Alasan Jam Tangan dan Ikat Pinggang Dilepas Saat Pemeriksaan Bandara
CNN Indonesia
Jumat, 25 Jul 2025 11:30 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ilustrasi pemeriksaan di bandara. (tifonimages/Thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia --
Kalau kamu suka traveling dengan transportasi udara, pasti sudah tidak asing lagi dengan rutinitas pemeriksaan di bandara.
Setiap penumpang pesawat wajib melewati proses pemeriksaan keamanan yang dilakukan oleh petugas bandara, terutama saat keberangkatan.
Biasanya pemeriksaan di bandara dilakukan dua kali. Ada satu momen ketika kamu diminta untuk melepas jam tangan dan ikat pinggang yang dipakai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tentunya ini bikin penasaran sebagian orang juga: mengapa harus dilepas? Ada alasan tertentu peraturan tersebut muncul.
Kalau kamu penasaran, simak penjelasan lebih lanjut di bawah ini. Ketahui juga berbagai jenis barang lainnya yang bakal diperiksa, supaya bisa kamu antisipasi agar waktumu tidak habis hanya untuk pemeriksaan.
Mengapa barang tertentu harus dilepas saat pemeriksaan bandara?
Permintaan untuk melepas jam tangan dan ikat pinggang bukan sekadar prosedur biasa, melainkan sudah diatur secara ketat dalam regulasi dunia penerbangan.
Berdasarkan Peraturan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Tahun 2010, setiap penumpang, personel pesawat, dan barang bawaan yang diangkut wajib melalui dua titik pemeriksaan keamanan (security check point).
Pemeriksaan pertama biasanya dilakukan sebelum penumpang melakukan proses check-in, dan pemeriksaan kedua dilakukan sebelum boarding.
Pada tahap awal, penumpang hanya diminta melepas jaket dan topi. Namun, pemeriksaan sebelum boarding akan jauh lebih ketat.
Semua benda berbahan logam harus dilepas dan diletakkan dalam wadah khusus agar dapat diperiksa menggunakan mesin X-ray. Jam tangan dan ikat pinggang, yang umumnya memiliki bagian logam, wajib dilepas agar tidak mengganggu proses deteksi.
Jika setelah melepas semua aksesori logam,metal detector masih berbunyi, petugas bisa meminta penumpang melepas sepatu yang terkadang ada bahan logamnya. Bila masih terdeteksi, pemeriksaan lanjutan berupa body check dilakukan di ruangan tertutup.
Tujuan utama dari aturan ini, yaitu demi keselamatan bersama. Logam yang melekat pada tubuh dapat menghalangi alat pendeteksi untuk menemukan benda berbahaya atau senjata yang mungkin disembunyikan.
Dengan melepas jam tangan, ikat pinggang, dan benda logam lainnya, proses pemeriksaan menjadi lebih efektif dan cepat.
Supaya tidak ribet saat pemeriksaan, sebaiknya hindari memakai aksesori berlogam yang tidak perlu, seperti ikat pinggang dengan gesper besar, perhiasan logam, jaket tebal, atau sepatu yang sulit dilepas.
Pakaian yang terlalu longgar juga bisa menimbulkan kecurigaan, sehingga memperlambat proses pemeriksaan.
Barang apa saja yang harus dikeluarkan dari tas saat pemeriksaan bandara?
Selain jam tangan dan ikat pinggang, ada beberapa barang lain yang biasanya harus dilepas atau dikeluarkan dari tas saat melewati pemeriksaan keamanan bandara.
Aturan ini umumnya mengacu pada standar TSA (Transportation Security Administration) yang berlaku secara internasional, meski ada sedikit perbedaan di tiap bandara.
Mengutip dari Stasher, berikut ini empat jenis barang yang wajib dilepas atau dikeluarkan dari tas saat pemeriksaan:
1. Cairan
Semua cairan yang dibawa harus dikeluarkan dari tas dan ditempatkan dalam kantong plastik transparan berukuran maksimal 1 liter (sekitar 3.4 ons atau 100 ml per botol).
Contohnya, sampo, kondisioner, pasta gigi, parfum, lotion, cairan pembersih kontak lensa, hingga produk perawatan rambut. Aturan ini bertujuan untuk menghindari risiko membawa bahan cair berbahaya.
2. Perangkat elektronik
Semua perangkat elektronik pribadi, seperti kamera, power bank, tablet, laptop, smartwatch, konsol gim, dan sebagainya harus dikeluarkan dari tas untuk diperiksa secara terpisah.
Biasanya, laptop harus ditempatkan tersendiri dalam wadah tanpa barang lain agar pemeriksaan X-ray berjalan optimal. Namun, ponsel biasanya boleh tetap berada di tas atau saku selama proses X-ray berlangsung.
3. Aksesori dan perhiasan
Barang-barang yang mengandung logam seperti ikat pinggang dengan gesper, perhiasan, kunci, jam tangan, dan benda logam besar lainnya, harus dilepas dan diletakkan di baki terpisah. Ini mencegah alarm metal detector berbunyi dan mempercepat proses pemeriksaan.
4. Makanan
Sejumlah bandara tertentu meminta penumpang mengeluarkan makanan dari tas untuk diperiksa secara terpisah. Hal ini bervariasi tergantung kebijakan bandara.
Bandara London Gatwick, misalnya, menyarankan agar makanan dan bubuk dikemas dalam bagasi tercatat (hold luggage) untuk menghindari pemeriksaan manual yang memakan waktu di mesin X-ray.
Dengan memahami alasan dan aturan di balik pemeriksaan bandara, serta mempersiapkan diri dengan baik, kamu bisa menjalani proses keamanan dengan lebih lancar tanpa stres. Tentunya, semua prosedur ini dilakukan untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan semua penumpang selama penerbangan.
Jakarta, CNN Indonesia --
Kalau kamu suka traveling dengan transportasi udara, pasti sudah tidak asing lagi dengan rutinitas pemeriksaan di bandara.
Setiap penumpang pesawat wajib melewati proses pemeriksaan keamanan yang dilakukan oleh petugas bandara, terutama saat keberangkatan.
Biasanya pemeriksaan di bandara dilakukan dua kali. Ada satu momen ketika kamu diminta untuk melepas jam tangan dan ikat pinggang yang dipakai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tentunya ini bikin penasaran sebagian orang juga: mengapa harus dilepas? Ada alasan tertentu peraturan tersebut muncul.
Kalau kamu penasaran, simak penjelasan lebih lanjut di bawah ini. Ketahui juga berbagai jenis barang lainnya yang bakal diperiksa, supaya bisa kamu antisipasi agar waktumu tidak habis hanya untuk pemeriksaan.
Mengapa barang tertentu harus dilepas saat pemeriksaan bandara?
Permintaan untuk melepas jam tangan dan ikat pinggang bukan sekadar prosedur biasa, melainkan sudah diatur secara ketat dalam regulasi dunia penerbangan.
Berdasarkan Peraturan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Tahun 2010, setiap penumpang, personel pesawat, dan barang bawaan yang diangkut wajib melalui dua titik pemeriksaan keamanan (security check point).
Pemeriksaan pertama biasanya dilakukan sebelum penumpang melakukan proses check-in, dan pemeriksaan kedua dilakukan sebelum boarding.
Pada tahap awal, penumpang hanya diminta melepas jaket dan topi. Namun, pemeriksaan sebelum boarding akan jauh lebih ketat.
Semua benda berbahan logam harus dilepas dan diletakkan dalam wadah khusus agar dapat diperiksa menggunakan mesin X-ray. Jam tangan dan ikat pinggang, yang umumnya memiliki bagian logam, wajib dilepas agar tidak mengganggu proses deteksi.
Jika setelah melepas semua aksesori logam,metal detector masih berbunyi, petugas bisa meminta penumpang melepas sepatu yang terkadang ada bahan logamnya. Bila masih terdeteksi, pemeriksaan lanjutan berupa body check dilakukan di ruangan tertutup.
Tujuan utama dari aturan ini, yaitu demi keselamatan bersama. Logam yang melekat pada tubuh dapat menghalangi alat pendeteksi untuk menemukan benda berbahaya atau senjata yang mungkin disembunyikan.
Dengan melepas jam tangan, ikat pinggang, dan benda logam lainnya, proses pemeriksaan menjadi lebih efektif dan cepat.
Supaya tidak ribet saat pemeriksaan, sebaiknya hindari memakai aksesori berlogam yang tidak perlu, seperti ikat pinggang dengan gesper besar, perhiasan logam, jaket tebal, atau sepatu yang sulit dilepas.
Pakaian yang terlalu longgar juga bisa menimbulkan kecurigaan, sehingga memperlambat proses pemeriksaan.
Barang Apa Saja yang Harus Dikeluarkan dari Tas Saat Pemeriksaan Bandara?
Barang apa saja yang harus dikeluarkan dari tas saat pemeriksaan bandara?
Selain jam tangan dan ikat pinggang, ada beberapa barang lain yang biasanya harus dilepas atau dikeluarkan dari tas saat melewati pemeriksaan keamanan bandara.
Aturan ini umumnya mengacu pada standar TSA (Transportation Security Administration) yang berlaku secara internasional, meski ada sedikit perbedaan di tiap bandara.
Mengutip dari Stasher, berikut ini empat jenis barang yang wajib dilepas atau dikeluarkan dari tas saat pemeriksaan:
1. Cairan
Semua cairan yang dibawa harus dikeluarkan dari tas dan ditempatkan dalam kantong plastik transparan berukuran maksimal 1 liter (sekitar 3.4 ons atau 100 ml per botol).
Contohnya, sampo, kondisioner, pasta gigi, parfum, lotion, cairan pembersih kontak lensa, hingga produk perawatan rambut. Aturan ini bertujuan untuk menghindari risiko membawa bahan cair berbahaya.
2. Perangkat elektronik
Semua perangkat elektronik pribadi, seperti kamera, power bank, tablet, laptop, smartwatch, konsol gim, dan sebagainya harus dikeluarkan dari tas untuk diperiksa secara terpisah.
Biasanya, laptop harus ditempatkan tersendiri dalam wadah tanpa barang lain agar pemeriksaan X-ray berjalan optimal. Namun, ponsel biasanya boleh tetap berada di tas atau saku selama proses X-ray berlangsung.
3. Aksesori dan perhiasan
Barang-barang yang mengandung logam seperti ikat pinggang dengan gesper, perhiasan, kunci, jam tangan, dan benda logam besar lainnya, harus dilepas dan diletakkan di baki terpisah. Ini mencegah alarm metal detector berbunyi dan mempercepat proses pemeriksaan.
4. Makanan
Sejumlah bandara tertentu meminta penumpang mengeluarkan makanan dari tas untuk diperiksa secara terpisah. Hal ini bervariasi tergantung kebijakan bandara.
Bandara London Gatwick, misalnya, menyarankan agar makanan dan bubuk dikemas dalam bagasi tercatat (hold luggage) untuk menghindari pemeriksaan manual yang memakan waktu di mesin X-ray.
Dengan memahami alasan dan aturan di balik pemeriksaan bandara, serta mempersiapkan diri dengan baik, kamu bisa menjalani proses keamanan dengan lebih lancar tanpa stres. Tentunya, semua prosedur ini dilakukan untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan semua penumpang selama penerbangan.
Barang Apa Saja yang Harus Dikeluarkan dari Tas Saat Pemeriksaan Bandara? BACA HALAMAN BERIKUTNYA