Fakta-fakta Cacar Monyet yang Menyebar di Eropa, AS, hingga Australia
CNN Indonesia
Sabtu, 21 Mei 2022 09:28 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Inggris menyoroti kasus cacar monyet yang sebagian besar menular di antara pria yang mengidentifikasi diri sebagai gay dan biseksual. (Foto: via REUTERS/CDC/BRIAN W.J. MAHY)
Sudah ada beberapa negara yang telah melaporkan wabah kasus cacar monyet ini. Contohnya adalah Inggris, Spanyol, Italia, Amerika Serikat, dan Australia.
Beberapa di antaranya terinfeksi usai melancong ke benua Afrika, asal mula virus cacar monyet tersebut. Dugaan sementara penyebab penyebaran cacar monyet yang cukup masif ini adalah pelonggaran pembatasan perjalanan pasca redanya kasus Covid-19.
Asal Mula Virus
Penyakit cacar monyet disebabkan oleh virus cacar monyet atau monkeypox virus (MPXV). Dilansir dari laman CDC, virus tersebut adalah bagian dari genus Orthopoxvirus. Genus tersebut juga mewadahi virus serupa. Contohnya virus variola (penyebab cacar), virus vaccinia (digunakan dalam pembuatan vaksin) dan virus cacar sapi (cowpox virus).
Asal mula cacar monyet ini berawal dari infeksi pada monyet. Pernah ada kejadian luar biasa (KLB) berupa cacar pada koloni monyet di laboratorium penelitian monyet di Kopenhagen, Denmark pada tahun 1958.
Kasus cacar monyet pada manusia pertama kali ditemukan pada 1970 di Republik Demokratik Kongo. Setelahnya, kasus cacar monyet bermunculan hingga menyebar ke seluruh Afrika Tengah dan Barat.
Melansir Healthline, tanda cacar monyet mirip dengan cacar pada umumnya, tetapi biasanya muncul dalam skala yang lebih ringan. Gejala bisa muncul dalam 5 hingga 21 hari setelah terinfeksi.
Beberapa gejala awal yang perlu diperhatikan, yaitu demam, nyeri otot, sakit punggung, kelelahan, sakit punggung, dan pembengkakan kelenjar getah bening.
Setelah demam, gejala cacar monyet akan berkembang pada ruam. Ruam yang biasa muncul di di wajah, telapak tangan, mulut, alat kelamin, dan mata, termasuk pada kornea pada satu hingga tiga hari selanjutnya.
Selain itu, gejala infeksi virus ini juga ditandai dengan invasi virus ke otak (Encephalitis) dan selaput (meninges) yang mengelilingi otak. Kadang-kadang, infeksi juga mempengaruhi struktur sumsum tulang belakang (Encephalomyelitis). Kerusakan saraf dapat terjadi akibat infeksi virus.
Berlanjut ke halaman berikutnya >>>
Peta Penyebaran
Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) telah melaporkan temuan kasus infeksi monkeypox alias cacar monyet langka yang menyerang salah seorang warga di Inggris. Warga tersebut didiagnosis terinfeksi cacar monyet langka seusai kepulangannya dari Nigeria, Afrika Barat.
Lalu, berdasarkan informasi terakhir pada Kamis (19/5), dilansir dari CNN, Spanyol telah mengonfirmasi tujuh kasus cacar monyet di Madrid dan sedang menginvestigasi 22 dugaan kasus. Selain itu, Italia juga melaporkan satu kasus. Kemudian Montreal sedang menginvestigasi 17 kasus dugaan cacar monyet.
Besoknya, tepatnya Jumat (20/5), Australia melaporkan kasus cacar monyet pertamanya. Pasien cacar monyet pertama di Australia ini adalah seorang wisatawan yang baru saja kembali dari Inggris.
Sementara itu, seorang warga Massachusetts, Amerika Serikat (AS) dinyatakan positif terinfeksi virus Monkeypox. Pasien tersebut menjadi kasus cacar monyet pertama di AS.
Melansir USA Today, kasus pertama cacar monyet di AS terjadi pada seorang pria dewasa. Berdasarkan penuturan Departemen Kesehatan Masyarakat Massachusetts, pasien sempat melakukan perjalanan ke Kanada sebelum terinfeksi.
Peringatan Badan Keamanan Kesehatan Inggris juga menyoroti kasus cacar monyet yang sebagian besar menular di antara pria yang mengidentifikasi diri sebagai gay, biseksual, atau pria yang berhubungan seks dengan pria. Kelompok-kelompok tersebut pun disarankan untuk waspada.
Sementara pelonggaran pembatasan perjalanan pasca redanya kasus Covid-19 diduga sebagai penyebab penyebaran cacar monyet yang cukup masif ini.
"Teori saya adalah ada banyak kasus di Afrika barat dan tengah, perjalanan telah dilanjutkan, dan itulah mengapa kita melihat lebih banyak kasus," ujar Whitworth.
"Ini tidak akan menyebabkan epidemi nasional seperti Covid, tetapi ini adalah wabah penyakit yang serius - dan kita harus menganggapnya serius,"imbuh dia.
Sudah ada beberapa negara yang telah melaporkan wabah kasus cacar monyet ini. Contohnya adalah Inggris, Spanyol, Italia, Amerika Serikat, dan Australia.
Beberapa di antaranya terinfeksi usai melancong ke benua Afrika, asal mula virus cacar monyet tersebut. Dugaan sementara penyebab penyebaran cacar monyet yang cukup masif ini adalah pelonggaran pembatasan perjalanan pasca redanya kasus Covid-19.
Asal Mula Virus
Penyakit cacar monyet disebabkan oleh virus cacar monyet atau monkeypox virus (MPXV). Dilansir dari laman CDC, virus tersebut adalah bagian dari genus Orthopoxvirus. Genus tersebut juga mewadahi virus serupa. Contohnya virus variola (penyebab cacar), virus vaccinia (digunakan dalam pembuatan vaksin) dan virus cacar sapi (cowpox virus).
Asal mula cacar monyet ini berawal dari infeksi pada monyet. Pernah ada kejadian luar biasa (KLB) berupa cacar pada koloni monyet di laboratorium penelitian monyet di Kopenhagen, Denmark pada tahun 1958.
Kasus cacar monyet pada manusia pertama kali ditemukan pada 1970 di Republik Demokratik Kongo. Setelahnya, kasus cacar monyet bermunculan hingga menyebar ke seluruh Afrika Tengah dan Barat.
Melansir Healthline, tanda cacar monyet mirip dengan cacar pada umumnya, tetapi biasanya muncul dalam skala yang lebih ringan. Gejala bisa muncul dalam 5 hingga 21 hari setelah terinfeksi.
Beberapa gejala awal yang perlu diperhatikan, yaitu demam, nyeri otot, sakit punggung, kelelahan, sakit punggung, dan pembengkakan kelenjar getah bening.
Setelah demam, gejala cacar monyet akan berkembang pada ruam. Ruam yang biasa muncul di di wajah, telapak tangan, mulut, alat kelamin, dan mata, termasuk pada kornea pada satu hingga tiga hari selanjutnya.
Selain itu, gejala infeksi virus ini juga ditandai dengan invasi virus ke otak (Encephalitis) dan selaput (meninges) yang mengelilingi otak. Kadang-kadang, infeksi juga mempengaruhi struktur sumsum tulang belakang (Encephalomyelitis). Kerusakan saraf dapat terjadi akibat infeksi virus.
Berlanjut ke halaman berikutnya >>>
Kaum Gay Disoroti
(Foto: via REUTERS/CDC/BRIAN W.J. MAHY)
Peta Penyebaran
Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) telah melaporkan temuan kasus infeksi monkeypox alias cacar monyet langka yang menyerang salah seorang warga di Inggris. Warga tersebut didiagnosis terinfeksi cacar monyet langka seusai kepulangannya dari Nigeria, Afrika Barat.
Lalu, berdasarkan informasi terakhir pada Kamis (19/5), dilansir dari CNN, Spanyol telah mengonfirmasi tujuh kasus cacar monyet di Madrid dan sedang menginvestigasi 22 dugaan kasus. Selain itu, Italia juga melaporkan satu kasus. Kemudian Montreal sedang menginvestigasi 17 kasus dugaan cacar monyet.
Besoknya, tepatnya Jumat (20/5), Australia melaporkan kasus cacar monyet pertamanya. Pasien cacar monyet pertama di Australia ini adalah seorang wisatawan yang baru saja kembali dari Inggris.
Sementara itu, seorang warga Massachusetts, Amerika Serikat (AS) dinyatakan positif terinfeksi virus Monkeypox. Pasien tersebut menjadi kasus cacar monyet pertama di AS.
Melansir USA Today, kasus pertama cacar monyet di AS terjadi pada seorang pria dewasa. Berdasarkan penuturan Departemen Kesehatan Masyarakat Massachusetts, pasien sempat melakukan perjalanan ke Kanada sebelum terinfeksi.
Peringatan Badan Keamanan Kesehatan Inggris juga menyoroti kasus cacar monyet yang sebagian besar menular di antara pria yang mengidentifikasi diri sebagai gay, biseksual, atau pria yang berhubungan seks dengan pria. Kelompok-kelompok tersebut pun disarankan untuk waspada.
Sementara pelonggaran pembatasan perjalanan pasca redanya kasus Covid-19 diduga sebagai penyebab penyebaran cacar monyet yang cukup masif ini.
"Teori saya adalah ada banyak kasus di Afrika barat dan tengah, perjalanan telah dilanjutkan, dan itulah mengapa kita melihat lebih banyak kasus," ujar Whitworth.
"Ini tidak akan menyebabkan epidemi nasional seperti Covid, tetapi ini adalah wabah penyakit yang serius - dan kita harus menganggapnya serius,"imbuh dia.