Benarkah Mandi Darah Rusa yang Dilakukan Putin Bisa Obati Kanker?

CNN Indonesia
Rabu, 22 Jun 2022 17:00 WIB
Meski biasa dilakukan oleh sebagian masyarakat Rusia, namun terapi mandi darah rusa cukup kontroversial. Tak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut. Ilustrasi. Meski biasa dilakukan oleh sebagian masyarakat Rusia, namun terapi mandi darah rusa cukup kontroversial. (Pixabay/tpsdave)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Rusia Vladimir Putin dikabarkan melakukan terapi dengan cara mandi darah rusa untuk penyakit kanker.

Isu Putin mengidap kanker stadium lanjut ini memang santer diberitakan meskipun belum ada konfirmasi dan kepastian soal penyakit yang diderita.

Terlepas dari benar atau tidaknya penyakit kanker yang diidap Putin, benarkah darah rusa Siberia, terutama yang berasal dari tanduknya, bisa dijadikan pengobatan?


Mandi dan mengonsumsi darah dari tanduk rusa Siberia memang kerap dilakukan sebagian besar orang Rusia. Mereka percaya darah yang berasal dari tanduk rusa bisa memberikan kekuatan sehingga bikin awet muda.

Tengok saja seperti yang dilakukan peternakan rusa Siberia di Pegunungan Altai, atau tepatnya di Nikolskoe.

Manajer peternakan, Ludmila Korotkhih mengaku bahwa darah tersebut bukanlah obat, tapi merupakan suplemen untuk meningkatkan kekuatan tubuh.

"Ini lebih merupakan suplemen, membuat sistem kekebalan kita kuat, menyembuhkan tubuh, dan memberi kita kekuatan besar, khususnya libido pria." kata Korotkhih, melansir CNN.

Peternakan ini memiliki lebih dari 1.000 rusa. Darah biasanya akan diambil saat rusa berusia sekitar tiga tahun.

Banyak peternakan lain di wilayah Altai melakukan hal yang sama. Mereka memproduksi krim darah tanduk rusa, pil, hingga minuman beralkohol. Mandi darah seperti yang dilakukan Putin juga biasa dilakukan di wilayah ini.

Beberapa produknya juga dikirim ke negara-negara Asia, seperti China dan Korea Selatan. Sebagian masyarakat China dan Korea Selatan memiliki kepercayaan yang sama tentang manfaat darah rusa.

Tak Ada Bukti Ilmiah

Terapi ini sangat kontroversial. Kepercayaan akan manfaat darah tanduk rusa tersebut membuat sejumlah kelompok pemerhati kesejahteraan hewan menyebutnya sebagai biadab.

Tak cuma itu, terapi ini juga disebut tak memiliki landasan ilmiah.

Faktanya, hingga saat ini tak ada bukti bahwa darah tanduk rusa memiliki manfaat pemulihan. Beberapa lembaga penelitian Rusia menyarankan peninjauan lebih lanjut terkait hal tersebut.

Meski bukti ilmiah sangat kurang, namun kebiasaan tersebut masih terus berjalan.

Korotkhih tak melihat praktik itu akan hilang dalam waktu dekat. Bahkan, menurutnya darah tanduk rusa menjadi industri yang sedang berkembang.

Kebiasaan menggunakan darah tanduk rusa ini, diklaim Korotkhih, telah dilakukan sejak lama oleh penduduk di wilayah Altai.

"Awalnya itu [mandi darah tanduk rusa] adalah hal yang sangat lokal, tetapi kemudian menyebar dan sekarang ada banyak penelitian yang dilakukan," kata dia.

Laporan dari Proekt dikutip dari The Sun, mengatakan: "Seorang kenalan presiden mengklaim bahwa dia telah diperingatkan bahwa tidak ada bukti konklusif tentang manfaat mandi tanduk.

"Tapi Putin menyukainya, dan sejak itu dia mengunjungi Altai beberapa kali."

Kelompok pecinta binatang juga mengungkapkan ritual kuno barbar, yang dijuluki "viagra alami" karena kekejaman yang dilakukan untuk mendapatkan daging rusa tersebut. 

Laporan dari peternakan rusa menggambarkan bagaimana setiap hewan "digiring ke ruang pemotongan khusus" dengan mesin pres di sana.

Seseorang berkata: "Dua atau tiga berdiri di atas punggung rusa jantan dari atas, satu memegang tanduk berharga dan juga memegang moncongnya.

Kebiasaan aneh pemimpin Rusia itu untuk mandi darah pertama kali dilaporkan pada tahun 2017.

(tst/asr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER