8 Penyebab Benjolan di Leher Seperti yang Dialami Jisoo BLACKPINK
CNN Indonesia
Rabu, 09 Nov 2022 21:00 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Masyarakat perlu tahu penyebab benjolan di leher seperti yang dialami Jisoo BLACKPINK. (Arsip YG Stage via Instagram @sooyaaa__)
Jakarta, CNN Indonesia --
Jisoo BLACKPINK membuat para penggemar khawatir. Ia terlihat memiliki benjolan di leher sebelah kanan saat menyanyi di atas panggung.
Banyak yang berspekulasi bahwa benjolan tersebut merupakan bentuk dari kelenjar getah bening yang membengkak. Beberapa penggemar bahkan mendesak agensi untuk melakukan medical check up pada bintang K-pop tersebut.
"Bukankah ini tumor di leher Jisoo? Dia harus pergi ke rumah sakit untuk biopsi. Bisa jadi fibroid ringan, tapi bisa juga tumor ganas. Pokoknya, itu terus membesar, dan akan hilang jika dia dioperasi," komen salah satu penggemar, sebagaimana dikutip dari AllKpop.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi hal tersebut, agensi YG Entertainment buka suara. Dalam pernyataannya, agensi tersebut mengungkapkan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari kondisi Jisoo saat ini. Kondisi kesehatan Jisoo sejauh ini diketahui baik.
Benjolan disebut hanya muncul saat Jisoo tengah mengalami kelelahan. Benjolan juga disebut tak mengganggu kegiatan sehari-harinya.
Di luar dari kondisi sebenarnya yang dialami Jisoo, masyarakat perlu tahu penyebab munculnya benjolan pada leher.
Penyebab Benjolan di Leher
Kondisi benjolan di leher dialami oleh banyak orang. Mengutip Healthline, munculnya benjolan pada leher juga bisa menjadi tanda seseorang mengalami berbagai kondisi kesehatan. Berikut di antaranya.
1. Pembengkakan kelenjar getah bening
Ilustrasi. Pembengkakan kelenjar getah bening, salah satu penyebab benjolan di leher. (iStockphoto/Maridav)
Banyak penggemar menduga Jisoo mengalami pembengkakan kelenjar getah bening. Kondisi ini pada dasarnya bisa menjadi tanda dari:
Kelenjar getah bening di leher pada umumnya timbul sebesar ukuran kacang polong. Namun, bisa membengkak hingga berdiameter 1 inci atau lebih besar.
Jika kelenjar getah bening membengkak sebagai respons terhadap infeksi, biasanya benjolan akan menyusut dalam waktu 2-3 minggu. Jika benjolannya tidak membesar selama beberapa minggu, itu bisa menjadi sesuatu yang lebih serius seperti leukemia.
Jika benjolan terasa hangat dan lembut saat disentuh, itu mungkin pertanda tubuh sedang melawan infeksi. Benjolan yang membengkak karena leukemia biasanya tidak menimbulkan rasa sakit.
Simak penyebab benjolan di leher lainnya di halaman berikutnya..
2. Lipoma
Lipoma adalah benjolan yang terbentuk oleh jaringan lemak tepat di bawah permukaan kulit. Lipoma biasanya tidak menimbulkan rasa sakit dan tidak berbahaya. Lipoma tidak perlu diangkat kecuali untuk alasan kosmetik.
3. Kista epidermoid
Kista epidermoid terletak tepat di bawah permukaan kulit dan diisi dengan keratin, protein yang membantu membentuk kulit dan rambut.
Kista ini biasanya tidak menimbulkan rasa sakit dan tidak menimbulkan masalah. Mereka bisa menjadi meradang dan perlu untuk diangkat.
4. Kista sebasea
Terdapat kelenjar sebaceous tepat di bawah kulit yang menghasilkan zat berminyak atau sebum untuk menjaga kelembapan dan perlindungan kulit. Kista sebaceous dapat terbentuk jika saluran kelenjar menjadi rusak atau tersumbat dan sebum menumpuk di dalamnya.
Bayi yang lahir dengan massa leher kemungkinan memiliki salah satu dari tiga massa leher bawaan, termasuk kista dermoid, kista sumbing branchial, dan kista duktus tiroglosus.
6. Cedera otot
Otot leher yang cedera dapat menyebabkan pembengkakan umum atau benjolan kecil terbentuk di bawah kulit. Dengan istirahat, cedera ini biasanya sembuh dengan sendirinya.
7. Gigitan atau sengatan serangga
Benjolan merah di leher yang muncul tiba-tiba mungkin merupakan reaksi dari gigitan nyamuk atau serangga lainnya. Gigitan dan sengatan serangga cenderung memiliki tampilan yang berbeda dan mungkin terasa gatal.
8. Kanker
Dalam kasus yang jarang terjadi, benjolan kecil yang terbentuk di leher adalah pembengkakan kelenjar getah bening karena leukemia atau limfoma.
Temui dokter jika benjolan tumbuh hingga diameter 1 inci atau lebih besar atau tidak menyusut setelah 2 minggu atau lebih. Benjolan bisa jadi gejala leukemia.
Demikian beberapa penyebab munculnya benjolan di leher yang perlu diketahui. Segera lakukan pemeriksaan jika benjolan tak kunjung hilang setelah beberapa lama.
Jakarta, CNN Indonesia --
Jisoo BLACKPINK membuat para penggemar khawatir. Ia terlihat memiliki benjolan di leher sebelah kanan saat menyanyi di atas panggung.
Banyak yang berspekulasi bahwa benjolan tersebut merupakan bentuk dari kelenjar getah bening yang membengkak. Beberapa penggemar bahkan mendesak agensi untuk melakukan medical check up pada bintang K-pop tersebut.
"Bukankah ini tumor di leher Jisoo? Dia harus pergi ke rumah sakit untuk biopsi. Bisa jadi fibroid ringan, tapi bisa juga tumor ganas. Pokoknya, itu terus membesar, dan akan hilang jika dia dioperasi," komen salah satu penggemar, sebagaimana dikutip dari AllKpop.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi hal tersebut, agensi YG Entertainment buka suara. Dalam pernyataannya, agensi tersebut mengungkapkan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari kondisi Jisoo saat ini. Kondisi kesehatan Jisoo sejauh ini diketahui baik.
Benjolan disebut hanya muncul saat Jisoo tengah mengalami kelelahan. Benjolan juga disebut tak mengganggu kegiatan sehari-harinya.
Di luar dari kondisi sebenarnya yang dialami Jisoo, masyarakat perlu tahu penyebab munculnya benjolan pada leher.
Penyebab Benjolan di Leher
Kondisi benjolan di leher dialami oleh banyak orang. Mengutip Healthline, munculnya benjolan pada leher juga bisa menjadi tanda seseorang mengalami berbagai kondisi kesehatan. Berikut di antaranya.
1. Pembengkakan kelenjar getah bening
Ilustrasi. Pembengkakan kelenjar getah bening, salah satu penyebab benjolan di leher. (iStockphoto/Maridav)
Banyak penggemar menduga Jisoo mengalami pembengkakan kelenjar getah bening. Kondisi ini pada dasarnya bisa menjadi tanda dari:
Kelenjar getah bening di leher pada umumnya timbul sebesar ukuran kacang polong. Namun, bisa membengkak hingga berdiameter 1 inci atau lebih besar.
Jika kelenjar getah bening membengkak sebagai respons terhadap infeksi, biasanya benjolan akan menyusut dalam waktu 2-3 minggu. Jika benjolannya tidak membesar selama beberapa minggu, itu bisa menjadi sesuatu yang lebih serius seperti leukemia.
Jika benjolan terasa hangat dan lembut saat disentuh, itu mungkin pertanda tubuh sedang melawan infeksi. Benjolan yang membengkak karena leukemia biasanya tidak menimbulkan rasa sakit.
Simak penyebab benjolan di leher lainnya di halaman berikutnya..
Penumpukan Jaringan Lemak hingga Kanker
Ilustrasi. Ada beberapa penyebab benjolan di leher. (iStockphoto/LookAod)
2. Lipoma
Lipoma adalah benjolan yang terbentuk oleh jaringan lemak tepat di bawah permukaan kulit. Lipoma biasanya tidak menimbulkan rasa sakit dan tidak berbahaya. Lipoma tidak perlu diangkat kecuali untuk alasan kosmetik.
3. Kista epidermoid
Kista epidermoid terletak tepat di bawah permukaan kulit dan diisi dengan keratin, protein yang membantu membentuk kulit dan rambut.
Kista ini biasanya tidak menimbulkan rasa sakit dan tidak menimbulkan masalah. Mereka bisa menjadi meradang dan perlu untuk diangkat.
4. Kista sebasea
Terdapat kelenjar sebaceous tepat di bawah kulit yang menghasilkan zat berminyak atau sebum untuk menjaga kelembapan dan perlindungan kulit. Kista sebaceous dapat terbentuk jika saluran kelenjar menjadi rusak atau tersumbat dan sebum menumpuk di dalamnya.
Bayi yang lahir dengan massa leher kemungkinan memiliki salah satu dari tiga massa leher bawaan, termasuk kista dermoid, kista sumbing branchial, dan kista duktus tiroglosus.
6. Cedera otot
Otot leher yang cedera dapat menyebabkan pembengkakan umum atau benjolan kecil terbentuk di bawah kulit. Dengan istirahat, cedera ini biasanya sembuh dengan sendirinya.
7. Gigitan atau sengatan serangga
Benjolan merah di leher yang muncul tiba-tiba mungkin merupakan reaksi dari gigitan nyamuk atau serangga lainnya. Gigitan dan sengatan serangga cenderung memiliki tampilan yang berbeda dan mungkin terasa gatal.
8. Kanker
Dalam kasus yang jarang terjadi, benjolan kecil yang terbentuk di leher adalah pembengkakan kelenjar getah bening karena leukemia atau limfoma.
Temui dokter jika benjolan tumbuh hingga diameter 1 inci atau lebih besar atau tidak menyusut setelah 2 minggu atau lebih. Benjolan bisa jadi gejala leukemia.
Demikian beberapa penyebab munculnya benjolan di leher yang perlu diketahui. Segera lakukan pemeriksaan jika benjolan tak kunjung hilang setelah beberapa lama.