Penantian 11 Tahun, Pasangan Ini Peroleh Momongan Lewat Bayi Tabung

CNN Indonesia
Jumat, 02 Des 2022 08:15 WIB
Setelah 11 tahun menanti, pasangan asal Surabaya Yohannes Yulius dan Dina Liga dikaruniai buah hati pada 11 November 2022 lalu lewat program bayi tabung. Ilustrasi. Setelah 11 tahun menanti, pasangan asal Surabaya Yohannes Yulius dan Dina Liga dikaruniai buah hati pada 11 November 2022 lalu lewat program bayi tabung. (Pixabay/RitaE)
Jakarta, CNN Indonesia --

Setelah 11 tahun menanti, pasangan asal Surabaya Yohannes Yulius dan Dina Liga dikaruniai buah hati pada 11 November 2022 lalu lewat program bayi tabung.

Perjalanan menyambut putra pertama mereka, Jourell Faith Limantoro, bukan perjalanan yang mudah. Mulai dari temuan masalah kesehatan reproduksi sampai kegagalan transfer embrio mewarnai perjuangan keduanya.

Tapi rupanya, usaha dan doa terjawab dengan dua garis biru. Jourell pun lahir dengan berat badan 3 kilogram dan panjang 50 sentimeter melalui operasi caesar.

Keinginan untuk memiliki momongan sudah sejak lama ada. Namun, rezeki itu tak kunjung dipercayakan Sang Pencipta. Yohannes dan Dina sudah mencoba memeriksakan diri ke dokter tetapi hasilnya normal, tak ada masalah berarti.

"Sebenarnya kami pernah pergi ke beberapa dokter kandungan dan sempat jalani tes, tapi hasilnya sekadar istri saya dibilang normal," kata Yohannes.

Keduanya direkomendasikan untuk mengambil program bayi tabung di klinik fertilitas. Eksekusi ke klinik fertilitas pada April 2021 membuahkan temuan mengejutkan. Dokter menemukan ada masalah pada reproduksi yakni, permasalahan pada sperma Yohannes dan polip pada Dina.

Sadar bahwa ada yang tidak baik-baik saja, mereka berbenah dibantu tim dokter di klinik fertilitas. Setelah itu, program bayi tabung dimulai.

Program berjalan hingga akhirnya mereka mendapatkan dua embrio yang siap ditanam. Mereka memutuskan untuk transfer embrio pada Agustus 2021. Namun kehamilan belum bisa terjadi.

"September kami pikir sudah pasti jadi [hamil], karena ini program bayi tabung, kan. Tapi Tuhan berkehendak lain, setelah proses 11-12 hari tanam, hasil beta hCG (human Chorionic Gonadotropin) cuma 3, padahal minimum kalau hamil itu nilainya 100," ujarnya.

Kegagalan transfer embrio membuat keduanya sempat 'down'. Setelah beberapa bulan menata hati, mereka kembali mencoba proses yang sama.

Tuhan tampaknya memang meminta Yohannes dan Dina bersabar. Pada 11-12 hari setelah transfer embrio, kabar baik pun muncul. Dokter menyatakan bahwa kadar beta hCG 962 jauh melebihi batas minimal 100. Dipastikan, Dina berhasil hamil.

KLIK DI SINI UNTUK ARTIKEL SELENGKAPNYA.

Gif banner Allo Bank

(els/asr)


[Gambas:Video CNN]
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER