Ada Kerusuhan dan Penjarahan, Amankah Traveling ke Prancis?
CNN Indonesia
Kamis, 06 Jul 2023 09:29 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Kerusuhan yang terjadi di Paris, Prancis. (Reuters/Stephanie Lecocq)
Jakarta, CNN Indonesia --
Pada tanggal 29 Juni 2023, Kedutaan Besar AS di Paris, Prancis, mengeluarkan peringatan keamanan sebagai tanggapan atas protes yang berpotensi berbahaya setelah penembakan fatal yang dilakukan polisi terhadap remaja berusia 17 tahun, Nahel Merzouk di Nanterre, pinggiran kota Paris.
Gelombang protes berdatangan hingga menimbulkan kerusuhan dan penjarahan di Paris dan kota-kota besar di Prancis lainnya. Melihat kondisi ini banyak membuat pelancong bertanya-tanya apakah masih untuk berkunjung ke Prancis.
Demonstrasi mungkin masih berlanjut, tapi pada Rabu (5/7), puncak kerusuhan di Prancis telah mereda. Namun, kedutaan-kedutaan besar berbagai negara mengimbau para pelancong tetap waspada dan menghindari daerah-daerah yang menjadi pusat aksi protes.
Para pelancong juga diminta tidak mendekat ke aktivitas yang sedang dilakukan polisi. Meskipun pariwisata bukanlah perhatian utama selama momen kritis kerusuhan di Prancis, banyak wisatawan yang bertanya-tanya mengenai keselamatan mereka.
Haruskah pelancong menjadwal ulang atau membatalkan rencana perjalanan ke Prancis? Seberapa aman atau tidak aman situasi ini bagi wisatawan saat ini? Langkah apa yang dapat diambil pengunjung untuk tetap aman selama mereka menginap?
Travel Off Path mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mungkin dilontarkan para pelancong yang hendak ke Prancis.
Apa yang Menurut Penduduk Lokal Harus Dilakukan Turis?
Juliette, seorang pelajar dan pelancong berpengalaman yang tinggal di Arondisemen ke-10 Paris, berbicara kepada Travel Off Path tentang perspektif lokal Paris tentang pariwisata selama masa yang penuh gejolak ini:
"Ini adalah malam keenam di mana keadaan agak sibuk di kota. Namun bukan berarti Paris berbahaya bagi turis. Sama sekali tidak berbahaya, setidaknya di wilayah tengah. Mungkin ada beberapa kerusuhan setelah gelap, dengan kembang api, kebakaran, penjarahan, tetapi kekerasan terhadap orang yang lewat di jalan tidak pernah terjadi. Tetap saja, kami belum benar-benar tahu bagaimana gerakan ini akan berkembang."
Rémi, seorang profesional muda di lingkungan Belleville Paris, setuju. "Place de la République atau Chatelet adalah daerah yang sedikit terpengaruh, tetapi selain itu,tempat-tempat wisata masih sangat terbuka dan mudah diakses," katanya. "Turis tidak akan terpengaruh."
Lokasi Adalah Segalanya
Protes sejauh ini terfokus di pinggiran kota di luar Peripherique Paris,yang memisahkan pusat kota dan arondisemennya dari pinggiran kota. Hampir semua tempat wisata dan hotel berada tepat di dalam batas pusat kota Paris, yang sebagian besar tidak terpengaruh oleh gelombang protes dengan aksi kekerasan.
Tifenn, pegawai publik yang tinggal di lingkungan Olympiades Paris, melihat sedikit risiko bagi wisatawan yang tinggal jauh dari pinggiran kota. "Paris masih sangat aman, terutama pada siang hari, saat tidak ada yang benar-benar di luar kebiasaan. Jika turis menginap di hotel di pusat kota Paris, tidak akan ada masalah."
Ini bukan untuk mengatakan bahwa wisatawan tidak akan merasakan dampak dari kerusuhan saat ini di pusat tujuan wisata mana pun. Pada Sabtu (1/7) malam, turis dan pengunjuk rasa dievakuasi oleh polisi dari Champs-Elysees, salah satu atraksi paling populer di Paris.
Pinggiran kota yang sangat terpengaruh oleh protes damai dan kekerasan sejauh ini adalah: Nanterre, Bezons, Gennevilliers, Garges-lès-Gonesse, Asnières-sur-Seine, Montreuil, Neuilly-sur-Marne, Clamart, Meudon, Trappes, Clergy, Guyancourt, Vigneux-sur-Seine, dan L'Île-St.-Denis.
Turis harus memperhatikan bahwa situasi di pinggiran kota sedang bergejolak dan harus dihindari. Minggu (2/7) dini hari, pengunjuk rasa menabrakkan mobil ke rumah walikota pinggiran selatan Paris L'Haÿ-les-Roses - lalu membakarnya. Istri walikota dan salah satu anaknya terluka.
Jika seorang pelancong berada di tempat yang salah pada waktu yang salah di pinggiran kota, mereka berisiko menghadapi aksi protes yang lebih keras. Wisatawan sangat dianjurkan untuk tetap berada di dalam pusat kota.
Risiko Kebanyakan Nokturnal
Sebagian besar protes dan hampir semua risiko kekerasan terjadi setelah matahari terbenam. Untuk berhati-hati, banyak wisatawan mungkin mengubah rencana perjalanan malam mereka, seperti:
- Memilih aktivitas dalam ruangan - Membuat reservasi makan malam dalam jarak berjalan kaki dari hotel mereka - Minum dan makan di teras lantai atas daripada meja pinggir jalan
Jam malam telah diberlakukan di kota terdekat Clamart dan Neuilly-sur-Marne, dan tampaknya menyebar ke pinggiran kota terdekat lainnya. Kota Paris saat ini tidak memiliki jam malam, tetapi metro tutup lebih awal pada malam hari.
Jakarta, CNN Indonesia --
Pada tanggal 29 Juni 2023, Kedutaan Besar AS di Paris, Prancis, mengeluarkan peringatan keamanan sebagai tanggapan atas protes yang berpotensi berbahaya setelah penembakan fatal yang dilakukan polisi terhadap remaja berusia 17 tahun, Nahel Merzouk di Nanterre, pinggiran kota Paris.
Gelombang protes berdatangan hingga menimbulkan kerusuhan dan penjarahan di Paris dan kota-kota besar di Prancis lainnya. Melihat kondisi ini banyak membuat pelancong bertanya-tanya apakah masih untuk berkunjung ke Prancis.
Demonstrasi mungkin masih berlanjut, tapi pada Rabu (5/7), puncak kerusuhan di Prancis telah mereda. Namun, kedutaan-kedutaan besar berbagai negara mengimbau para pelancong tetap waspada dan menghindari daerah-daerah yang menjadi pusat aksi protes.
Para pelancong juga diminta tidak mendekat ke aktivitas yang sedang dilakukan polisi. Meskipun pariwisata bukanlah perhatian utama selama momen kritis kerusuhan di Prancis, banyak wisatawan yang bertanya-tanya mengenai keselamatan mereka.
Haruskah pelancong menjadwal ulang atau membatalkan rencana perjalanan ke Prancis? Seberapa aman atau tidak aman situasi ini bagi wisatawan saat ini? Langkah apa yang dapat diambil pengunjung untuk tetap aman selama mereka menginap?
Travel Off Path mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mungkin dilontarkan para pelancong yang hendak ke Prancis.
Apa yang Menurut Penduduk Lokal Harus Dilakukan Turis?
Juliette, seorang pelajar dan pelancong berpengalaman yang tinggal di Arondisemen ke-10 Paris, berbicara kepada Travel Off Path tentang perspektif lokal Paris tentang pariwisata selama masa yang penuh gejolak ini:
"Ini adalah malam keenam di mana keadaan agak sibuk di kota. Namun bukan berarti Paris berbahaya bagi turis. Sama sekali tidak berbahaya, setidaknya di wilayah tengah. Mungkin ada beberapa kerusuhan setelah gelap, dengan kembang api, kebakaran, penjarahan, tetapi kekerasan terhadap orang yang lewat di jalan tidak pernah terjadi. Tetap saja, kami belum benar-benar tahu bagaimana gerakan ini akan berkembang."
Rémi, seorang profesional muda di lingkungan Belleville Paris, setuju. "Place de la République atau Chatelet adalah daerah yang sedikit terpengaruh, tetapi selain itu,tempat-tempat wisata masih sangat terbuka dan mudah diakses," katanya. "Turis tidak akan terpengaruh."
Lokasi Adalah Segalanya
Protes sejauh ini terfokus di pinggiran kota di luar Peripherique Paris,yang memisahkan pusat kota dan arondisemennya dari pinggiran kota. Hampir semua tempat wisata dan hotel berada tepat di dalam batas pusat kota Paris, yang sebagian besar tidak terpengaruh oleh gelombang protes dengan aksi kekerasan.
Wisatawan Sangat Dianjurkan Tetap Berada di Pusat Kota
Menara Eiffel di Paris, Prancis. (AFP/Ludovic Marin)
Tifenn, pegawai publik yang tinggal di lingkungan Olympiades Paris, melihat sedikit risiko bagi wisatawan yang tinggal jauh dari pinggiran kota. "Paris masih sangat aman, terutama pada siang hari, saat tidak ada yang benar-benar di luar kebiasaan. Jika turis menginap di hotel di pusat kota Paris, tidak akan ada masalah."
Ini bukan untuk mengatakan bahwa wisatawan tidak akan merasakan dampak dari kerusuhan saat ini di pusat tujuan wisata mana pun. Pada Sabtu (1/7) malam, turis dan pengunjuk rasa dievakuasi oleh polisi dari Champs-Elysees, salah satu atraksi paling populer di Paris.
Pinggiran kota yang sangat terpengaruh oleh protes damai dan kekerasan sejauh ini adalah: Nanterre, Bezons, Gennevilliers, Garges-lès-Gonesse, Asnières-sur-Seine, Montreuil, Neuilly-sur-Marne, Clamart, Meudon, Trappes, Clergy, Guyancourt, Vigneux-sur-Seine, dan L'Île-St.-Denis.
Turis harus memperhatikan bahwa situasi di pinggiran kota sedang bergejolak dan harus dihindari. Minggu (2/7) dini hari, pengunjuk rasa menabrakkan mobil ke rumah walikota pinggiran selatan Paris L'Haÿ-les-Roses - lalu membakarnya. Istri walikota dan salah satu anaknya terluka.
Jika seorang pelancong berada di tempat yang salah pada waktu yang salah di pinggiran kota, mereka berisiko menghadapi aksi protes yang lebih keras. Wisatawan sangat dianjurkan untuk tetap berada di dalam pusat kota.
Risiko Kebanyakan Nokturnal
Sebagian besar protes dan hampir semua risiko kekerasan terjadi setelah matahari terbenam. Untuk berhati-hati, banyak wisatawan mungkin mengubah rencana perjalanan malam mereka, seperti:
- Memilih aktivitas dalam ruangan - Membuat reservasi makan malam dalam jarak berjalan kaki dari hotel mereka - Minum dan makan di teras lantai atas daripada meja pinggir jalan
Jam malam telah diberlakukan di kota terdekat Clamart dan Neuilly-sur-Marne, dan tampaknya menyebar ke pinggiran kota terdekat lainnya. Kota Paris saat ini tidak memiliki jam malam, tetapi metro tutup lebih awal pada malam hari.