Peneliti: Omicron Lebih Mudah Menginfeksi Ulang Penyintas Covid-19

tim | CNN Indonesia
Sabtu, 04 Dec 2021 10:35 WIB
Peneliti Afrika Selatan menemukan bukti bahwa dibandingkan varian lain, varian Omicron lebih mudah menginfeksi kembali penyintas Covid-19. Peneliti Afrika Selatan menemukan bukti bahwa dibandingkan varian lain, varian Omicron lebih mudah menginfeksi kembali penyintas Covid-19.(Foto: iStockphoto/Thomas Faull)
Jakarta, CNN Indonesia --

Peneliti di Afrika Selatan menemukan bukti bahwa dibandingkan varian lain, varian Omicron lebih mudah menginfeksi kembali penyintas Covid-19 atau orang yang sudah pernah terkena Covid-19.

"Bertentangan dengan harapan dan pengalaman kami dengan varian sebelumnya, kami sekarang mengalami peningkatan risiko infeksi ulang yang melebihi pengalaman kami sebelumnya," kata peneliti dari Universitas Stellenbosch, Juliet Pulliam, kata dalam sebuah pernyataan, dikutip dari CNN.

Hasil ini diketahui setelah peneliti menganalisis laporan infeksi yang mencakup 2,7 juta orang di Afrika Selatan sejak awal pandemi, termasuk lebih dari 35 ribu orang yang didiagnosis Covid-19 lebih dari sekali.


"Kami mengidentifikasi 35.670 orang dengan setidaknya dua dugaan infeksi (hingga 27 November 2021), 332 orang dengan dugaan infeksi ketiga, dan 1 orang dengan empat dugaan infeksi," tulis peneliti dalam laporan mereka. Penelitian ini belum memasuki tahapan peer-review atau diulas rekan sejawat.

Pada individu yang terinfeksi lebih dari satu kali, sebanyak 47 atau 14,2 persen mengalami infeksi ketiga pada November 2021.

"Yang menunjukkan bahwa banyak infeksi ketiga terkait dengan penularan varian Omicron," kata peneliti.

Varian Omicron saat ini mendominasi jenis virus corona di Afsel. Sebanyak 74 persen sampel virus merupakan varian Omicron.

"Waktu perubahan ini sangat menunjukkan bahwa mereka didorong oleh munculnya varian Omicron," tulis para peneliti.

Kendati demikian, peneliti menyebut diperlukan lebih banyak data untuk mengetahui pengaruh varian omicron terhadap infeksi ulang.

"Bukti tingkat populasi menunjukkan bahwa varian Omicron dikaitkan dengan kemampuan substansial untuk melawan kekebalan dari infeksi sebelumnya. Sebaliknya, tidak ada bukti epidemiologis di seluruh populasi tentang pelepasan kekebalan yang terkait dengan varian Beta atau Delta," tulis mereka.

Para ahli menilai temuan ini mungkin berarti infeksi alami tidak akan membantu membangun kekebalan kelompok.

(ptj/ptj)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER