Telinga Berdenging Tanda Ada yang Membicarakan, Benarkah?

tim, CNN Indonesia | Sabtu, 18/09/2021 18:24 WIB
Salah satu adegan Hometown Cha-Cha-Cha menampilkan Hong Du-shik mengeluh telinga berdenging dan gatal karena ada yang membicarakannya. Benarkah demikian? Salah satu adegan Hometown Cha-Cha-Cha menampilkan Hong Du-shik mengeluh telinga berdenging dan gatal karena ada yang membicarakannya. Benarkah demikian? (Arsip tvN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejak lama, ada mitos yang mengatakan telinga berdenging bahkan gatal menjadi tanda bahwa sedang ada orang yang membicarakan diri kita. 

Mitos ini bahkan muncul dalam salah satu adegan di drama Korea Hometown Cha Cha Cha yang dibintang Kim Seon-ho.

Tokoh Hong Du-shik yang diperankan Kim Seon-ho diceritakan mengeluh telinganya berdenging dan terasa gatal bersamaan dengan sejumlah warga di Desa Gongjin -- latar dalam drama -- tampak sedang menggosipkan dirinya.


Tak hanya dalam drama Korea, mitos ini juga telah lama dipercaya oleh sebagian masyarakat, bahwa telinga berdenging dan gatal identik dengan orang lain yang tengah bergosip tentang kita.

Benarkah telinga berdenging menjadi tanda ada orang yang sedang bergosip atau membicarakan?

Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan (THT) Bedah Kepala Leher di Rumah Sakit Eka BSD, Fikry Hamdan Yasin menyatakan bahwa itu hanyalah mitos saja.

"Sama sekali tidak ada hubungannya," kata Fikry saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (12/9).

Dalam medis, Fikry menjelaskan bahwa telinga berdenging dikenal juga dengan istilah tinnitus. Dia juga mengatakan bahwa tinnitus tidaklah berbahaya.

Meski demikian, pengobatan tetap harus dilakukan disertai dengan apa yang menjadi penyebab munculnya tinnitus.

Sebab kata Fikry, pengobatan sejatinya tidak dilakukan pada telinga yang mengalami dengungan, tetapi apa yang menjadi penyebab telinga bisa berdenging.

"Penyebab tinnitus sampai saat ini belum diketahui secara pasti, sebagian besar kasus tinnitus tidak diketahui penyebabnya," ungkap Fikry.

Jika dari menurut penjelasan medis telinga berdenging merupakan tanda tinnitus, lalu bagaimana dari sisi psikologi sosial terkait mitos yang masih mengakar di masyarakat?

Psikolog Sosial dari Universitas Indonesia Hamdi Moeloek mengatakan, mitos yang beredar di masyarakat memang banyak jenisnya. Mitos-mitos ini telah mengakar dari zaman dulu dan tetap lestari seolah diturunkan secara turun-temurun.

"Lama-lama jadi semacam konvensi sosial yang taken for granted seolah-olah benar. Sebagian mungkin merasa itu benar, tapi sebagian menganggap sebagai guyonan yang tidak perlu diseriusi," kata Hamdi.

Jika mitos yang berkembang tidak berkaitan dengan persoalan medis, hal itu bisa dianggap biasa dan diikuti saja alurnya. Namun, ketika mitos sudah berurusan dengan medis, seperti telinga berdenging ini, maka perlu diwaspadai.

"Ini yang jadi problem. Orang enggak mau ke dokter karena kalau ke dokter pasti bilang telinga berdenging karena masalah medis; apakah karena ada infeksi atau ada kelainan kelenjar, hormon, atau lainnya," kata dia.



 

Apa itu Tinitus?

Fikry menuturkan bahwa tinnitus merupakan persepsi bunyi yang diterima oleh telinga penderita tanpa ada rangsangan bunyi dari luar, baik berupa sinyal mekanoakustik maupun listrik.

Sensasi suara yang dikeluarkan berupa bunyi mendenging, menderu, mendesis, atau berbagai macam bunyi yang lain. Biasanya, lanjut Fikry, tinnitus dibagi menjadi dua tipe, yaitu tinnitus objektif dan tinnitus subjektif.

"Tinnitus subjektif paling banyak ditemukan dalam praktik kehidupan sehari-hari, sedangkan tinnitus objektif jarang terjadi," kata dia.

Tinnitus subjektif adalah tinnitus yang hanya dirasakan oleh telinga penderita tanpa dapat dirasakan oleh telinga orang lain atau pemeriksa.

Sementara tinitus objektif merupakan tinnitus yang dapat ditemukan sumber suaranya berasal dari organ dalam telinga seperti pada kelainan vaskular atau disfungsi otot.

(tst/agn)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK