5 Masjid Ikonik di Yogyakarta, Cocok untuk Kegiatan Wisata Religi
CNN Indonesia
Jumat, 31 Mar 2023 18:45 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta. (CNN Indonesia/ Sutriyati)
Jakarta, CNN Indonesia --
Euforia masyarakat Indonesia akan datangnya bulan Ramadan sangat kental dirasakan, termasuk warga Yogyakarta. Bagaimana tidak? Kota ini memiliki banyak pesantren yang tersebar di seluruh wilayah.
Sebagai negara dengan mayoritas penduduknya memeluk agam Islam, masyarakat Indonesia cukup gemar menjalani kegiatan wisata religi di bulan suci Ramadan. Ini bahkan tradisi dan kebiasaan yang sayang dilewatkan.
Tidak sedikit tempat di Yogyakarta yang dipilih sebagai tempat bagi masyarakatnya untuk melakukan wisata religi. Biasanya, kegiatan yang dilakukan antara lain, beribadah, ziarah, itikaf, belajar di perpustakaan Islam dan museum islami demi memperdalam wawasan keagamaan.
Wisata religi merupakan jenis wisata yang berhubungan dengan aktivitas atau lokasi khusus yang berkaitan dengan aspek religi keagamaan. Wisata religi dimaknai sebagai kegiatan wisata ke tempat yang memiliki makna khusus bagi umat beragama tertentu.
Berikut daftar masjid di Yogyakarta yang cocok dijadikan tempat wisata religi.
1. Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta
Usia Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta lebih dari 2,5 abad, dan merupakan tempat bersejarah. Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta merupakan saksi bisu perjuangan umat Islam melawan para penjajah Belanda.
Kala itu, masjid ini digunakan tentara rakyat Indonesia bersama para pejuang Asykar Perang Sabil untuk menyusun strategi untuk menyerang Belanda. Masjid ini dibangunoleh Sri Sultan Hamengku Buwono I pada 29 Mei 1773.
Menjadi simbol harmonisasi sisi kebudayaan khas Kerajaan Yogyakarta yang sarat perjalanan sejarah dengan religiusitas masyarakatnya, tak salah bila masyarakat setempat memilih Masjid Gedhe Kauman sebagai lokasi wisata religi.
2. Masjid Soko Tunggal
Masjid Soko Tunggal Yogyakarta. (Detikcom/Edzan Raharjo)
Masjid Soko Tunggal terletak di dekat pintu masuk obyek wisata Taman Sari. Sesuai namanya, masjid tersebut hanya memiliki satu soko guru alias tiang penyangga saja. Padahal, biasanya bangunan berkonsep Jawa disangga oleh minimal empat tiang.
Selain bisa beribadah, kamu juga bisa mempelajari sejarah masjid yang terletak di kompleks Keraton Kesultanan Yogyakarta. Keunikan Masjid Soko Tunggal sudah terdengar hingga ke luar Yogyakarta, sehingga banyak umat muslim yang berkunjung ke sana.
Tanah yang ada di bawah masjid ini merupakan tempat dikuburkan 10 orang pejuang yang meninggal dalam Serangan Umum 11 Maret 1949. Arsitektur bangunan Masjid Soko Tunggal sarat makna. 4 batang saka bentung dan 1 batang saka guru sehingga semua berjumlah 5 buah, yang merupakan lambang negara Pancasila.
3. Masjid Gedhe Mataram Kotagede
Masjid Gedhe Mataram Kotagede menjadi tempat bersejarah penyebaran agama Islam di Kerajaan Mataram. Berdiri sekitar 1587, masjid tersebut memiliki pohon beringin berusia ratusan tahun.
Meski terkesan sederhana, namun masjid tersebut memiliki simbol-simbol yang bermakna sangat dalam, seperti Gapura Paduraksa yang menjadi simbol perpaduan budaya Hindu dan Islam.
Banyak warga dari berbagai daerah di Yogyakarta yang datang ke Masjid Gedhe Mataram ketika bulan Ramadan tiba. Tujuannya kebanyakan untuk wisata religi dan memperdalam wawasan keagamaan dari sejarah masjid ini.
4. Masjid An Nurumi
Pernahkah kamu melihat kubah Katedral St Basil di Moskow, Rusia? Ya, masjid ini memiliki rupa yang cukup mirip dengan bangunan tersebut. Pasalnya, Masjid An Nurumi memiliki 9 kubah warna-warni yang menghiasi atap bangunan.
Sembilan kubah tersebut digunakan untuk menggambarkan Wali Songo yang menyebarkan ajaran Islam di tanah Jawa. Masjidini terletak di Jalan Solo Km 15, Candisari, Kalasan, Sleman, Yogyakarta.
Selain punya tampilan bangunan luar yang unik, Masjid An Nurumi juga memiliki intrior yang mengagumkan. Langit-langit masjid dipenuhi kaligrafi bertuliskan Asmaul Husna, yang ditulis sampai lorong kubah masjid. Banyak kaum muslimin yang sengaja datang ke masjid ini, karena ingin melihat langsung kaligrafinya.
5. Masjid Kampus UGM
Masjid Kampus UGM, Yogyakarta. (Detikcom/Usman Hadi)
Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) memiliki kolam dengan air mancur yang mirip Taj Mahal di India. Selain menjadi tempat beribadah mahasiswa dan mahasiswi UGM, masjid tersebut juga acap kali dijadikan sarana berbagai kegiatan kampus yang islami.
Uniknya, ternyata tanah masjid tersebut sebelumnya digunakan sebagai kuburan orang-orang Tionghoa. Masjid megah ini adalah monumen 50 tahun UGM. Proses awal pembangunan masjid ini bertepatan dengan peristiwa reformasi 1998.
Kala itu, Masjid Kampus UGM diyakini sebagai simbol kegiatan reformasi di kampus yang memang banyak melahirkan aktivis reformasi. Tak ada salahnya berkunjung ke masjid ini, karena desain dan ornamennya sangat menarik, sehingga membuat kamu lebih khusyuk saat beribadah.
Jakarta, CNN Indonesia --
Euforia masyarakat Indonesia akan datangnya bulan Ramadan sangat kental dirasakan, termasuk warga Yogyakarta. Bagaimana tidak? Kota ini memiliki banyak pesantren yang tersebar di seluruh wilayah.
Sebagai negara dengan mayoritas penduduknya memeluk agam Islam, masyarakat Indonesia cukup gemar menjalani kegiatan wisata religi di bulan suci Ramadan. Ini bahkan tradisi dan kebiasaan yang sayang dilewatkan.
Tidak sedikit tempat di Yogyakarta yang dipilih sebagai tempat bagi masyarakatnya untuk melakukan wisata religi. Biasanya, kegiatan yang dilakukan antara lain, beribadah, ziarah, itikaf, belajar di perpustakaan Islam dan museum islami demi memperdalam wawasan keagamaan.
Wisata religi merupakan jenis wisata yang berhubungan dengan aktivitas atau lokasi khusus yang berkaitan dengan aspek religi keagamaan. Wisata religi dimaknai sebagai kegiatan wisata ke tempat yang memiliki makna khusus bagi umat beragama tertentu.
Berikut daftar masjid di Yogyakarta yang cocok dijadikan tempat wisata religi.
1. Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta
Usia Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta lebih dari 2,5 abad, dan merupakan tempat bersejarah. Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta merupakan saksi bisu perjuangan umat Islam melawan para penjajah Belanda.
Kala itu, masjid ini digunakan tentara rakyat Indonesia bersama para pejuang Asykar Perang Sabil untuk menyusun strategi untuk menyerang Belanda. Masjid ini dibangunoleh Sri Sultan Hamengku Buwono I pada 29 Mei 1773.
Menjadi simbol harmonisasi sisi kebudayaan khas Kerajaan Yogyakarta yang sarat perjalanan sejarah dengan religiusitas masyarakatnya, tak salah bila masyarakat setempat memilih Masjid Gedhe Kauman sebagai lokasi wisata religi.
2. Masjid Soko Tunggal
Masjid Soko Tunggal Yogyakarta. (Detikcom/Edzan Raharjo)
Masjid Soko Tunggal terletak di dekat pintu masuk obyek wisata Taman Sari. Sesuai namanya, masjid tersebut hanya memiliki satu soko guru alias tiang penyangga saja. Padahal, biasanya bangunan berkonsep Jawa disangga oleh minimal empat tiang.
Selain bisa beribadah, kamu juga bisa mempelajari sejarah masjid yang terletak di kompleks Keraton Kesultanan Yogyakarta. Keunikan Masjid Soko Tunggal sudah terdengar hingga ke luar Yogyakarta, sehingga banyak umat muslim yang berkunjung ke sana.
Tanah yang ada di bawah masjid ini merupakan tempat dikuburkan 10 orang pejuang yang meninggal dalam Serangan Umum 11 Maret 1949. Arsitektur bangunan Masjid Soko Tunggal sarat makna. 4 batang saka bentung dan 1 batang saka guru sehingga semua berjumlah 5 buah, yang merupakan lambang negara Pancasila.
Deretan Masjid di Yogyakarta yang Cocok untuk Wisata Religi
Ilustrasi masjid (Antara foto/Iggoy el Fitra)
3. Masjid Gedhe Mataram Kotagede
Masjid Gedhe Mataram Kotagede menjadi tempat bersejarah penyebaran agama Islam di Kerajaan Mataram. Berdiri sekitar 1587, masjid tersebut memiliki pohon beringin berusia ratusan tahun.
Meski terkesan sederhana, namun masjid tersebut memiliki simbol-simbol yang bermakna sangat dalam, seperti Gapura Paduraksa yang menjadi simbol perpaduan budaya Hindu dan Islam.
Banyak warga dari berbagai daerah di Yogyakarta yang datang ke Masjid Gedhe Mataram ketika bulan Ramadan tiba. Tujuannya kebanyakan untuk wisata religi dan memperdalam wawasan keagamaan dari sejarah masjid ini.
4. Masjid An Nurumi
Pernahkah kamu melihat kubah Katedral St Basil di Moskow, Rusia? Ya, masjid ini memiliki rupa yang cukup mirip dengan bangunan tersebut. Pasalnya, Masjid An Nurumi memiliki 9 kubah warna-warni yang menghiasi atap bangunan.
Sembilan kubah tersebut digunakan untuk menggambarkan Wali Songo yang menyebarkan ajaran Islam di tanah Jawa. Masjidini terletak di Jalan Solo Km 15, Candisari, Kalasan, Sleman, Yogyakarta.
Selain punya tampilan bangunan luar yang unik, Masjid An Nurumi juga memiliki intrior yang mengagumkan. Langit-langit masjid dipenuhi kaligrafi bertuliskan Asmaul Husna, yang ditulis sampai lorong kubah masjid. Banyak kaum muslimin yang sengaja datang ke masjid ini, karena ingin melihat langsung kaligrafinya.
5. Masjid Kampus UGM
Masjid Kampus UGM, Yogyakarta. (Detikcom/Usman Hadi)
Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) memiliki kolam dengan air mancur yang mirip Taj Mahal di India. Selain menjadi tempat beribadah mahasiswa dan mahasiswi UGM, masjid tersebut juga acap kali dijadikan sarana berbagai kegiatan kampus yang islami.
Uniknya, ternyata tanah masjid tersebut sebelumnya digunakan sebagai kuburan orang-orang Tionghoa. Masjid megah ini adalah monumen 50 tahun UGM. Proses awal pembangunan masjid ini bertepatan dengan peristiwa reformasi 1998.
Kala itu, Masjid Kampus UGM diyakini sebagai simbol kegiatan reformasi di kampus yang memang banyak melahirkan aktivis reformasi. Tak ada salahnya berkunjung ke masjid ini, karena desain dan ornamennya sangat menarik, sehingga membuat kamu lebih khusyuk saat beribadah.