Lebih Aman Mana, Telur Rebus Matang atau Setengah Matang?
Telur rebus adalah salah satu makanan favorit banyak orang karena praktis dan bergizi. Namun, perdebatan sering muncul, lebih baik telur rebus matang atau setengah matang?
Sebagian orang menyukai telur rebus setengah matang karena teksturnya yang lembut dengan kuning telur yang masih meleleh. Telur seperti ini sering dijadikan pelengkap ramen atau dimakan bersama roti panggang.
Di sisi lain, telur rebus matang dianggap lebih aman karena dimasak hingga benar-benar matang.
Lebih baik telur rebus matang atau setengah matang?
Telur rebus setengah matang atau soft-boiled egg memang menggoda, tetapi ada risiko yang perlu Anda ketahui. Salah satunya adalah kemungkinan terpapar bakteri Salmonella, yang bisa menyebabkan keracunan makanan dengan gejala diare, mual, muntah, hingga demam.
Melansir Times of India, risiko utama dari telur yang dimasak tidak sampai matang adalah bakteri yang mungkin masih bertahan hidup. Itulah mengapa sangat penting memperhatikan sumber telur yang akan Anda konsumsi.
Untuk mengurangi risiko, pastikan telur yang digunakan masih segar, bersih, dan lebih baik jika sudah dipasteurisasi. Cuci kulit telur sebelum direbus, lalu pastikan putih telurnya benar-benar matang meski kuningnya masih sedikit cair.
Lantas, bagaimana dengan telur rebus matang?
Melansir Healthline, telur rebus matang atau hard-boiled egg dimasak hingga kuning dan putihnya padat. Dari sisi keamanan pangan, telur jenis ini jelas lebih unggul karena bakteri berbahaya sudah mati akibat panas.
Meski dimasak lebih lama, kandungan gizi pada telur rebus matang maupun setengah matang sebenarnya tidak jauh berbeda. Protein, vitamin, dan mineral tetap terjaga, hanya saja proses pemasakan yang terlalu lama bisa sedikit mengurangi beberapa nutrisi dari telur.
Kendati demikian, kabar baiknya tubuh justru lebih mudah menyerap protein dari telur yang sudah dimasak dibandingkan mentah. Sebuah studi menemukan, protein yang diserap dari telur matang mencapai 90 persen, sedangkan dari telur mentah hanya sekitar 50 persen.
Tips agar makan telur lebih sehat
Telur, baik yang direbus matang maupun setengah matang, bisa menjadi sumber nutrisi yang baik jika disajikan dengan cara tepat. Berikut beberapa tips yang bisa Anda ikuti:
1. Pilih metode memasak rendah kalori
Merebus atau mengolah jadi poached egg lebih sehat dibandingkan menggoreng, karena tidak menambah lemak ekstra.
2. Padukan dengan sayuran
Menambahkan sayuran saat mengkonsumsi telur bisa meningkatkan asupan serat dan vitamin.
3. Gunakan minyak yang stabil saat menggoreng
Jika ingin menggoreng, pilih minyak yang tahan panas tinggi seperti minyak alpukat atau minyak bunga matahari.
4. Pilih telur berkualitas
Telur organik atau dari ayam yang diberi pakan alami cenderung lebih kaya nutrisi.
5. Jangan terlalu lama memasak
Memasak telur terlalu lama bisa mengurangi kualitas gizinya dan meningkatkan kadar kolesterol teroksidasi.
Lebih baik telur rebus matang atau setengah matang?
Jika bicara soal rasa maka, pilihan kembali ke selera Anda. Namun, bila keamanan yang jadi pertimbangan utama, telur rebus matang tetap lebih unggul karena minim risiko bakteri.
Telur setengah matang bisa tetap dinikmati, asalkan Anda yakin dengan kebersihan dan kualitas telur yang digunakan.
Singkatnya, baik telur rebus matang maupun setengah matang sama-sama bergizi. Bedanya hanya pada tingkat keamanan. Oleh karenanya, pastikan Anda memilih yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi tubuh.
(tis/els)