Turis Disentil Usai Keluhkan Warga Thailand Tak Fasih Bahasa Inggris

CNN Indonesia
Kamis, 15 Jan 2026 17:00 WIB
Ilustrasi turis naik Tuk Tuk di Bangkok, Thailand. (REUTERS/Athit Perawongmetha)
Jakarta, CNN Indonesia --

Baru-baru ini sebuah video viral dan mencuri perhatian publik, ketika turis asal Filipina mengeluhkan kurangnya kemahiran berbahasa Inggris warga Thailand saat ia berkunjung ke negara itu.

Video itu diunggah turis bernama Ann Berdin pada Minggu (11/1), dia meluapkan rasa frustrasinya karena sulit berkomunikasi selama di Thailand. Menurutnya masyarakat di sana kurang fasih berbahasa Inggris.

Dalam videonya, Ann mengklaim meskipun dia fasih berbicara bahasa Inggris, tapi itu tak membuatnya jadi lebih mudah berkomunikasi dengan warga lokal Thailand. Setelah itu, video keluhan Ann langsung viral dengan cepat.

"Saya orang Filipina. Tentu saja bahasa Inggris saya bagus, tetapi ketika saya tiba di Thailand itu tidak berguna," keluh Ann dalam video yang ia unggah, seperti dilansir dari VN Express.

Ann menambahkan, bahkan ketika ia sudah berbicara bahasa Inggris dengan baik sekalipun, tidak ada warga Thailand yang bisa memahaminya. Itu termasuk para pengemudi transportasi online hingga warga lokal, sehingga tak jarang dia membutuhkan penerjemah.

Pernyataan Ann ini mengundang kritik warganet, bukan hanya dari warga Thailand tetapi juga dari warga Filipina itu sendiri. Banyak yang mengatakan seharusnya Ann bisa beradaptasi dengan bahasa dan budaya negara yang ia kunjungi.

"Sebagai orang Filipina yang tinggal selama hampir dua tahun di Thailand, saya mengerti perjuangan Anda. Tapi ingat, kita tidak berada di negara kita sendiri, jadi kita harus menyesuaikan diri dan menghormati. Thailand bukan negara berbahasa Inggris," tulis seorang netizen.

Masih dalam komentar yang sama, netizen itu menekankan bahwa penduduk Thailand tidak menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, banyak yang tidak menggunakan bahasa itu untuk bekerja atau berkegiatan.

"Saya mengetahui saat mengunjungi Thailand, saya perlu menggunakan Google Translate di beberapa titik dan mempelajari beberapa kata dasar bahasa Thailand. Saya memiliki waktu yang luar biasa dan pasti akan kembali berkali-kali," tulis komentar yang lain.

"Beberapa orang berpikir mereka lebih unggul hanya karena mereka berbicara bahasa Inggris lebih baik daripada yang lain," sindir warganet lainnya.

Setelah Ann kebanjiran kritik, kemudian ia mengunggah satu video lagi. Dalam videonya yang baru, Ann meminta maaf kepada warga Thailand atas perilakunya yang mungkin sudah menyinggung banyak orang. Pada Selasa (13/1), video susulan itu diunggah di akun Facebook Ann.

Dia mengatakan video sebelumnya yang penuh kritikan itu sudah disalahpahami. Ia berdalih, tak ada niatan untuk menghina Thailand maupun warga lokal, murni hanya ingin berbagi pengalaman pribadi.

Ann mengklarifikasi, ia tak mengejek siapapun ketika menyebut bahwa warlok membutuhkan penerjemah. Dia juga bilang kalau ia menggunakan aplikasi penerjemah, mengakui kemampuan bahasa Inggrisnya pun tak sempurna, dan punya beberapa teman yang juga sulit berbicara bahasa Inggris.

"Saya tidak bermaksud membenci sesuatu tentang Thailand. Saya hanya menjelaskan apa pengalaman saya. Saya pikir saya mengatakannya dengan kata-kata yang salah," jelasnya.

Sebagai informasi tambahan, Thailand tercatat sebagai salah satu negara dengan tingkat kemahiran bahasa Inggris terendah di Asia, menurut Indeks Kemahiran Bahasa Inggris EF 2025.

Kemahiran bahasa Inggris di Thailand berada pada peringkat ke-116 dari 123 negara, posisinya tepat di atas Kamboja. Peringkat ini membuat Thailand termasuk ke dalam kategori "Kemahiran Sangat Rendah".

(ana/wiw)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK