Catatan Sejarah Warna Kiswah: Dari Merah hingga Hitam

CNN Indonesia
Jumat, 24 Jun 2022 14:01 WIB
Kiswah, kain berwarna hitam yang menutup Ka'bah, akan diganti dengan yang baru. Bagaimana sejarah warna kiswah? Kiswah, kain berwarna hitam yang menutup Ka'bah, akan diganti dengan yang baru. (AP/Saudi Media Ministry)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kiswah, kain berwarna hitam yang sepanjang tahun menjadi penutup Ka'bah akan diangkat setinggi tiga meter ketika musim ibadah haji berlangsung. Kain ini juga akan diganti tepat pada tanggal 9 Zulhijah dengan kain kiswah yang baru.

Anda tentu bertanya-tanya sejak kapan Ka'bah diberi penutup kain hitam yang kemudian disebut kiswah ini?

Ternyata, kiswah atau kain penutup Ka'bah ini memang telah digunakan sejak lama, bahkan sejak zaman pra-Islam. Disebutkan dalam Arab News, orang pertama yang menutup Ka'bah adalah seorang raja Yaman, yakni Tubbaa Al-Humairi.


Al-Humairi menutupi Ka'bah dengan kain tebal yang disebut 'khasf' dan kemudian dengan 'maafir', sebuah kain yang penamaanya diambil dari nama kota kuno di Yaman tempat kain itu dibuat.

Dia kemudian menutupinya lagi dengan milaa, kain lembut dan tipis yang dikenal sebagai rabitah. Setelah itu, dia menutupi Ka'bah dengan wasael, kain Yaman bergaris merah.

Penerus Al-Humairi kemudian menutup Ka'bah menggunakan kulit dan penutup qubati. Kala itu, banyak orang lain di era pra-Islam yang menutupi Ka'bah dan menganggapnya sebagai kewajiban agama dan kehormatan besar.

Beberapa catatan menunjukkan bahwa Kiswah pada saat itu berlapis-lapis di Ka'bah, dan ketika menjadi berat atau usang dihilangkan.

Kiswah Setelah Islam Masuk

Nabi Muhammad SAW dipastikan sebagai orang pertama yang menutupi Ka'bah setelah masa Islam. Kala itu, nabi menutupnya dengan qubati, yang merupakan kain tipis dan dibuat di Mesir.

Catatan menyebutkan bahwa dalam penaklukan Makkah, nabi menyimpan kiswah lama yang digunakan di zaman musyrik dan tidak menggantinya sampai seorang wanita membakarnya sambil mencoba mengharumkannya dengan dupa.

Raja-raja dan sultan-sultan Muslim kemudian melanjutkan tugas menutupi Ka'bah dan merawatnya. Selama era Saudi, kiswah telah mendapat perhatian besar. Negara Islam yang ada di Mesir pada saat itu terus mengirimkan Kiswah selama berabad-abad.

Perjalanan Warna Kiswah

Kita tahu, kiswah yang digunakan selama ini berwarna hitam dengan benang emas yang mengelilinginya bertuliskan lafadz Allah SWT. Sebagaimana kain penutup Ka'bah ini telah ada sejak lama, tentu warna yang digunakan pun tidak selalu hitam.

Disebutkan dalam Islamic Landmarks, mulanya kain yang digunakan sebagai kiswah ini bergaris putih-merah. Kain ini merupakan penutup yang dipasang oleh Nabi Muhammad SAW.

Di masa Abu Bakar Al-Siddiq, kain warna putih digunakan sebagai penutup. Dan kemudian di masa Ibn Al-Zubair menutupinya dengan brokat merah.

Khalifah Abbasiyah Al-Nassir kemudian mengubah warna kiswah menjadi hijau dan kemudian menjadi brokat hitam yang berlaku hingga saat ini.

(tst/asr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER