Umumnya penyebab kadar gula darah tinggi adalah penyakit diabetes. Namun ternyata, diabetes bukan satu-satunya yang membuat gula darah seseorang meroket. Selain diabetes, berikut penyebab kadar gula darah tinggi.
Tanpa diabetes sekalipun, kadar gula darah Anda bisa tinggi karena dipengaruhi tiga faktor yakni, genetik, pola makan tidak sehat, dan kurang aktivitas fisik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pola makan tidak sehat misalnya, konsumsi gula berlebih dan karbohidrat olahan. Kemudian studi menunjukkan perilaku sedenter (kurang aktivitas fisik) meningkatkan risiko resistensi insulin.
Kadar gula darah Anda bisa meroket tidak hanya disebabkan diabetes tapi juga beberapa kondisi sebagai berikut.
Sindrom chusing merupakan kondisi langka akibat paparan hormon kortisol berlebih. Peningkatan kortisol dapat mengganggu insulin sehingga memicu resistensi insulin.
Penyakit pankreas seperti pankreatitis, kanker pankreas, dan fibrosis kistik bisa jadi penyebab gula darah tinggi.
Saat pankreas rusak, organ ini tidak bisa memproduksi cukup insulin untuk mengatur gula darah.
Orang dengan sindrom ovarium polikistik (PCOS) sering mengalami ketidakseimbangan hormon termasuk peningkatan kadar testosteron dan insulin.
Kondisi ini mengarah pada resistensi insulin sehingga memicu kelebihan glukosa dalam darah.
Tekanan secara fisik akibat cedera atau luka bakar bisa meningkatkan gula darah dengan mengubah metabolisme glukosa.
Tekanan secara fisik memicu respons stres sehingga tubuh melepas kortisol dan epinefrin yang meningkatkan produksi glukosa dan menghambat insulin.
Tubuh yang stres usai operasi memicu peningkatan sitokin dan hormon yang menaikkan produksi glukosa hati. Kondisi ini juga menghambat kemampuan insulin untuk menurunkan gula darah.
Melansir dari Very Well Health, sebayak 30 persen orang mengalami hiperglikemia atau kenaikan kadar gula darah akibat stres pascaoperasi.
Infeksi misal, pneumonia dan infeksi saluran kemih dapat meningkatkan kadar kortisol. Kenaikan kadar kortisol menghambat kemampuan insulin menurunkan gula darah.
Respons ini normal karena tubuh menyediakan energi bagi organ vital demi mendukung kinerja sistem kekebalan tubuh melawan infeksi.
Obat-obatan seperti, vasopresor katekolamin seperti dopamin dan norepinefrin, imunosupresan (takrolimus dan siklosporin), dan kortikosteroid dapat jadi penyebab gula darah tinggi.
Obat mengaktifkan enzim yang meningkatkan glukosa dan mengganggu kinerja insulin.
Ilustrasi. Penyebab gula darah naik tak hanya diabetes. Kondisi obesitas pun bisa bikin kadar gula darah Anda meroket. (Shutterstock) |
Obesitas jadi salah satu penyebab gula darah naik. Kelebihan sel lemak (adiposit) mengganggu keseimbangan glukosa dan insulin tubuh.
Sel lemak melepas protein inflamasi yang meningkatkan resistensi insulin dan faktor nekrosis tumor.
Beberapa penelitian menunjukkan penyakit gusi tingkat lanjut dapat menyebabkan peningkatan peradangan tubuh. Peradangan ini pada akhirnya dapat menaikkan kadar gula darah.
Penyakit gusi umum pada penderita diabetes. Tak heran sejumlah dokter gisi memeriksa tanda-tanda diabetes selama cek gigi dan mulut.
Penyebab gula darah naik salah satunya pemberian makan lewat selang atau intravena pada pasien rawat inap.
Makanan yang diberikan sering berisi larutan gula sehingga memicu kenaikan kadar gula darah.
(els)