Belajar Hemat Melalui Metode Slow Shopping, Ini 5 Caranya
Kamu merasa terlalu boros, tetapi tetap tidak bisa mengerem pengeluaran? Mungkin ini saatnya untuk belajar hemat uang melalui dengan cara slow shopping.
Namun slow shopping itu sebenarnya apa, sih? Kalau kamu pernah mendengar mindful eating, konsep ini tidak berbeda jauh. Metode ini mengajarkanmu untuk lebih mindful saat berbelanja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa itu slow shopping
Menurut ahli keuangan dan budgeting konsumen, Andrea Woroch, slow shopping lebih mendorong seseorang untuk lebih berhati-hati dalam belanja. Fokusnya, yakni pada apa yang dibeli, mengapa membelinya, dan berapa banyak yang dihabiskan untuk pembelian tersebut.
"Ketimbang langsung membeli sesuatu secara impulsif begitu keinginan atau hasrat muncul, slow shopping mendorong Anda untuk memikirkan pembelian tersebut agar dapat membuat keputusan pembelian terbaik sesuai anggaran Anda, memberi Anda waktu untuk mengevaluasi kebutuhan, biaya, dan nilai," tutur Woroch, seperti dikutip dari Huffpost.
Saat melakukan slow shopping, kamu bakal lebih memperhatikan kualitas barang ketimbang kuantitasnya, tentu sangat bertolak belakang dari belanja impulsif.
Sayangnya, belanja impulsif menjadi kebiasaan yang sulit untuk diperbaiki. Berdasarkan survei yang dilakukan Bread Financial pada 2024, 62 persen konsumen Gen Z mengaku menghabiskan uang untuk mengikuti tren yang mereka pantau secara online. Adapun 79 persen belanja impulsif mereka dipengaruhi konten media sosial.
"Berbelanja secara perlahan dapat membantu Anda menghentikan kebiasaan buruk dalam mengelola uang ini dan membantu Anda menghindari FOMO (fear of missing out)," kata Woroch. Namun bagaimana caranya?
Belajar hemat uang dengan metode slow shopping
Crystal, kreator konten di akun TikTok @slowbuyclub, memperkenalkan framework lima pertanyaan yang ia gunakan sebelum melakukan pembelian apa pun. Cara ini bisa mengurangi pengeluaran impulsifnya hingga 50-70 persen.
Mengutip dari The Everygirl, berikut ini perincian lima pertanyaan tersebut yang bisa kamu terapkan kepada diri sendiri sebelum check out barang dari keranjang online shop.
1. Seberapa besar kemungkinan kamu akan membeli produk tersebut?
Di tahap pertama, kamu harus menentukan skor pembelian. Buat skala 1 sampai 10 untuk menilai apakah kamu memang membutuhkan produk tersebut.
Coba pikirkan seberapa besar keinginanmu untuk memilikinya? Kemudian pertimbangkan kondisi realistis. Misalnya, apakah bujetmu cukup untuk membelinya? Apakah sesuai dengan gaya hidupmu? Apakah produk ini bisa berguna dalam jangka panjang? Dari berbagai pertanyaan ini, kamu bisa menentukan skor pembelian.
2. Seberapa besar rasa kecewamu jika produk tersebut habis terjual?
Ilustrasi. Belajar hemat dengan metode slow shopping. (iStock/fizkes) |
Selanjutnya, buat skor kekecewaan dengan skala 1 sampai 3. Nilai 1, artinya kamu tidak kecewa, nilai 2 agak kecewa, dan nilai 3 sangat kecewa.
Skor ini untuk mengukur seberapa kuat reaksimu jika stok produk yang kamu inginkan habis. Misalnya, kamu tidak kecewa jika kaus kaki di keranjang belanja marketplace, tetapi sangat sedih jika kehabisan jaket kulit yang sangat kamu inginkan.

Ilustrasi. Belajar hemat dengan metode slow shopping. (iStock/fizkes)
