6 Pantangan Makanan bagi Penderita Penyakit Saraf

CNN Indonesia
Minggu, 04 Jan 2026 20:05 WIB
Selain menjalani pengobatan, menjaga pola makan juga penting. Ada beberapa pantangan makanan bagi penderita penyakit saraf.
Ilustrasi. Selain menjalani pengobatan, menjaga pola makan juga penting. Ada beberapa pantangan makanan bagi penderita penyakit saraf. (istockphoto/LauriPatterson)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Peranan sistem saraf sangat penting bagi tubuh. Mulai dari mengatur fungsi gerak tubuh, proses berpikir, hingga mengatur emosi.

Jika sistem ini mengalami gangguan, penderitanya bisa mengalami nyeri di bagian tubuh tertentu, kesulitan koordinasi tubuh, hingga terganggu fungsi kognitif dan suasana hatinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Selain pengobatan medis untuk menyembuhkan penyakit saraf, menjaga pola makan juga penting. Ada beberapa pantangan makanan yang perlu diperhatikan.


Pantangan makanan bagi penderita penyakit saraf

Menurut Cleveland Clinic, penyakit saraf itu sendiri ada ratusan jenis. Ketika terganggu, bisa memengaruhi saraf di otak, sumsum tulang belakang, hingga saraf di seluruh tubuh.

Merangkum dari berbagai sumber, berikut beberapa pantangan makanan bagi penderita penyakit saraf agar gejala tidak bertambah parah.

1. Makanan olahan

Makanan olahan sering mengandung lemak tidak sehat, pengawet, bahan tambahan, hingga gula tersembunyi yang dapat memicu peradangan kronis. Peradangan ini merupakan salah satu penyebab utama nyeri saraf dan gangguan fungsi saraf.

Selain itu, makanan olahan biasanya rendah vitamin penting, seperti B12, B6, dan folat yang sangat dibutuhkan untuk kesehatan saraf. Contoh makanan jenis ini, antara lain keripik, biskuit, makanan beku siap saji, serta daging olahan seperti kornet dan sosis.


2. Makanan manis

Konsumsi gula berlebih juga dapat merusak saraf secara langsung ataupun tidak langsung, terutama pada penderita diabetes atau pradiabetes.

Gula meningkatkan kadar glukosa darah dengan cepat. Hal ini memicu stres oksidatif dan merusak serabut saraf kecil.

Selain itu, gula juga mengganggu kontrol metabolisme tubuh, menyebabkan kenaikan berat badan dan resistansi insulin yang memperburuk kondisi saraf.

3. Makanan tinggi garam

Asupan garam yang tinggi dapat meningkatkan tekanan darah dan mengurangi sirkulasi darah. Dua faktor ini bisa memperburuk kerusakan saraf.

Makanan kalengan, daging olahan, serta makanan cepat saji biasanya mengandung natrium tinggi. Sebaiknya, pilih menu versi rendah garam atau ganti dengan rempah-rempah alami untuk memberi rasa pada makanan.

4. Gorengan

Gorengan tidak hanya sulit dicerna, tetapi juga dapat memperparah gejala penyakit saraf, terutama neuropati. Kandungan lemak trans dalam gorengan dapat meningkatkan peradangan dan merusak pembuluh darah, sehingga memperburuk kerusakan saraf.

Lemak trans juga bisa meningkatkan kolesterol jahat (LDL), menurunkan kolesterol baik (HDL), dan mengganggu sirkulasi darah.

5. Makanan mengandung gluten

Gluten yang terdapat dalam jenis gandum tertentu, dapat memperburuk reaksi negatif pada penderita neuropati, terutama yang sensitif terhadap gluten.

Konsumsi gluten terus-menerus dapat memperparah gejala, seperti kelelahan dan gangguan saraf. Oleh karena itu, hindari produk roti, kue, cokelat, sereal, pasta, dan saus yang mengandung gluten.

6. Makanan yang terkontaminasi arsenik

Penderita penyakit saraf harus membatasi konsumsi makanan yang berpotensi mengandung arsenik. Biasanya, arsenik terdapat dalam beras putih ataupun merah.

Arsenik merupakan bahan kimia yang digunakan dalam pestisida untuk membunuh hama tanaman. Jika kadar arsenik dalam makanan melebihi batas aman, zat ini dapat merusak saraf tubuh.

Memperhatikan pantangan makanan sangat penting bagi penderita penyakit saraf agar kondisi tidak memburuk. Dengan pola makan yang tepat, penderita penyakit saraf dapat menjalani hidup lebih sehat.

(rea/fef)


[Gambas:Video CNN]