Penerbangan 2025: Level Kecelakaan Fatal Turun, Total Korban Jiwa Naik
Sederet insiden kecelakaan pesawat terjadi sepanjang 2025 dan memakan banyak korban jiwa. Lalu, bagaimana keselamatan penerbangan di seluruh dunia selama 2025?
Tahun lalu, kecelakaan penerbangan di seluruh dunia menelan korban tewas total sebanyak 366 jiwa, serta 37 orang lainnya yang terluka parah dalam turbulensi penerbangan. Angka ini lebih banyak 100 korban tewas dibandingkan tahun 2024.
Namun, risiko terbang tahun 2025 justru menurun. Tingkat kecelakaan fatal pada tahun 2024 adalah 1 banding 5 juta penerbangan, tetapi di tahun 2025 menurun menjadi 1 banding 7 juta penerbangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahli keselamatan untuk konsultan penerbangan Belanda To70, Adrian Young menyoroti beberapa kecelakaan penerbangan selama setahun terakhir. Menurutnya, penerbangan seluruh dunia tak bisa berpuas diri karena kefatalan kecelakaan berikut yang merenggut korban jiwa.
Sejauh ini, kecelakaan pesawat dengan korban jiwa terbesar yaitu tragedi Air India AI171.Terjadi pada 12 Juni 2025, pesawat jenis Boeing 787 itu terjatuh tepat beberapa detik setelah lepas landas dari Ahmedabad di India.
Saat itu pesawat sedang terbang menuju London Gatwick dan membawa 242 penumpang yang kebanyakan warga Inggris. Akibat kejadian tersebut, hampir semua penumpang tewas, termasuk 19 korban yang berada di darat.
Namun, ada satu-satunya orang yang selamat dalam kejadian tersebut, yaitu Vishwash Kumar Ramesh. Ia berhasil melarikan diri dari pintu darurat yang berada di sebelah kursinya.
"Awalnya, saya pikir saya sudah mati. Kemudian, saya menyadari bahwa saya masih hidup dan melihat celah di badan pesawat. Saya berhasil membuka sabuk pengaman, menggunakan kaki saya untuk mendorong melalui lubang itu, dan merangkak keluar," kata Ramesh dari ranjang rumah sakit, seperti dilansir Independent.
Sebuah laporan menyimpulkan, kecelakaan terjadi karena saklar bahan bakar untuk mesin jet kembar terputus. Kedua mesin kehabisan bahan bakar pada saat tenaga sangat dibutuhkan.
Sementara itu, kecelakaan lain yang terjadi pada 29 Januari 2025. Sebanyak 64 orang penumpang dan kru tewas dalam tragedi jet komuter American Airlines yang menabrak helikopter militer Black Hawk.
Kecelakaan ini terjadi ketika pesawat tengah melintasi jalur pendekatan ke bandara Nasional Reagan di Washington DC.
Tiga orang tentara yang menumpangi Helikopter Black Hawk juga menjadi korban tewas. Dalam kejadian ini, Kapten helikopter, Rebecca Lobach, dinilai telah membuat kesalahan fatal yang menyebabkan tabrakan.
Di Rusia, terjadi kecelakaan pesawat Antonov An-24 milik Angara Airlines pada 24 Juli 2025. Pesawat terjatuh karena menggunakan metode navigasi Non-Directional Beacon (NBD) ketika cuaca buruk.
Tinjauan kecelakaan menyebutkan, pesawat ini mencoba mendarat ke tanah sekitar 15 km dari landasan pacu, sebelum akhirnya pesawat terbakar.
Kecelakaan keempat selama tahun 2025 juga melibatkan pesawat baling-baling dalam penerbangan domestik. Sebanyak 13 orang tewas ketika Jetstream 32 jatuh ke laut, tepat setelah mereka lepas landas dari Roatan di Honduras.
Dalam peristiwa ini, lima penumpang berhasil selamat. Sebanyak 24 anggota kru dan 13 penumpang terluka parah selama turbulensi penerbangan terjadi.
Melihat beberapa peristiwa kecelakaan di atas, seorang pakar keselamatan menyimpulkan bahwa industri penerbangan perlu belajar dari gejala dan tanda-tanda awal sebelum kecelakaan terjadi.
(ana/wiw)[Gambas:Video CNN]