Cuaca Tak Membaik, Penutupan TN Komodo Diperpanjang Hingga 20 Januari

CNN Indonesia
Sabtu, 17 Jan 2026 23:00 WIB
Balai Taman Nasional Komodo perpanjang penutupan layanan wisata hingga 20 Januari akibat cuaca buruk. Keselamatan wisatawan jadi prioritas utama. (Foto: Dok. Kementerian Pariwisata)
Jakarta, CNN Indonesia --

Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) memperpanjang penutupan sementara layanan wisata alam di kawasan Taman Nasional Komodo akibat cuaca buruk.

Penutupan sementara TN Komodo ini berlangsung hingga Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo membuka kembali aktivitas pelayaran kapal wisata. KSOP Labuan Bajo memperpanjang penutupan pelayaran kapal wisata akibat cuaca buruk hingga 20 Januari atau saat cuaca kembali membaik.

"Ikut KSOP. Sampai KSOP izinkan kapal wisata berlayar," kata Kepala BTNK Hendrikus Rani Siga, melansir Detik (17/1).

Ia meminta pelaku pariwisata hingga wisatawan untuk mematuhi pengumuman BTNK tersebut. Ia meminta semua pihak untuk mengutamakan keselamatan.

"Seluruh pelaku usaha pariwisata, makhoda, pemandu wisata, dan pengunjung wajib mengutamakan keselamatan serta mematuhi ketentuan dan arahan ini," ujar dia.

Sebelumnya, wisata alam Taman Nasional Komodo sudah ditutup sejak 12 hingga 15 Januari 2026 atau sampai cuaca kembali membaik. Namun, penutupan sementara itu kini diperpanjang.

Penutupan sementara ini karena ada potensi cuaca ekstrem berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Maritim Tenau Kupang pada 11 Januari 2026.

Selain itu, penutupan juga mempertimbangkan Maklumat Pelayaran KSOP Kelas III Labuan Bajo tanggal 12 Januari 2026 tentang peringatan potensi cuaca ekstrem.

Pada periode yang sama, KSOP Labuan Baji juga menutup total pelayaran kapal wisata masuk ke TN Komodo. KSOP Labuan Bajo kemudian memperpanjang larangan kapal wisata berlayar hingga 20 Januari atau sampai cuaca kembali membaik sesuai prakiraan BMKG.

(dmi/dmi)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK