Tren Kencan Online Picu Meroketnya Gonore-Klamidia di Inggris

CNN Indonesia
Sabtu, 26 Nov 2022 22:20 WIB
Tren kencan online jadi biang kerok meroketnya kasus infeksi menular seksual (IMS) di Inggris. Gonore dan klamidia menjadi IMS yang paling banyak ditemukan. Ilustrasi. Tren kencan online jadi biang kerok meroketnya kasus infeksi menular seksual (IMS) di Inggris. (Istockphoto/ PeopleImages)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tren kencan online jadi biang kerok meroketnya kasus infeksi menular seksual (IMS) di Inggris. Gonore dan klamidia menjadi IMS yang paling banyak ditemukan.

Mengutip The Guardian, sebuah laporan dari pemerintah setempat menyebutkan wanita menjadi kelompok yang paling berisiko. Mereka disebut lebih berisiko membutuhkan pengobatan untuk IMS.

"Tingginya akses ke ponsel pintar dan aplikasi kencan meningkatkan kasus IMS di Inggris," tulis laporan tersebut.

Pada tahun 2021, tercatat sebanyak 311.604 kasus IMS. Namun, sekitar 2 juta orang melakukan tes untuk mendeteksi IMS pada tahun yang sama. Angka ini meningkat 19 persen dibandingkan tahun 2020.

Tak cuma merebaknya penggunaan aplikasi kencan, peningkatan IMS juga ditemukan terjadi pada kelompok lansia.

Selain itu, tren 'chemsex' alias hubungan intim yang dilakukan sambil menggunakan obat-obatan juga meningkatkan risiko gonore dan klamidia.

Klamidia dan gonore adalah IMS yang disebabkan oleh bakteri. Mengutip Healthline, kedua IMS ini dapat menular melalui seks oral, vaginal, atau anal.

Gejala dari kedua IMS ini hampir serupa. Jadi, jika Anda memiliki salah satu dari gejalanya, terkadang sulit untuk memastikannya tanpa melakukan pemeriksaan laboratorium.

Beberapa orang dengan klamidia atau gonore mungkin tidak memiliki gejala. Namun saat timbul gejala, ada beberapa kesamaan seperti keluarnya cairan yang tidak normal dan berbau tidak sedap dari penis atau vagina, atau rasa panas saat buang air kecil.

Pada kasus klamidia, gejala umumnya tak akan terlihat pada satu pekan setelah terinfeksi. Sementara pada kasus gonore, umumnya wanita hanya mengalami gejala ringan, sedangkan pria biasanya mengalami gejala yang lebih parah.

Gejala yang paling jelas dari kedua IMS ini di antara lain:

- rasa terbakar saat buang air kecil,
- cairan yang tidak normal dan berubah warna dari penis atau vagina,
- keluarnya cairan abnormal dari rektum,
- rasa nyeri di rektum, dan
- perdarahan dari rektum.

Jika tertular kedua IMS ini, baik pria maupun wanita berisiko mengalami komplikasi, termasuk infertilitas atau kerusakan pada organ reproduksi.

(del/asr)


[Gambas:Video CNN]
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER