Renungan Harian Katolik Hari Ini, 25 Mei 2022: Tuhan Ada di Mana-mana
CNN Indonesia
Rabu, 25 Mei 2022 04:40 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Hari ini, Rabu 25 Mei 2022, merupakan hari biasa pekan Paskah ke VI. Berikut renungan harian Katolik Hari Ini, Rabu 25 Mei 2022. (Pixabay/jclk8888)
Jakarta, CNN Indonesia --
Hari ini, Rabu 25 Mei 2022, merupakan hari biasa pekan Paskah ke VI. Berikut renungan harian KatolikHari Ini, Rabu 25 Mei 2022.
Gereja, kapel atau ruang doa selalu dianggap sebagai tempat suci di mana Tuhan berada. Padahal, Tuhan selalu hadir tidak terbatas di balik tembok-tembok tempat ibadah tetapi selalu ada di antara umat-Nya.
Bacaan I
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kisah Para Rasul 17:15, 22-18:1
Pada waktu itu terjadilah kerusuhan di kota Berea. Maka Paulus pergi dari sana. Orang-orang yang mengiring Paulus menemaninya sampai di kota Atena, lalu kembali dengan pesan kepada Silas dan Timotius, supaya mereka selekas mungkin menyusul Paulus.
Di Atena Paulus pergi berdiri di atas Areopagus dan berkata,"Hai orang-orang Atena, aku lihat, bahwa dalamn segala hal kamu sangat beribadah kepada dewa-dewa. Sebab ketika aku berjalan-jalan di kotamu dan melihat-lihat barang pujaanmu, aku menjumpai juga sebuah mezbah dengan tulisan: Kepada Allah yang tidak dikenal.
Apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya, itulah yang kuberitakan kepada kamu. Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya, Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia.
Ia juga tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah Ia kekurangan apa-apa, karena Dialah yang memberikan hidup, nafas dan segala sesuatu kepada semua orang.
Dari satu orang saja Allah telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi, dan Ia telah menentukan musim-musim bagi mereka serta batas-batas kediaman mereka.
Maksudnya supaya mereka mencari Dia dan mudah-mudahan menjamah serta menemukan Dia, walaupun Ia tidak jauh dari kita masing-masing. Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada, seperti yang telah dikatakan juga oleh pujangga-pujanggamu: Sebab kita ini dari keturunan Allah juga."
Karena kita berasal dari keturunan Allah, kita tidak boleh berpikir bahwa keadaan ilahi sama seperti emas atau perak atau batu, ciptaan kesenian dan keahlian manusia. Dengan tidak memandang lagi zaman kebodohan, maka sekarang Allah memberikan kepada manusia, bahwa di mana-mana semua orang harus bertobat.
Karena Allah telah menetapkan suatu hari, pada waktu mana Ia dengan adil akan menghakimi dunia dengan perantaraan seorang yang telah ditentukan-Nya, sesudah Ia memberikan kepada semua orang suatu bukti tentang hal itu dengan membangkitkan orang itu dari antara orang mati."
Ketika mereka mendengar tentang kebangkitan orang mati, maka ada yang mengejek, dan yang lain berkata, "Lain kali saja kami mendengar engkau berbicara tentang hal itu."
Lalu Paulus pergi meninggalkan mereka. Tetapi beberapa orang laki-laki menggabungkan diri dengan Paulus dan menjadi percaya, di antaranya juga Dionisius, anggota majelis Areopagus, dan seorang perempuan bernama Damaris, dan juga orang-orang lain bersama-sama dengan mereka. Kemudian Paulus meninggalkan Atena, lalu pergi ke Korintus.
Demikianlah Sabda Tuhan U: Syukur kepada Allah
Renungan harian Katolik Hari Ini, Rabu 25 Mei 2022 ada di halaman selanjutnya
Bacaan Injil untuk renungan harian Katolik
Yohanes 16:12-15
Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya.
Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku.
Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku."
Demikianlah Sabda Tuhan U: Terpujilah Kristus
Renungan Harian Katolik Hari Ini, Rabu 25 Mei 2022
Membayangkan perpisahan saja sudah bikin sesak apalagi mengalaminya sendiri. Barangkali sulit buat Anda juga umat Tuhan lain jika berada di posisi para murid. Perasaan sedih campur putus asa ditinggal sosok yang jadi pegangan hidup.
Kendati demikian, Paulus dalam Kisah Para Rasul tampil di Atena dan tetap mengabarkan warta gembira. Orang Atena memuja "Allah yang tidak dikenal" di mezbah. Kemudian Paulus berusaha 'mengenalkan' Allah dengan berkata bahwa Allah itu "tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia".
Allah rupanya tidak dilayani. Justru Dialah yang memberikan hidup buat manusia. Pun dalam Injil, Yohanes menuliskan seolah memberikan penegasan bahwa Allah juga Sang Maha Tahu. Dia tahu bahwa para murid tidak mampu lagi menyerap apa yang Dia sampaikan.
Akan tetapi, dari kedua bacaan ini Anda diajak untuk menyadari bahwa Tuhan tak hanya hadir di tempat-tempat ibadah atau tempat-tempat yang disucikan. Dia ada di antara umat-Nya.
Apa yang diperlukan saat ini? Kepekaan hati. Kehadiran-Nya tak selalu ditandai dengan hal-hal baik yang Anda alami, entah itu kelimpahan rezeki atau kenaikan jabatan. Kehadiran Tuhan juga bisa ditandai lewat hal-hal sederhana yang membawa makna dan nilai dalam hidup.
Sudahkah Anda menyadari kehadiran Tuhan? Cobalah untuk membaca renungan harian Katolik hari ini, Rabu 25 Mei 2022.
Jakarta, CNN Indonesia --
Hari ini, Rabu 25 Mei 2022, merupakan hari biasa pekan Paskah ke VI. Berikut renungan harian KatolikHari Ini, Rabu 25 Mei 2022.
Gereja, kapel atau ruang doa selalu dianggap sebagai tempat suci di mana Tuhan berada. Padahal, Tuhan selalu hadir tidak terbatas di balik tembok-tembok tempat ibadah tetapi selalu ada di antara umat-Nya.
Bacaan I
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kisah Para Rasul 17:15, 22-18:1
Pada waktu itu terjadilah kerusuhan di kota Berea. Maka Paulus pergi dari sana. Orang-orang yang mengiring Paulus menemaninya sampai di kota Atena, lalu kembali dengan pesan kepada Silas dan Timotius, supaya mereka selekas mungkin menyusul Paulus.
Di Atena Paulus pergi berdiri di atas Areopagus dan berkata,"Hai orang-orang Atena, aku lihat, bahwa dalamn segala hal kamu sangat beribadah kepada dewa-dewa. Sebab ketika aku berjalan-jalan di kotamu dan melihat-lihat barang pujaanmu, aku menjumpai juga sebuah mezbah dengan tulisan: Kepada Allah yang tidak dikenal.
Apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya, itulah yang kuberitakan kepada kamu. Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya, Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia.
Ia juga tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah Ia kekurangan apa-apa, karena Dialah yang memberikan hidup, nafas dan segala sesuatu kepada semua orang.
Dari satu orang saja Allah telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi, dan Ia telah menentukan musim-musim bagi mereka serta batas-batas kediaman mereka.
Maksudnya supaya mereka mencari Dia dan mudah-mudahan menjamah serta menemukan Dia, walaupun Ia tidak jauh dari kita masing-masing. Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada, seperti yang telah dikatakan juga oleh pujangga-pujanggamu: Sebab kita ini dari keturunan Allah juga."
Karena kita berasal dari keturunan Allah, kita tidak boleh berpikir bahwa keadaan ilahi sama seperti emas atau perak atau batu, ciptaan kesenian dan keahlian manusia. Dengan tidak memandang lagi zaman kebodohan, maka sekarang Allah memberikan kepada manusia, bahwa di mana-mana semua orang harus bertobat.
Karena Allah telah menetapkan suatu hari, pada waktu mana Ia dengan adil akan menghakimi dunia dengan perantaraan seorang yang telah ditentukan-Nya, sesudah Ia memberikan kepada semua orang suatu bukti tentang hal itu dengan membangkitkan orang itu dari antara orang mati."
Ketika mereka mendengar tentang kebangkitan orang mati, maka ada yang mengejek, dan yang lain berkata, "Lain kali saja kami mendengar engkau berbicara tentang hal itu."
Lalu Paulus pergi meninggalkan mereka. Tetapi beberapa orang laki-laki menggabungkan diri dengan Paulus dan menjadi percaya, di antaranya juga Dionisius, anggota majelis Areopagus, dan seorang perempuan bernama Damaris, dan juga orang-orang lain bersama-sama dengan mereka. Kemudian Paulus meninggalkan Atena, lalu pergi ke Korintus.
Demikianlah Sabda Tuhan U: Syukur kepada Allah
Renungan harian Katolik Hari Ini, Rabu 25 Mei 2022 ada di halaman selanjutnya
Bacaan Injil untuk renungan harian Katolik
Foto: iStockphoto/Lemon_tm
Bacaan Injil untuk renungan harian Katolik
Yohanes 16:12-15
Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya.
Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku.
Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku."
Demikianlah Sabda Tuhan U: Terpujilah Kristus
Renungan Harian Katolik Hari Ini, Rabu 25 Mei 2022
Membayangkan perpisahan saja sudah bikin sesak apalagi mengalaminya sendiri. Barangkali sulit buat Anda juga umat Tuhan lain jika berada di posisi para murid. Perasaan sedih campur putus asa ditinggal sosok yang jadi pegangan hidup.
Kendati demikian, Paulus dalam Kisah Para Rasul tampil di Atena dan tetap mengabarkan warta gembira. Orang Atena memuja "Allah yang tidak dikenal" di mezbah. Kemudian Paulus berusaha 'mengenalkan' Allah dengan berkata bahwa Allah itu "tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia".
Allah rupanya tidak dilayani. Justru Dialah yang memberikan hidup buat manusia. Pun dalam Injil, Yohanes menuliskan seolah memberikan penegasan bahwa Allah juga Sang Maha Tahu. Dia tahu bahwa para murid tidak mampu lagi menyerap apa yang Dia sampaikan.
Akan tetapi, dari kedua bacaan ini Anda diajak untuk menyadari bahwa Tuhan tak hanya hadir di tempat-tempat ibadah atau tempat-tempat yang disucikan. Dia ada di antara umat-Nya.
Apa yang diperlukan saat ini? Kepekaan hati. Kehadiran-Nya tak selalu ditandai dengan hal-hal baik yang Anda alami, entah itu kelimpahan rezeki atau kenaikan jabatan. Kehadiran Tuhan juga bisa ditandai lewat hal-hal sederhana yang membawa makna dan nilai dalam hidup.
Sudahkah Anda menyadari kehadiran Tuhan? Cobalah untuk membaca renungan harian Katolik hari ini, Rabu 25 Mei 2022.