Berabad-abad Berlalu, Desa Cantik Ini seperti Membeku dalam Waktu
Di jantung Northumberland, Inggris, ada sebuah desa yang memiliki kecantikan bak negeri dongeng. Adalah Blanchland, yang dianggap destinasi hidden gem atau permata tersembunyi, di mana diceritakan desa ini seperti membeku dalam waktu, karena tak banyak yang berubah dari tempat ini meskipun sudah berabad-abad berlalu.
Pada tahun 1165, Blanchland dibangun dengan menggunakan batu yang diambil dari Biara Blanchland. Sejak tahun itu hingga hari ini, tak banyak yang berubah dari bangunan itu. Bangunan yang berdiri dari bebatuan ini membuat kesan kuno desa semakin terasa, terlebih lagi pemandangan sekitarnya dikelilingi dengan perbukitan yang indah.
Jalanan berbatu yang berkelok menghubungkan seisi desa. Ketika menelusuri Blanchland melalui jalanan setapak itu, kamu akan sadar bahwa desa ini seperti tak beranjak dari masa lalu. Tak ada satupun toko modern terlihat di sini, semuanya serba kuno, antik, dan orisinil.
Tersembunyi di samping Sungai Derwent, hanya ada 135 penduduk yang menghuni desa cantik ini. Meskipun tak banyak, tetapi sejak 2011 kunjungan wisatawan ke Blanchland mulai meningkat.
Sebenarnya, tak banyak destinasi wisata yang bisa dijelajahi di desa ini, tapi justru itu dia yang menjadi daya tariknya. Blanchland menawan dengan Biara Blanchland-nya yang terkenal maupun Ruang Teh Biksu Putih (White Monk Tea Room) yang otentik.
Seperti pemukiman pada umumnya, terlihat ada sekolah di tengah desa. Adapun toko lokal dengan kotak pos berwarna putih di depannya yang khas. Sisanya? Cukup melihat setiap sudut di desa kuno ini sudah bisa memanjakan mata.
Blanchland menyimpan sejarah yang panjang dan lekat dengan pengaruh Prancis. Bahkan dari namanya, diambil dari kata "Blanche" dalam bahasa Prancis yang artinya "Putih". Jadi, dulu biarawan Prancis yang bekerja di Biara Blanchland identik menggunakan jubah berwarna putih, sehingga hal ini diabadikan dalam nama Blanchland.
Berbicara mengenai Biara Blanchland yang sedari tadi disebut, biara ini didirikan sebelum akhirnya kawasan tersebut berubah menjadi desa di tahun yang sama, tepatnya 1165 oleh Walter de Bolbec.
Melansir Mirror, Biara Blanchland pernah menjadi tempat persembunyian Raja Edward III ketika tengah bersiap melawan Skotlandia pada 1327.
Lokasinya yang strategis membuat beberapa pihak berebut menguasai tempat yang indah ini, mulai dari orang Skotlandia, Viking, Romawi, sampai kelompok di perbatasan Reivers tergiur untuk memiliki Blanchland.
Sampai akhirnya, Biara Blanchland berakhir di bawah kekuasaan Raja Henry VIII pada tahun 1539. Ketika jatuh di tangan Sang Raja, sebagian besar kompleks Blanchland dihancurkan, dibongkar, bahkan dilucuti. Sisa-sisa struktur bangunan kemudian diberikan kepada sekutu Raja Henry VIII, atau dijual kepada kolektor pribadi.