Apakah Diabetes Penyakit Keturunan? Simak Penjelasan Lengkapnya
Diabetes merupakan salah satu penyakit kronis dan dapat menyerang berbagai kelompok usia. Tidak jarang, muncul kekhawatiran ketika seseorang mengetahui adanya riwayat diabetes dalam keluarganya. Namun apakah diabetes penyakit keturunan? Simak penjelasan lengkapnya.
Penyakit kronis ini memang berdampak besar pada kualitas hidup penderitanya. Tak hanya itu, diabetes sering dikaitkan dengan faktor keturunan, karena kerap ditemukan pada beberapa anggota keluarga dalam satu garis darah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Timbul anggapan bahwa seseorang yang memiliki orang tua atau saudara penderita diabetes akan otomatis mengalami penyakit yang sama. Oleh karena itu, memahami hubungan antara genetika, lingkungan, dan gaya hidup menjadi langkah awal untuk pencegahan.
Dikutip dari laman American Diabetes Association, berikut penjelasan dari sisi genetik dan lingkungan terkait penyakit diabetes yang perlu Anda ketahui.
Apakah diabetes penyakit keturunan?
Perlu dipahami bahwa diabetes tidak disebabkan oleh satu faktor tunggal. Terdapat penyakit diabetes tipe 1 dan tipe 2 yang melibatkan kombinasi faktor genetik serta lingkungan.
Seseorang dapat mewarisi kecenderungan genetik terhadap diabetes, tetapi gen saja tidak cukup untuk menyebabkan penyakit ini muncul. Diperlukan pemicu dari lingkungan agar diabetes benar-benar berkembang.
Fakta menarik yang mendukung hal ini berasal dari penelitian pada anak kembar identik. Meskipun mereka memiliki susunan gen yang sama persis, tidak selalu keduanya mengalami diabetes.
Pada diabetes tipe 1, jika satu saudara kembar terkena diabetes, kembar lainnya hanya memiliki kemungkinan sekitar 50 persen untuk mengalami kondisi yang sama. Adapun pada diabetes tipe 2, risikonya memang lebih tinggi, tetapi tetap tidak mencapai 100 persen.
Penyakit diabetes tipe 1
Tipe ini memiliki hubungan genetik, tetapi tidak sepenuhnya diturunkan secara langsung. Pada umumnya, seseorang dengan diabetes tipe 1 mewarisi faktor risiko genetik dari kedua orang tuanya.
Namun, mayoritas orang yang memiliki faktor risiko tersebut tidak pernah benar-benar mengalami diabetes tipe 1. Para peneliti meyakini, pemicu dari lingkungan berperan besar dalam memunculkan penyakit ini.
Faktor seperti iklim dingin, infeksi virus tertentu, serta pola makan di masa awal kehidupan diduga dapat meningkatkan risiko. Diabetes tipe 1 lebih sering berkembang pada musim dingin dan di wilayah dengan suhu rendah.
Faktor lain, bayi yang tidak mendapatkan ASI atau dikenalkan makanan padat terlalu dini, dilaporkan memiliki risiko yang lebih tinggi. Perkembangan diabetes tipe 1 juga berlangsung secara perlahan.
Pada banyak kasus, sistem kekebalan tubuh mulai menyerang sel penghasil insulin bertahun-tahun sebelum gejala muncul. Kondisi ini ditandai dengan adanya auto-antibodi dalam darah, yang dapat terdeteksi melalui pemeriksaan medis.
Penyakit diabetes tipe 2
Penyakit diabetes tipe 2 memiliki kaitan yang lebih besar dengan faktor keturunan dibandingkan tipe 1. Riwayat keluarga dan garis keturunan sangat memengaruhi risiko seseorang terkena diabetes tipe ini.
Meski demikian, faktor lingkungan dan gaya hidup tetap memegang peranan penting. Kebiasaan makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, serta obesitas sering kali terjadi dalam satu keluarga.
Hal inilah yang membuat diabetes tipe 2 tampak seperti penyakit yang diturunkan, padahal sebagian besar dipengaruhi oleh pola hidup yang serupa. Kabar baiknya, diabetes tipe 2 dapat dicegah atau ditunda.
Berbagai penelitian menunjukkan, olahraga secara teratur, menjaga berat badan ideal, dan pola makan sehat dapat menurunkan risiko secara signifikan. Pada individu dengan faktor genetik yang kuat pun, risiko bisa menurun.
Jadi, apakah diabetes penyakit keturunan? Jawabannya ya, tetapi tidak sepenuhnya. Faktor genetik memang berperan, baik pada diabetes tipe 1 maupun tipe 2, tetapi tidak bekerja sendiri.
Lingkungan, gaya hidup, dan kebiasaan sehari-hari memiliki pengaruh yang sama besarnya. Dengan pemahaman yang tepat serta langkah pencegahan sejak dini, risiko diabetes dapat dikendalikan meskipun terdapat riwayat penyakit dalam keluarga Anda.
(rti)[Gambas:Video CNN]

