Deret Kuliner yang Wajib Dicicip Saat di Banda Neira
CNN Indonesia
Minggu, 25 Sep 2022 12:10 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Kepulauan Banda banyak menghadirkan kuliner khas laut yang kaya akan rempah-rempah. (cnnindonesia/safirmakki)
Jakarta, CNN Indonesia --
Kepulauan Banda di Maluku Tengah makmur rempah dan berlimpah kekayan hasil lautnya. Dari kekayaan alamnya tersebut maka tak berlebihan banyak hasil kreasi kuliner yang dihasilkan secara turun-temurun dari masyarakat Banda.
Pada umumnya kuliner di daerah ini berbahan dasar hasil laut. Kuliner khas tersebut kerap dihadirkan masyarakat pesisir yang mayoritas memang berprofesi sebagai nelayan. Umumnya hasil tangkapan nelayan yakni mulai dari Ikan Tenggiri, Cakalang, Tongkol, hingga Kerapu.
Sementara itu di daerah kebun dan perbukitan, ragam kuliner berbahan dasar buah dan umbian pun banyak tercipta. Sebagai penghasil rempah Pala, masyarakat Banda juga banyak menjadikan komoditas ini menjadi varian cemilan yang otentik dijadikan sebagai oleh-oleh dari Banda.
Jika anda ke Banda, jangan lupa cicipi kuliner khas Banda dan oleh-oleh untuk dibawa pulang menu di bawah ini:
Ikan Asam Kuah Pala
Kuliner khas Banda Neira Ikan Kuah Asam Pala. CNN Indonesia/Safir Makki
Kebanggaan atas rempah Pala membuat masyarakat Banda menjadikan kuliner Ikan Asam Kuah Pala menjadi menu favorit bagi wisatawan. Banyak varian ikan yang kerap dijadikan bahan utama pada penganan ini, mulai dari tongkol hingga kakap.
Saat Belanda masih menjajah Nusantara, masakan ini menjadi sajian utama untuk petinggi-petinggi Banda. Keistimewaan dari masakan ini adalah selain cita rasa dari ikannya, kuahnya juga memiliki kenikmatan yang kaya akan bumbu rempah sehingga memberi rasa segar ketika kita mencicipinya.
Ulang-ulang
Kuliner khas Banda Neira Ulang-ulang. CNN Indonesia/Safir Makki
Makanan ini sekilas hampir mirip dengan pecel di Jawa, atau menu karedok di Jakarta. Menu ulang-ulang berisi sayur-sayuran segar, seperti kangkung, kacang panjang, terong, taoge, wortel, dan mentimun. Bumbu kacangnya juga dilumuri pada bagian atas ragam sayuran tersebut. Selain nikmat, menu ini menyehatkan.
Perbedaannya dengan karedok ataupun pecel, bumbu khas ulang-ulang berada di kenari tumbuk yang menjadi penambah gurih rasa kacang. Penambahan terasi, cabai ulek, sedikit garam, dan cuka juga menjadi instrumen penambah rasa segar menu andalan masyarakat Banda ini.
Pada umumnya, ulang-ulang tersaji dengan nasi, daun pepaya, dan ikan bakar bumbu kecap.
Bisa dijadikan menu hidangan di tepian pantai ataupun jadi oleh-oleh khas Banda Neira. Menu ini juga kerap ditemukan di Manado ataupun Kota Ambon. Merupakan kuliner yang terbuat dari ikan segar yang diambil dari perairan laut Banda.
Bakasang khas Banda Neira. CNN Indonesia/Safir Makki
Bakasang diolah dari isi perut ikan yang telah dibersihkan. Bahan yang telah siap lalu dihaluskan bersama bumbu lainya. Setelah itu, isi perut tersebut ditaburi garam lalu disimpan di dalam toples untuk kemudian dijemur di bawah sinar matahari selama kurang lebih satu minggu.
Bakasang biasa dihidangkan sebagai sambal yang melengkapi nasi dan ikan. Bisa juga dijadikan cocolan saat makan buah-buahan dan lalap.
Suami
Kuliner khas Banda Neira, Suami. CNN Indonesia/Safir Makki
Namanya cukup unik, karena biasanya dipadankan dengan kata istri. Di wilayah timur Indonesia, khususnya di Tanah Maluku, suami adalah masakan khas yang dibuat dari komponen utama singkong atau ubi parut.
Sebagai makanan pokok, biasanya pengganti nasi, cara membuat Suami adalah ubi atau singkong diparut sampai halus, lalu diperas airnya, dan kemudian dikukus. Dalam perjalanannya, makanan yang satu ini merupakan makanan turun temurun yang sudah ada sejak zaman nenek moyang masyarakat Maluku dan sekitarnya.
Manisan Buah dan Sirup Pala
Boleh jadi ini akan menjadi oleh-oleh yang wajib kamu bawa dari Banda Neira. Oleh-oleh ini sangat mudah dijumpai di pedagang-pedagang dan toko-toko yang ada di Banda Neira, mulai dari pasar atau lapak-lapak di pelabuhan.
Makanan dan minuman ini diracik dari daging buah pala. Padahal, di perkebunan, biasanya buah pala tak dipakai oleh para petani biji Pala. Meski demikian, saat diracik dan diolah oleh para warga, makanan dan minuman ini nyatanya sangat laris manis. Rasa dari sirup pala ini sungguh nikmat dan segar dan tanpa bahan pengawet karena buah pala sendiri sering menjadi bahan pengawet makanan.
Manisan pala dalam proses penjemuran (arsip CNNIndonesia)
Jakarta, CNN Indonesia --
Kepulauan Banda di Maluku Tengah makmur rempah dan berlimpah kekayan hasil lautnya. Dari kekayaan alamnya tersebut maka tak berlebihan banyak hasil kreasi kuliner yang dihasilkan secara turun-temurun dari masyarakat Banda.
Pada umumnya kuliner di daerah ini berbahan dasar hasil laut. Kuliner khas tersebut kerap dihadirkan masyarakat pesisir yang mayoritas memang berprofesi sebagai nelayan. Umumnya hasil tangkapan nelayan yakni mulai dari Ikan Tenggiri, Cakalang, Tongkol, hingga Kerapu.
Sementara itu di daerah kebun dan perbukitan, ragam kuliner berbahan dasar buah dan umbian pun banyak tercipta. Sebagai penghasil rempah Pala, masyarakat Banda juga banyak menjadikan komoditas ini menjadi varian cemilan yang otentik dijadikan sebagai oleh-oleh dari Banda.
Jika anda ke Banda, jangan lupa cicipi kuliner khas Banda dan oleh-oleh untuk dibawa pulang menu di bawah ini:
Ikan Asam Kuah Pala
Kuliner khas Banda Neira Ikan Kuah Asam Pala. CNN Indonesia/Safir Makki
Kebanggaan atas rempah Pala membuat masyarakat Banda menjadikan kuliner Ikan Asam Kuah Pala menjadi menu favorit bagi wisatawan. Banyak varian ikan yang kerap dijadikan bahan utama pada penganan ini, mulai dari tongkol hingga kakap.
Saat Belanda masih menjajah Nusantara, masakan ini menjadi sajian utama untuk petinggi-petinggi Banda. Keistimewaan dari masakan ini adalah selain cita rasa dari ikannya, kuahnya juga memiliki kenikmatan yang kaya akan bumbu rempah sehingga memberi rasa segar ketika kita mencicipinya.
Ulang-ulang
Kuliner khas Banda Neira Ulang-ulang. CNN Indonesia/Safir Makki
Makanan ini sekilas hampir mirip dengan pecel di Jawa, atau menu karedok di Jakarta. Menu ulang-ulang berisi sayur-sayuran segar, seperti kangkung, kacang panjang, terong, taoge, wortel, dan mentimun. Bumbu kacangnya juga dilumuri pada bagian atas ragam sayuran tersebut. Selain nikmat, menu ini menyehatkan.
Perbedaannya dengan karedok ataupun pecel, bumbu khas ulang-ulang berada di kenari tumbuk yang menjadi penambah gurih rasa kacang. Penambahan terasi, cabai ulek, sedikit garam, dan cuka juga menjadi instrumen penambah rasa segar menu andalan masyarakat Banda ini.
Pada umumnya, ulang-ulang tersaji dengan nasi, daun pepaya, dan ikan bakar bumbu kecap.
Panganan berbasis ikan menjadi kekhasan kuliner di Banda Neira. (cnnindonesia/safirmakki)
Bakasang
Bisa dijadikan menu hidangan di tepian pantai ataupun jadi oleh-oleh khas Banda Neira. Menu ini juga kerap ditemukan di Manado ataupun Kota Ambon. Merupakan kuliner yang terbuat dari ikan segar yang diambil dari perairan laut Banda.
Bakasang khas Banda Neira. CNN Indonesia/Safir Makki
Bakasang diolah dari isi perut ikan yang telah dibersihkan. Bahan yang telah siap lalu dihaluskan bersama bumbu lainya. Setelah itu, isi perut tersebut ditaburi garam lalu disimpan di dalam toples untuk kemudian dijemur di bawah sinar matahari selama kurang lebih satu minggu.
Bakasang biasa dihidangkan sebagai sambal yang melengkapi nasi dan ikan. Bisa juga dijadikan cocolan saat makan buah-buahan dan lalap.
Suami
Kuliner khas Banda Neira, Suami. CNN Indonesia/Safir Makki
Namanya cukup unik, karena biasanya dipadankan dengan kata istri. Di wilayah timur Indonesia, khususnya di Tanah Maluku, suami adalah masakan khas yang dibuat dari komponen utama singkong atau ubi parut.
Sebagai makanan pokok, biasanya pengganti nasi, cara membuat Suami adalah ubi atau singkong diparut sampai halus, lalu diperas airnya, dan kemudian dikukus. Dalam perjalanannya, makanan yang satu ini merupakan makanan turun temurun yang sudah ada sejak zaman nenek moyang masyarakat Maluku dan sekitarnya.
Manisan Buah dan Sirup Pala
Boleh jadi ini akan menjadi oleh-oleh yang wajib kamu bawa dari Banda Neira. Oleh-oleh ini sangat mudah dijumpai di pedagang-pedagang dan toko-toko yang ada di Banda Neira, mulai dari pasar atau lapak-lapak di pelabuhan.
Makanan dan minuman ini diracik dari daging buah pala. Padahal, di perkebunan, biasanya buah pala tak dipakai oleh para petani biji Pala. Meski demikian, saat diracik dan diolah oleh para warga, makanan dan minuman ini nyatanya sangat laris manis. Rasa dari sirup pala ini sungguh nikmat dan segar dan tanpa bahan pengawet karena buah pala sendiri sering menjadi bahan pengawet makanan.
Manisan pala dalam proses penjemuran (arsip CNNIndonesia)