2 Cara Cek Status Cacar Monyet, Tes Lesi Kulit Dinilai Lebih Sensitif

CNN Indonesia
Sabtu, 06 Agu 2022 14:59 WIB
Bagaimana cara menentukan pasien positif cacar monyet? Pakar mengungkap dua bentuk tesnya. Ilustrasi. Cacar monyet memiliki sejumlah ciri. (Foto: REUTERS/DADO RUVIC)
Jakarta, CNN Indonesia --

Penyakit cacar monyet saat ini tengah diwaspadai dunia meski belum ada temuan kasus positif di Indonesia. Lantas bagaimana cara menentukan positif-negatif suspek cacar monyet ini?

Sejauh ini, sembilan dari 10 suspek di RI telah dinyatakan negatif setelah dilakukan pemeriksaan dan uji PCR.

Ketua Satgas Monkeypox Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Hanny Nilasari mengatakan ada dua tes yang bisa dilakukan pasien suspek cacar monyet untuk menentukan status penyakit yang dia derita.

"Ada dua, pertama PCR melalui tenggorokan, orofaring. Dan kedua, melalui lesi kulit," kata Hanny dalam virtual press briefing yang digelar secara daring, Jumat (5/8).

Untuk PCR melalui tenggorokan, tidak berbeda jauh dengan tes yang dilakukan saat SWAB test Covid-19. Namun, menurut Hanny hasil yang lebih meyakinkan biasanya berasal dari tes pada lesi kulit.

Penelitian spesimen pada lesi kulit ini memang menjadi salah satu faktor penentu konfirmasi kasus cacar monyet atau monkeypox pada pasien.

Salah satu pasien berstatus suspek monkeypox di Jawa Tengah pun saat ini sedang menjalani pemeriksaan lesi kulit meskipun hasil pemeriksaan orofaring-nya dinyatakan negatif.

Untuk diketahui, lesi merupakan kerusakan atau ketidaknormalan setiap bagian atau jaringan di dalam tubuh. Pada kasus cacar monyet, lesi ini juga berupa luka bernanah yang biasa muncul di beberapa bagian tubuh.

"Lesi kulit itu yang paling tinggi sensitivitasnya jika dibandingkan dengan pemeriksaan orofaring (tenggorok)," kata Hanny.

Walau begitu, penelitian spesimen lesi kulit ini juga tergantung pada cara pengambilan sampel. Semakin baru lesinya, jumlah virus terdeteksi pun makin banyak.

Bahkan kata dia, saat tes orofaring negatif tapi hasil tes lesi menunjukan positif, maka bisa dipastikan pasien tersebut memang terpapar cacar monyet.

"Kalau salah satu dari pemeriksaan dinyatakan positif (orofaring atau lesi kulit), itu terkonfirmasi positif monkeypox," katanya.

Lebih lanjut, dalam kesempatan itu, Hanny juga menjelaskan saat ini belum ada rumah sakit rujukan pasien cacar monyet di Indonesia yang secara khusus ditunjuk pemerintah. Yang disediakan pemerintah hanya laboratorium rujukan untuk pemeriksaan sampel virus monkeypox.

Laboratorium yang dimaksud diantaranya Laboratorium Pusat Studi Satwa Primata di Bogor dan Laboratorium Penelitian Penyakit Infeksi Prof. dr. Sri Oemijati di Jakarta.

Pasien yang memang memiliki gejala cacar monyet bisa mendatangi fasilitas kesehatan mana pun. "Kalau ada gejala, demam, manifestasi di kulit, diraba di leher ada benjolan, kita harus ke fasilitas kesehatan. Jangan diagnosis diri sendiri," katanya.

(tst/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER