Mengintip Cocos, Kepulauan Indah di Australia Punya Budaya Jawa-Melayu
CNN Indonesia
Jumat, 07 Feb 2025 15:00 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Kepulauan Cocos, wilayah di Australia yang dikenal punya kemiripan budaya dengan Indonesia. (iStockphoto/Mlenny)
Jakarta, CNN Indonesia --
Kepulauan yang berada di bawah wilayah Australia dan terletak di tengah Samudera Hindia dikenal punya keunikan, karena memiliki kemiripan dengan budaya di Indonesia.
Kepulauan ini berada sekitar 2.800 kilometer sebelah barat laut Kota Perth, Australia dan lokasinya di selatan Pulau Jawa atau berjarak 1.200 kilometer dari Jakarta.
Kepulauan ini bernama Cocos atau juga dikenal dengan Keeling. Luas Kepulauan Cocos tidak lebih dari 14 kilometer persegi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati jaraknya terhitung lebih dekat dengan Indonesia, Kepulauan Cocos menjadi milik Australia. Lokasinya di antara Australia dan Sri Lanka dan berada di barat daya Pulau Natal. Mata uang resmi di Kepulauan Cocos adalah dolar Australia.
Ada 27 pulau kecil di Cocos, tapi hanya dua pulau yang berpenghuni, yakni West Island dan Home Island. West Island adalah pulau yang banyak dihuni orang Australasia dan berbahasa Inggris, sedangkan penduduk Home Island mayoritas keturunan Jawa Melayu.
Menurut situs Australia.com, bandara di Kepulauan Cocos berada di West Island, yang juga menjadi tempat pilihan kebanyakan turis untuk menginap karena ada akomodasi nyaman, supermarket, pusat informasi pengunjung, persewaan mobil, dan olahraga air.
Jika kamu berkunjung ke Home Island, pulau yang dihuni oleh sekitar 450 penduduk asli Cocos Malays, kamu bisa mendalami budaya setempat dan ikut kelas memasak Rasa Cocos, yang mengajarkan cara memasak hidangan tradisional Melayu dengan bantuan para tetua Cocos.
Kepulauan Cocos juga punya banyak situs menyelam yang beragam dan tidak terlalu ramai. Kamu mungkin bisa bertatap muka langsung dengan penyu hijau, pari manta, lumba-lumba, hiu, belut moray, wrasse, dan jika Anda beruntung, ikan Cocos pygmy angelfish.
Ada juga Cossies Beach di Kepulauan Cocos, yang pernah dijuluki sebagai pantai terindah di Australia tahun 2017. Wisatawan pun bisa mengikuti kelas selancar layang yang mendebarkan di destinasi ini.
Lalu, bagaimana bisa Kepulauan Cocos punya kemiripan budaya dengan Indonesia? Menurut berbagai informasi yang dirangkum, pada zaman penjajahan dahulu, banyak budak-budak yang dibawa dari Jawa, Serawak, dan Sabah untuk bekerja di Kepulauan Cocos.
Hal ini yang bikin penduduk di Home Island banyak dihuni keturunan orang Indonesia dan Malaysia dan mayoritas memeluk agama Islam. Selain itu, di Kepulauan Cocos juga ada kesenian wayang dan batik.
Bukan cuma itu, sinetron dan lagu-lagu Indonesia juga cukup dikenal di destinasi ini. Salah satu Tiktoker dengan akun @ariefcocos_ kerap membagikan video kehidupan di Kepulauan Cocos, yang lekat dengan adat Melayu.
Bahasa yang digunakan di Home Island kebanyakan adalah bahasa Melayu dan Betawi, yang merupakan campuran dari bahasa Jawa dan Sunda. Mereka memakai bahasa tersebut dengan pengucapan tersendiri dan memiliki campuran bahasa Inggris dan Skotlandia. Unik sekali, bukan?
Pemandangan indah dan bersih, pasir pantai yang putih, pohon-pohon kelapa yang seakan menari, hingga laut yang jernih bisa dinikmati kala berkunjung ke Kepulauan Cocos.
Walau terpencil, mobilitas di Kepulauan Cocos cukup baik, karena ada kapal feri bernama Cahaya Baru yang menghubungkan pulau-pulau utama di destinasi ini. Ada juga banyak fasilitas kesehatan, galeri seni sampai jaringan internet yang kencang.
Nah, bagaimana jadi penasaran kan untuk bisa berkunjung ke Kepulauan Cocos dan melihat seberapa mirip kebudayaan di sana dengan di tanah air?
Jakarta, CNN Indonesia --
Kepulauan yang berada di bawah wilayah Australia dan terletak di tengah Samudera Hindia dikenal punya keunikan, karena memiliki kemiripan dengan budaya di Indonesia.
Kepulauan ini berada sekitar 2.800 kilometer sebelah barat laut Kota Perth, Australia dan lokasinya di selatan Pulau Jawa atau berjarak 1.200 kilometer dari Jakarta.
Kepulauan ini bernama Cocos atau juga dikenal dengan Keeling. Luas Kepulauan Cocos tidak lebih dari 14 kilometer persegi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati jaraknya terhitung lebih dekat dengan Indonesia, Kepulauan Cocos menjadi milik Australia. Lokasinya di antara Australia dan Sri Lanka dan berada di barat daya Pulau Natal. Mata uang resmi di Kepulauan Cocos adalah dolar Australia.
Ada 27 pulau kecil di Cocos, tapi hanya dua pulau yang berpenghuni, yakni West Island dan Home Island. West Island adalah pulau yang banyak dihuni orang Australasia dan berbahasa Inggris, sedangkan penduduk Home Island mayoritas keturunan Jawa Melayu.
Menurut situs Australia.com, bandara di Kepulauan Cocos berada di West Island, yang juga menjadi tempat pilihan kebanyakan turis untuk menginap karena ada akomodasi nyaman, supermarket, pusat informasi pengunjung, persewaan mobil, dan olahraga air.
Jika kamu berkunjung ke Home Island, pulau yang dihuni oleh sekitar 450 penduduk asli Cocos Malays, kamu bisa mendalami budaya setempat dan ikut kelas memasak Rasa Cocos, yang mengajarkan cara memasak hidangan tradisional Melayu dengan bantuan para tetua Cocos.
Kepulauan Cocos juga punya banyak situs menyelam yang beragam dan tidak terlalu ramai. Kamu mungkin bisa bertatap muka langsung dengan penyu hijau, pari manta, lumba-lumba, hiu, belut moray, wrasse, dan jika Anda beruntung, ikan Cocos pygmy angelfish.
Ada juga Cossies Beach di Kepulauan Cocos, yang pernah dijuluki sebagai pantai terindah di Australia tahun 2017. Wisatawan pun bisa mengikuti kelas selancar layang yang mendebarkan di destinasi ini.
Lalu, bagaimana bisa Kepulauan Cocos punya kemiripan budaya dengan Indonesia? Menurut berbagai informasi yang dirangkum, pada zaman penjajahan dahulu, banyak budak-budak yang dibawa dari Jawa, Serawak, dan Sabah untuk bekerja di Kepulauan Cocos.
Penduduk Kepulauan Cocos Punya Kesenian Wayan dan Batik
Kepulauan Cocos di Australia. (PalawanOz via Wikimedia Commons (CC-BY-SA-3.0)
Hal ini yang bikin penduduk di Home Island banyak dihuni keturunan orang Indonesia dan Malaysia dan mayoritas memeluk agama Islam. Selain itu, di Kepulauan Cocos juga ada kesenian wayang dan batik.
Bukan cuma itu, sinetron dan lagu-lagu Indonesia juga cukup dikenal di destinasi ini. Salah satu Tiktoker dengan akun @ariefcocos_ kerap membagikan video kehidupan di Kepulauan Cocos, yang lekat dengan adat Melayu.
Bahasa yang digunakan di Home Island kebanyakan adalah bahasa Melayu dan Betawi, yang merupakan campuran dari bahasa Jawa dan Sunda. Mereka memakai bahasa tersebut dengan pengucapan tersendiri dan memiliki campuran bahasa Inggris dan Skotlandia. Unik sekali, bukan?
Pemandangan indah dan bersih, pasir pantai yang putih, pohon-pohon kelapa yang seakan menari, hingga laut yang jernih bisa dinikmati kala berkunjung ke Kepulauan Cocos.
Walau terpencil, mobilitas di Kepulauan Cocos cukup baik, karena ada kapal feri bernama Cahaya Baru yang menghubungkan pulau-pulau utama di destinasi ini. Ada juga banyak fasilitas kesehatan, galeri seni sampai jaringan internet yang kencang.
Nah, bagaimana jadi penasaran kan untuk bisa berkunjung ke Kepulauan Cocos dan melihat seberapa mirip kebudayaan di sana dengan di tanah air?