Covid-19 Belum Usai, Peneliti Temukan Ancaman Virus Hendra

CNN Indonesia
Selasa, 17 Mei 2022 09:31 WIB
Peneliti Australia menemukan varian virus Hendra (HeV) yang bisa menular dari hewan seperti kuda ke manusia. Apa itu virus Hendra? Ilustrasi. Peneliti Australia menemukan varian virus Hendra (HeV) yang bisa menular dari hewan seperti kuda ke manusia. (David Dibert/Unsplash)
Jakarta, CNN Indonesia --

Belum usai Covid-19 dan hepatitis akut, kini ada ancaman virus baru yang terdeteksi.

Peneliti dari Griffith University, Australia, menemukan varian virus Hendra (HeV) baru yang bisa menular ke hewan dan manusia. Penyakit ini sebelumnya sempat muncul pada tahun 1994 dan 2016.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Emerging Infectious Disease ini mendeteksi virus dalam urine kelelawar yang ditemukan di Australia bagian tengah dan utara.


Apa Itu Infeksi Virus Hendra?

Laman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat HeV merupakan zoonosis atau penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia. Penyakit ini bisa menyebabkan gejala parah, serta sering kali fatal pada kuda dan manusia yang terinfeksi.

Kelelawar buah dari famili Pteropodidae telah dideteksi sebagai inang virus.

HeV pertama kali ditemukan di Brisbane, Australia pada tahun 1994. Wabah tersebut menyerang 21 kuda dan dua manusia.

Setelahnya, pada Juli 2016, 53 insiden penyakit yang melibatkan lebih dari 70 kuda dilaporkan. Semua insiden terjadi di pantai timur laut Australia. Sebanyak tujuh pasien manusia tertular virus dari kuda yang terinfeksi melalui kontak dekat.

Gejala Infeksi Virus Hendra

Ilustrasi perempuan flu dan bekerjaIlustrasi. Gejala infeksi virus Hendra pada manusia menimbulkan gejala seperti flu. (iStock/monstArrr_)

Infeksi virus Hendra pada manusia bisa menimbulkan sejumlah gejala. Mulai dari penyakit ringan seperti influenza hingga penyakit pernapasan atau saraf yang fatal.

Namun, kasus pada manusia ditemukan jarang terjadi. Kasus pada manusia terjadi saat ada kontak erat dengan hewan yang terinfeksi.

Cara Pengobatan

Hingga saat ini tak ada pengobatan khusus untuk kasus penyakit ini pada manusia. Hingga saat ini, sejumlah ilmuwan masih meneliti efektivitas penggunaan antibodi monoklonal untuk mengatasi penyakit.

Menukil laman Sehat Negeriku Kementerian Kesehatan, baru Ribavarin yang sejauh ini terbukti efektif melawan virus in vitro.

Cara Pencegahan

Penyakit ini dapat dicegah dengan menghindari hewan yang terinfeksi dan menggunakan alat pelindung diri jika Anda diharuskan kontak dengan hewan yang diduga terinfeksi.

Sementara pada hewan, ada vaksin Hendra untuk hewan yang telah terdaftar. Vaksinasi diakui sebagai cara efektif untuk menurunkan risiko infeksi pada kuda dan mencegah kemungkinan terjadinya penularan pada manusia.

Meski demikian, Anda tak perlu khawatir, infeksi virus Hendra diklaim jarang terjadi pada manusia.

(tim/asr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER