvert (Ilustrasi Foto: PourquoiPas/Thinkstock)
Meskipun terlihat berbeda, orang introvert memiliki ciri dan pola perilaku tertentu. Secara umum berikut ciri-ciri orang introvert yang dirangkum dari berbagai sumber.
Lebih suka menghabiskan waktu sendirian
Menghabiskan waktu sendirian atau anak muda masa kini menyebutnya 'me time' bagi seorang introvert merupakan hal yang membahagiakan dan menyehatkan.
Menghabiskan waktu sendirian bisa dilakukan dengan istirahat atau beraktivitas seperti membaca, menulis, membuat kerajinan, bermain game, bermusik, menonton film, dan lain-lain.
Lebih menyukai bekerja secara individu
Seorang introvert biasanya menyukai bekerja secara individu. Ini bukan karena mereka tidak mau atau tidak bisa bekerja sama, namun seorang introvert dapat bekerja lebih baik, fokus, dan maksimal jika melakukannya seorang diri.
Konsentrasi dan fokusnya kemungkinan besar akan menurun saat harus berhadapan dengan berbagai karakter dalam suatu kelompok.
Memiliki teman dekat dalam jumlah kecil
Memiliki teman dekat dalam jumlah kecil bukan berarti seorang introvert tidak dapat bersosialisasi atau sulit bergaul.
Seorang introvert bisa saja sangat terbuka dan berbincang panjang lebar jika telah mengenal dalam dengan lawan bicaranya atau memiliki minat yang sama.
Orang introvert juga senang berkenalan dengan orang lain, akan tetapi menjaga kualitas hubungan dalam lingkup yang kecil merupakan kebahagiaan bagi orang introvert.
Tenggelam dalam pemikiran
Orang introvert lebih nyaman menyampaikan gagasan dalam bentuk tulisan ketimbang lisan. Tak terbatas pada menulis di buku, melainkan kenyamanan berbicara misalnya melalui media pengiriman pesan.
Secara umum orang introvert akan memikirkan mendalam pertanyaan spesifik sebelum menjawab. Hal ini bukan dikarenakan orang tersebut adalah pemalu, hanya saja orang introvert lebih menyukai gaya komunikasi yang terfokus.
Artikel kepribadian introvert ini masih berlanjut di halaman kedua...
Penyebab Introversi
Merujuk WebMD, hingga kini para ilmuwan masih belum mengetahui penyebab pasti penggolongan introvert dan ekstrovert.
Sejauh ini, ilmuwan meyakini bahwa otak pada kedua kepribadian tersebut bekerja dengan berbeda satu sama lain.
Ilmuwan mendapati bahwa orang introvert memiliki aliran darah yang lebih tinggi ke lobus frontal ketimbang orang ekstrovert. Bagian otak ini yang membuat manusia mampu mengingat sesuatu, memecahkan masalah, dan membuat rencana.
Dopamin pada otak seorang introvert juga bereaksi berbeda ketimbang pada orang ekstrovert. Dopamin adalah zat kimia dalam otak yang mencari kesenangan dan kebahagiaan. Dopamin pada orang introvert cenderung seperti menarik diri.
Tipe Orang Introvert
Tipe kepribadian introvert meliputi introvert sosial, pemikir, gelisah, dan terkendali (Ilustrasi Foto: istockphoto/PixelsEffect)
Menjadi seorang introvert bukanlah sebuah hal buruk atau kesalahan sistem sosial. Psikolog menganggap kehadiran orang introvert lumrah adanya.
Bahkan dalam suatu kelompok sosial memungkinkan adanya orang ambivert dan beberapa orang yang lebih introvert dari yang lain.
Sebagai informasi, ambivert adalah gabungan dari sifat ekstrovert dan introvert. Sebuah studi menunjukkan bahwa orang introvert juga terbagi dalam empat tipe dominan berikut:
Introvert sosial:
Tipe introvert ini merupakan tipe introvert klasik. Introvert sosial menyukai sosialisasi dalam kelompok kecil dengan suasana tenang dan jauh dari keramaian.
Introvert pemikir:
Tipe introvert ini banyak menyalurkan energi dan rencana secara mendalam. Biasanya orang introvert tipe ini cenderung memiliki imajinasi kreatif.
Introvert gelisah:
Tipe introvert ini akan sangat canggung dan malu saat berada dalam suatu kelompok sosial yang dirasa asing baginya.
Introvert terkendali:
Hampir sama seperti tipe introvert pemikir hanya saja introvert jenis ini akan berpikir matang sebelum bertindak dan mengambil keputusan. Orang dengan tipe introvert jenis ini cenderung membutuhkan waktu lebih lama dalam mengambil tindakan.
Kebanyakan orang tidak benar-benar introvert atau ekstrovert. Dalam situasi tertentu seseorang bahkan bisa menjadi ambivert.
Akan tetapi, faktor situasi jugalah menentukan sifat mana lebih menonjol. Misalnya menunjukkan sifat intorvert sehingga orang melihatnya sebagai ciri-ciri orang introvert.
Jakarta, CNN Indonesia --
Introvertadalah salah satu kategori kepribadianyang diperkenalkan dalam ilmu psikologi. Melansir WebMd, ciri-ciri orang introvert adalah berfokus pada pikiran dan perasaan diri sendiri.
Orang introvert juga dikenal gemar menghabiskan waktu hanya dengan satu atau dua orang ketimbang berkelompok.
Istilah introvert dikemukakan oleh psikolog bernama Carl Jung pada 1920-an. Jung menggambarkan seorang introvert sebagai seorang yang pendiam dan penyendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berkebalikan dengan kepribadian ekstrovert yang supel dan suka berkelompok. Namun anggapan introvert seorang pendiam tidak lagi tepat.
Orang dengan kepribadian introvert juga dapat memiliki elemen ekstrovert dalam kepribadiannya bergantung pada situasi dan kondisi tertentu, mengutip Healthline.
Ciri-ciri Orang Berkepribadian Introvert
Ciri-ciri orang introvert (Ilustrasi Foto: PourquoiPas/Thinkstock)
Meskipun terlihat berbeda, orang introvert memiliki ciri dan pola perilaku tertentu. Secara umum berikut ciri-ciri orang introvert yang dirangkum dari berbagai sumber.
Lebih suka menghabiskan waktu sendirian
Menghabiskan waktu sendirian atau anak muda masa kini menyebutnya 'me time' bagi seorang introvert merupakan hal yang membahagiakan dan menyehatkan.
Menghabiskan waktu sendirian bisa dilakukan dengan istirahat atau beraktivitas seperti membaca, menulis, membuat kerajinan, bermain game, bermusik, menonton film, dan lain-lain.
Lebih menyukai bekerja secara individu
Seorang introvert biasanya menyukai bekerja secara individu. Ini bukan karena mereka tidak mau atau tidak bisa bekerja sama, namun seorang introvert dapat bekerja lebih baik, fokus, dan maksimal jika melakukannya seorang diri.
Konsentrasi dan fokusnya kemungkinan besar akan menurun saat harus berhadapan dengan berbagai karakter dalam suatu kelompok.
Memiliki teman dekat dalam jumlah kecil
Memiliki teman dekat dalam jumlah kecil bukan berarti seorang introvert tidak dapat bersosialisasi atau sulit bergaul.
Seorang introvert bisa saja sangat terbuka dan berbincang panjang lebar jika telah mengenal dalam dengan lawan bicaranya atau memiliki minat yang sama.
Orang introvert juga senang berkenalan dengan orang lain, akan tetapi menjaga kualitas hubungan dalam lingkup yang kecil merupakan kebahagiaan bagi orang introvert.
Tenggelam dalam pemikiran
Orang introvert lebih nyaman menyampaikan gagasan dalam bentuk tulisan ketimbang lisan. Tak terbatas pada menulis di buku, melainkan kenyamanan berbicara misalnya melalui media pengiriman pesan.
Secara umum orang introvert akan memikirkan mendalam pertanyaan spesifik sebelum menjawab. Hal ini bukan dikarenakan orang tersebut adalah pemalu, hanya saja orang introvert lebih menyukai gaya komunikasi yang terfokus.
Artikel kepribadian introvert ini masih berlanjut di halaman kedua...
Penyebab Introversi dan 4 Tipe Orang Introvert
Istilah introvert dikemukakan oleh psikolog bernama Carl Jung pada 1920-an. Intip karakteristik dan ciri-ciri orang introvert. (Ilustrasi Foto: iStockphoto/Drazen Zigic)
Penyebab Introversi
Merujuk WebMD, hingga kini para ilmuwan masih belum mengetahui penyebab pasti penggolongan introvert dan ekstrovert.
Sejauh ini, ilmuwan meyakini bahwa otak pada kedua kepribadian tersebut bekerja dengan berbeda satu sama lain.
Ilmuwan mendapati bahwa orang introvert memiliki aliran darah yang lebih tinggi ke lobus frontal ketimbang orang ekstrovert. Bagian otak ini yang membuat manusia mampu mengingat sesuatu, memecahkan masalah, dan membuat rencana.
Dopamin pada otak seorang introvert juga bereaksi berbeda ketimbang pada orang ekstrovert. Dopamin adalah zat kimia dalam otak yang mencari kesenangan dan kebahagiaan. Dopamin pada orang introvert cenderung seperti menarik diri.
Tipe Orang Introvert
Tipe kepribadian introvert meliputi introvert sosial, pemikir, gelisah, dan terkendali (Ilustrasi Foto: istockphoto/PixelsEffect)
Menjadi seorang introvert bukanlah sebuah hal buruk atau kesalahan sistem sosial. Psikolog menganggap kehadiran orang introvert lumrah adanya.
Bahkan dalam suatu kelompok sosial memungkinkan adanya orang ambivert dan beberapa orang yang lebih introvert dari yang lain.
Sebagai informasi, ambivert adalah gabungan dari sifat ekstrovert dan introvert. Sebuah studi menunjukkan bahwa orang introvert juga terbagi dalam empat tipe dominan berikut:
Introvert sosial:
Tipe introvert ini merupakan tipe introvert klasik. Introvert sosial menyukai sosialisasi dalam kelompok kecil dengan suasana tenang dan jauh dari keramaian.
Introvert pemikir:
Tipe introvert ini banyak menyalurkan energi dan rencana secara mendalam. Biasanya orang introvert tipe ini cenderung memiliki imajinasi kreatif.
Introvert gelisah:
Tipe introvert ini akan sangat canggung dan malu saat berada dalam suatu kelompok sosial yang dirasa asing baginya.
Introvert terkendali:
Hampir sama seperti tipe introvert pemikir hanya saja introvert jenis ini akan berpikir matang sebelum bertindak dan mengambil keputusan. Orang dengan tipe introvert jenis ini cenderung membutuhkan waktu lebih lama dalam mengambil tindakan.
Kebanyakan orang tidak benar-benar introvert atau ekstrovert. Dalam situasi tertentu seseorang bahkan bisa menjadi ambivert.
Akan tetapi, faktor situasi jugalah menentukan sifat mana lebih menonjol. Misalnya menunjukkan sifat intorvert sehingga orang melihatnya sebagai ciri-ciri orang introvert.