Wanita Disindir, Nge-Vlog Kena 'Panic Attack' Saat Turbulensi Pesawat
Baru-baru ini, seorang wanita dihujat warganet setelah video yang dia unggah viral di TikTok. Dalam video tersebut, warganet menilai wanita itu berlebihan merespons turbulensi dalam penerbangan.
Video yang diunggah akun @_youmia melalui platform TikTok pada Selasa (13/1), memperlihatkan wanita bernama Mia, terkena serangan panik ketika naik pesawat yang mengalami turbulensi.
Kemudian, videonya mendadak viral, tembus lebih dari 10 juta penonton dan 6.900 komentar, tetapi kebanyakan berisi hujatan. Melansir Mothership, reaksi Mia ini dinilai berlebihan dan terlalu dramatis oleh warganet, sehingga ia dikritik habis-habisan.
Awalnya, wanita asal Korea yang tinggal di Singapura ini sedang membuat vlog untuk merekam perjalanannya. Ia membuat video kegiatannya selama di pesawat seperti biasa, termasuk ketika menyantap makanan.
Namun, tiba-tiba Mia merasa cemas ketika pesawat mulai turbulensi. Dengan kondisi kamera masih menyala, ia pun merekam dirinya yang berteriak ketakutan saat pesawat sempat goyang.
Netizen yang menonton video langsung mengolok-oloknya. Mereka bilang Mia ini terkena "serangan panik performatif" karena masih sempat merekam dirinya sendiri selama terkena serangan panik. Terlihat Mia sempat melirik kamera sebelum berteriak, ini yang dituduh warganet sebagai settingan.
Beberapa juga mempertanyakan, bagaimana bisa orang terkena serangan panik tapi masih berpikir untuk mengatur kamera. Jika ia benar-benar mengalami serangan panik seperti yang dikatakannya, merekam diri sendiri jadi terkesan janggal.
Selang beberapa hari setelah videonya menjadi sorotan, Mia mengunggah video baru sebagai bentuk klarifikasi. Ia menegaskan bahwa serangan panik dan kecemasan yang ia alami ketika naik pesawat kemarin adalah nyata.
Bukan tanpa alasan atau cari sensasi semata, ternyata ada fakta yang tak diketahui oleh warganet. Ternyata, dalam video klarifikasi, Mia menjelaskan bahwa sebelumnya ia pernah menjadi korban penerbangan Singapore Airlines SQ321 yang mengalami turbulensi parah pada tahun 2024.
@_youmiaWhat I ate on the flight: anxious flyer edition 💅
♬ original sound - Mia
Dalam insiden itu, seorang pria Inggris berusia 73 tahun meninggal dunia, serta ada lebih dari 100 penumpang yang terluka. Sementara Mia sendiri patah tulang belakang, karena ketika kejadian ia sedang berada di kamar mandi.
Dalam unggahan klasifikasinya, Mia menunjukkan bukti foro-foto sinar-X tulang belakangnya dan fotonya ketika berada di rumah sakit setelah menjadi korban insiden SQ321.
"Di kepala saya, bahkan saya tidak bisa mengira itu hanya turbulensi, saya pikir pesawat benar-benar akan jatuh," ingat Mia.
Penerbangan SQ321 ketika guncangan turbulensi sempat membuat pesawat turun sejauh 54 meter dalam waktu kurang dari lima detik. Traumanya setelah itu membuat Mia sangat paranoid ketika pesawat mengalami turbulensi.
Dalam penerbangan terbarunya kemarin, Mia sampai berteriak karena benar-benar merasa takut dan teringat kembali akan traumanya. Dia kemudian meminta agar netizen tidak asal menilai dengan cepat sebelum tahu fakta di baliknya.
"Hanya karena kita tidak berhubungan, kita tidak harus menghakimi ketakutan orang lain, dan ketakutan itu terlihat berbeda untuk setiap orang," katanya.
Mia juga mengklarifikasi bahwa dia mengedit dan memposting video aslinya karena menurutnya itu lucu untuk dimasukkan ke dalam vlog. Namun, Mia mengakui bahwa mungkin dia telah memotong terlalu banyak rekaman, sehingga membuat orang lain berpikir reaksinya itu palsu.
Terlepas dari penjelasan Mia, beberapa komentar masih belum percaya dengan pembelaannya. Seorang pengguna TikTok mengatakan bahwa dia juga memiliki kecemasan (serangan panik) saat naik pesawat, tetapi tidak teriak sekeras itu seperti Mia. Namun, ada juga pendapat yang menilai komentar netizen terlalu kejam.
(ana/wiw)