Heboh Lift Hotel di Malaysia Bertanda 'Non-Halal', Apa Sebenarnya?

CNN Indonesia
Rabu, 05 Okt 2022 20:15 WIB
Sebuah hotel di Kuala Lumpur, Malaysia memasang tanda 'non-halal' pada lift yang ada di dalamnya. Sontak, tanda 'non-halal' tersebut pun memicu banyak protes. Ilustrasi. Sebuah hotel di Kuala Lumpur, Malaysia memasang tanda 'non-halal' pada lift yang ada di dalamnya. (iStockphoto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah hotel di Kuala Lumpur, Malaysia memasang tanda 'non-halal' pada lift yang ada di dalamnya. Sontak, tanda 'non-halal' tersebut pun memicu kecaman banyak pihak.

Salah satunya adalah aktivis sosial Malaysia, Siti Kassim. Ia mengunggah foto lift non-halal tersebut di media sosial pribadinya sembari mempertanyakan alasan di baliknya.

Di dalam unggahan itu juga terlihat jelas Hotel Four Points Kuala Lumpur sebagai hotel yang dimaksud.

"Jadi, seorang teman saya mengambil foto ini [Four Points by Sheraton Kuala Lumpur]. Bisakah pihak hotel menjelaskan alasan di balik ini?" tulis Siti di akun Instagramnya pada Senin (3/10) lalu.

[Gambas:Instagram]



Tak ayal, kabar tersebut pun viral di media sosial. Beberapa warganet juga mempertanyakan hal yang sama: mengapa harus ada lift berlabel non-halal?

Namun demikian, tak sedikit juga warganet yang memberi pembelaan. Beberapa warganet menduga bahwa label tersebut digunakan untuk menjelaskan bahwa lift digunakan untuk mengangkut produk non-halal.

Merespons kegaduhan, seorang juru bicara hotel memberikan penjelasan. Mengutip The Star, pihak hotel mengaku bahwa mereka harus memiliki lift halal dan non-halal untuk pergerakan barang.

"Itu bagian dari persyaratan sertifikasi halal," tulis perwakilan hotel melalui sebuah komentar di unggahan Siti.

Sementara itu, menurut Siti, seharusnya pihak hotel berani mempertanyakan aturan tersebut pada Departemen Pembangunan Islam Malaysia.

"Kenapa lift-nya terpisah? Apakah untuk menghindari kontaminasi silang? Saya pikir ini tak bisa menjadi alasan. Kontaminasi silang bisa terjadi di mana saja," ujar Siti berargumen.

Siti mengakui bahwa setiap perusahaan harus mematuhi banyak aturan untuk mendapatkan sertifikasi halal. Namun, bukan berarti perusahaan bisa menerima semua peraturan begitu saja.

Kasus ini bukan yang pertama kalinya di Malaysia. Pada tahun 2013, kejadian serupa pernah terjadi di salah satu hotel di Petaling Jaya.

Sebuah papan informasi di samping lift bertuliskan, "Lift ini hanya untuk mengangkut barang-barang halal. Untuk barang-barang non-halal, silakan gunakan tangga."

(asr/asr)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER