Pantai Kuta Bali Masuk 10 Destinasi Wisata Dunia yang Bikin Kapok
CNN Indonesia
Jumat, 20 Jun 2025 06:30 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ilustrasi suasana di Pantai Kuta, Bali. (ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)
Jakarta, CNN Indonesia --
Destinasi wisata seringkali diidentikkan dengan tempat yang menawarkan ketenangan, kenyamanan, dan keamanan, ideal untuk liburan pribadi maupun bersama orang terdekat.
Fasilitas lengkap dan pelayanan ramah diharapkan mampu menunjang pengalaman menyenangkan bagi setiap pengunjung. Namun, harapan ini kerap kandas di beberapa lokasi wisata populer.
Alih-alih bersenang-senang, wisatawan justru pulang dengan pengalaman traumatis dan kapok datang lagi akibat kondisi yang kotor, harga yang melambung, atau keramaian ekstrem, kemacetan, bahkan akses yang sulit dijangkau.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Daftar 10 destinasi wisata di bawah ini, melansir detik, bukanlah larangan untuk berkunjung, melainkan sebagai informasi agar wisatawan lebih waspada sebelum menentukan tujuan liburan.
Sebelum merencanakan perjalanan, disarankan untuk mencari informasi terbaru mengenai kondisi destinasi dan menyusun itinerary yang matang guna menghindari pengalaman tak menyenangkan.
Berikut 10 destinasi wisata yang bikin kapok berkunjung lagi
1. Pantai Kuta, Bali
Fodor's Travel menyarankan traveler untuk mempertimbangkan ulang rencana ke Pantai Kuta. Popularitasnya yang mendunia menjadikan pantai ini selalu padat oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.
Selain keramaian, Pantai Kuta juga bergulat dengan masalah sampah akibat ulah turis yang kurang bertanggung jawab.
2. Venesia, Italia
Venesia, dengan kanal dan gondolanya, seringkali digambarkan sebagai kota romantis yang memesona. Daya tarik utamanya memang masih ada, namun tergerus oleh membludaknya jumlah pengunjung dan infrastruktur kota yang tidak dirancang untuk menampung kepadatan tersebut.
Alhasil, wisatawan kerap terjebak kemacetan di kanal, membuat pengalaman menikmati ikon kota seperti Jembatan Rialto menjadi sulit.
3. Pantai Cancun, Meksiko
Dahulu, Cancun dikenal akan kekayaan kuliner dan kehidupan malam otentiknya yang semarak. Namun, pesona asli Cancun perlahan memudar. Pembangunan hotel dan pusat kuliner besar-besaran menggeser keberadaan kuliner lokal yang lebih otentik.
Kehidupan malam pun terasa semakin komersial, menjauh dari nuansa Cancun sebelum tersentuh kapitalisme.
4. Menara Eiffel, Prancis
Menara Eiffel masih menjadi impian banyak orang dan ikon Prancis yang mendunia. Namun, wisatawan harus siap menghadapi antrean lift yang mengular, harga tiket mahal, risiko copet, tumpukan sampah, dan ulah tidak menyenangkan dari pedagang kaki lima.
Meski tetap menarik untuk dilihat, pengalaman mengunjungi Menara Eiffel secara langsung mungkin kurang memuaskan.
5. Grand Canyon, Amerika Serikat
Grand Canyon dikenal dengan keindahan alamnya yang menenangkan dan ideal untuk petualangan. Sayangnya, membludaknya pengunjung telah merenggut pesona alami ini.
Jalur pendakian yang padat dan sampah yang berserakan membuat Grand Canyon tak ubahnya destinasi populer yang padat, bahkan macet di jalur-jalur pendakian. Banyak yang merindukan suasana Grand Canyon seperti sedia kala dan berharap ada upaya perbaikan kondisi saat ini.
6. Piramida Giza, Mesir
Keajaiban Giza masih menjadi magnet wisatawan, namun kondisi di sekitarnya bisa membuat mereka trauma dan enggan merekomendasikannya. Diduga, lemahnya penegakan aturan memicu maraknya jasa travel dan pemandu wisata ilegal.
Ditambah lagi, kehadiran pedagang dan unta yang agresif kerap mengganggu kenyamanan wisatawan dalam menikmati pemandangan piramida. Kini, banyak wisatawan memilih tempat yang lebih tenang meski tak sepopuler Giza.
7. Times Square, New York
Times Square yang ikonik memang menarik perhatian turis di New York. Namun, mereka mungkin kesulitan merasakan kekaguman terhadap kehidupan khas warga New York di sana.
Keramaian kota mempersulit pengambilan foto, ditambah lagi penampil jalanan yang agresif meminta uang, serta harga restoran dan toko suvenir yang mahal dengan kualitas tidak sebanding.
8. Taj Mahal, India
Taj Mahal di India. (Istockphoto/somchaisom)
Mengunjungi Taj Mahal kini berarti wisatawan harus berdesak-desakan dan menghadapi komersialisasi di berbagai sudut, sehingga sulit menikmati detail arsitektur dan kemegahannya.
Penjaja suvenir dan pemandu yang agresif juga menjadi gangguan. Oleh karena itu, banyak turis kini memilih berkunjung di jam-jam yang tidak ramai atau mencari lokasi di sekitar yang lebih tenang.
9. Tembok Besar, Cina
Tembok Besar merepresentasikan keagungan dan tekad kuat para penguasa serta masyarakatnya. Namun, keinginan untuk mengagumi bangunan kuno ini sirna akibat padatnya pengunjung dan pedagang kaki lima yang memenuhi area Tembok Besar.
Para aktivis sejarah dan lingkungan bahkan telah mengingatkan dampak keramaian ini terhadap kekuatan bangunan yang berusia ribuan tahun tersebut.
10. Marrakesh, Maroko
Pasar dan kehidupan tradisional Marrakesh dikenal dengan energinya yang besar, antusiasme, serta warna-warni menarik. Pesona ini masih ada, namun terganggu oleh perilaku pedagang lokal yang sangat agresif, membuat pengunjung tidak bisa menikmati suasana pasar dengan tenang.
Harga barang yang melambung tinggi dan keramaian ekstrem juga mengurangi minat turis untuk berbelanja. Selain itu, wisatawan asing juga kerap menjadi korban copet dan penipuan.
Jakarta, CNN Indonesia --
Destinasi wisata seringkali diidentikkan dengan tempat yang menawarkan ketenangan, kenyamanan, dan keamanan, ideal untuk liburan pribadi maupun bersama orang terdekat.
Fasilitas lengkap dan pelayanan ramah diharapkan mampu menunjang pengalaman menyenangkan bagi setiap pengunjung. Namun, harapan ini kerap kandas di beberapa lokasi wisata populer.
Alih-alih bersenang-senang, wisatawan justru pulang dengan pengalaman traumatis dan kapok datang lagi akibat kondisi yang kotor, harga yang melambung, atau keramaian ekstrem, kemacetan, bahkan akses yang sulit dijangkau.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Daftar 10 destinasi wisata di bawah ini, melansir detik, bukanlah larangan untuk berkunjung, melainkan sebagai informasi agar wisatawan lebih waspada sebelum menentukan tujuan liburan.
Sebelum merencanakan perjalanan, disarankan untuk mencari informasi terbaru mengenai kondisi destinasi dan menyusun itinerary yang matang guna menghindari pengalaman tak menyenangkan.
Berikut 10 destinasi wisata yang bikin kapok berkunjung lagi
1. Pantai Kuta, Bali
Fodor's Travel menyarankan traveler untuk mempertimbangkan ulang rencana ke Pantai Kuta. Popularitasnya yang mendunia menjadikan pantai ini selalu padat oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.
Selain keramaian, Pantai Kuta juga bergulat dengan masalah sampah akibat ulah turis yang kurang bertanggung jawab.
2. Venesia, Italia
Venesia, dengan kanal dan gondolanya, seringkali digambarkan sebagai kota romantis yang memesona. Daya tarik utamanya memang masih ada, namun tergerus oleh membludaknya jumlah pengunjung dan infrastruktur kota yang tidak dirancang untuk menampung kepadatan tersebut.
Alhasil, wisatawan kerap terjebak kemacetan di kanal, membuat pengalaman menikmati ikon kota seperti Jembatan Rialto menjadi sulit.
3. Pantai Cancun, Meksiko
Dahulu, Cancun dikenal akan kekayaan kuliner dan kehidupan malam otentiknya yang semarak. Namun, pesona asli Cancun perlahan memudar. Pembangunan hotel dan pusat kuliner besar-besaran menggeser keberadaan kuliner lokal yang lebih otentik.
Kehidupan malam pun terasa semakin komersial, menjauh dari nuansa Cancun sebelum tersentuh kapitalisme.
4. Menara Eiffel, Prancis
Menara Eiffel masih menjadi impian banyak orang dan ikon Prancis yang mendunia. Namun, wisatawan harus siap menghadapi antrean lift yang mengular, harga tiket mahal, risiko copet, tumpukan sampah, dan ulah tidak menyenangkan dari pedagang kaki lima.
Meski tetap menarik untuk dilihat, pengalaman mengunjungi Menara Eiffel secara langsung mungkin kurang memuaskan.
5. Grand Canyon, Amerika Serikat
Grand Canyon dikenal dengan keindahan alamnya yang menenangkan dan ideal untuk petualangan. Sayangnya, membludaknya pengunjung telah merenggut pesona alami ini.
Jalur pendakian yang padat dan sampah yang berserakan membuat Grand Canyon tak ubahnya destinasi populer yang padat, bahkan macet di jalur-jalur pendakian. Banyak yang merindukan suasana Grand Canyon seperti sedia kala dan berharap ada upaya perbaikan kondisi saat ini.
Deretan Destinasi Wisata di Dunia yang Bikin Trauma Wisatawan
Piramida Giza di Mesir. (REUTERS/MOHAMED ABD EL GHANY)
6. Piramida Giza, Mesir
Keajaiban Giza masih menjadi magnet wisatawan, namun kondisi di sekitarnya bisa membuat mereka trauma dan enggan merekomendasikannya. Diduga, lemahnya penegakan aturan memicu maraknya jasa travel dan pemandu wisata ilegal.
Ditambah lagi, kehadiran pedagang dan unta yang agresif kerap mengganggu kenyamanan wisatawan dalam menikmati pemandangan piramida. Kini, banyak wisatawan memilih tempat yang lebih tenang meski tak sepopuler Giza.
7. Times Square, New York
Times Square yang ikonik memang menarik perhatian turis di New York. Namun, mereka mungkin kesulitan merasakan kekaguman terhadap kehidupan khas warga New York di sana.
Keramaian kota mempersulit pengambilan foto, ditambah lagi penampil jalanan yang agresif meminta uang, serta harga restoran dan toko suvenir yang mahal dengan kualitas tidak sebanding.
8. Taj Mahal, India
Taj Mahal di India. (Istockphoto/somchaisom)
Mengunjungi Taj Mahal kini berarti wisatawan harus berdesak-desakan dan menghadapi komersialisasi di berbagai sudut, sehingga sulit menikmati detail arsitektur dan kemegahannya.
Penjaja suvenir dan pemandu yang agresif juga menjadi gangguan. Oleh karena itu, banyak turis kini memilih berkunjung di jam-jam yang tidak ramai atau mencari lokasi di sekitar yang lebih tenang.
9. Tembok Besar, Cina
Tembok Besar merepresentasikan keagungan dan tekad kuat para penguasa serta masyarakatnya. Namun, keinginan untuk mengagumi bangunan kuno ini sirna akibat padatnya pengunjung dan pedagang kaki lima yang memenuhi area Tembok Besar.
Para aktivis sejarah dan lingkungan bahkan telah mengingatkan dampak keramaian ini terhadap kekuatan bangunan yang berusia ribuan tahun tersebut.
10. Marrakesh, Maroko
Pasar dan kehidupan tradisional Marrakesh dikenal dengan energinya yang besar, antusiasme, serta warna-warni menarik. Pesona ini masih ada, namun terganggu oleh perilaku pedagang lokal yang sangat agresif, membuat pengunjung tidak bisa menikmati suasana pasar dengan tenang.
Harga barang yang melambung tinggi dan keramaian ekstrem juga mengurangi minat turis untuk berbelanja. Selain itu, wisatawan asing juga kerap menjadi korban copet dan penipuan.