Tahura Pancoran Mas Direvitalisasi, Apa Saja yang Bakal Dibangun?
Taman Hutan Raya (Tahura) Pancoran Mas yang terletak di Jalan Raya Cagar Alam No 54, Kota Depok, tengah direvitalisasi. Nantinya, Tahura Pancoran Mas akan disulap menjadi tempat wisata edukatif sekaligus spot olahraga masyarakat sekitar.
Ditargetkan rampung pada akhir 2027, Tahura Pancoran Mas digadang-gadang akan memiliki danau kecil dan jogging track. Selain itu, tempat ini juga diklaim sebagai rumah bagi sejumlah satwa dan keanekaragaman hayati.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rencananya di tahun sekarang, 2026, ini revitalisasi. Rampung pada 2027 akhir, saat itu udah bisa dinikmati lah ya, tapi kita enggak tahu, kan, perjalanan itu entah ada apa, gimana, apa gimana. Tapi kalau untuk ke depannya itu ada jalur track [joging], terus pagar lagi di sana, akses kayak seperti gerbang utama, jadi ada dua alternatif," kata pengawas Tahura Pancoran Mas, Imam Mahdi, Selasa (13/1), dilansir dari detiktravel.
Revitalisasi di bawah naungan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim) Kota Depok ini sedang memasuki tahap pembangunan pagar Tahura. Adapun gerbang kedua di sisi selatan juga nanti akan difungsikan sebagai jalur logistik dan evakuasi darurat.
Ada yang paling menarik dan jadi sorotan dari revitalisasi Tahura Panmas, yaitu akan dibangun sendang atau danau kecil di tempat/blok yang rawan banjir. Meskipun belum dipastikan berapa kedalaman danau kecil ini, tetapi fungsinya tak main-main.
Sendang ini bukan cuma hiasan semata, tapi berperan penting sebagai tempat penampungan air. Nantinya satwa bisa minum dari sendang ini. Hewan habitat air juga bisa bermain di sendang.
Selain jadi tempat minum dan tempat main satwa, danau kecil ini juga dijadikan tempat cadangan air darurat (shelter), berjaga-jaga apabila terjadi kebakaran hutan dan membutuhkan stok air.
"Kedua, kalau memang air itu tetap berada bisa awet gitu, kan, tiap tahunnya gitu. Ya itu, antisipasinya ketika terjadi nanti kebakaran gitu lho di lokasi tertentu, jadi sumber air, tuh, ada gitu lho. Sendang shelter darurat gitu, kalau untuk luas dan kedalamannya kita masih belum tahu detail ya nanti untuk gambarannya rencananya," jelasnya.
Revitalisasi ini juga termasuk mempersiapkan lintasan lari (jogging track) agar pengunjung yang datang bisa lari pagi di kawasan hutan yang asri. Selain itu, Tahura Pancoran Mas juga akan dibagi menjadi tiga blok utama, yaitu Blok Koleksi, Blok Perlindungan, dan Blok Khusus.
Blok Koleksi akan dikhususkan untuk tempat penataan tanaman endemik yang bekerja sama dengan IPB. Beberapa tanamannya termasuk rasamala, rotan besar, rotan badak, cemara laut, matoa, bisbul, hingga Kikonneng (akar Bajakah).
Bergeser ke Blok Khusus yang berbatasan dengan pemukiman warga. Area ini dilengkapi instalasi utilitas (kabel listrik dan pipa air). Di sini pengunjung juga bisa lihat situs sejarah. Sementara itu, Blok Perlindungan akan dibiarkan hadir secara alami dengan intervensi minim.
Tahura Pancoran Mas memang ingin dijadikan destinasi wisata edukasi, namun terbatas. Area UMKM pun dibatasi di gerbang utama saja. Pembatasan dilakukan demi menjaga dan tidak mengganggu ekosistem hutan.
Imam mengungkapkan, kurangnya tenaga ahli seperti botanis dan pakar satwa jadi salah satu tantangan dalam mengelola kawasan tersebut. Petugas di sana belajar otodidak, sambil sesekali bertukar ilmu dengan mahasiswa yang melakukan penelitian di sana.
"Karena, kan, enggak semuanya buat wisata aja, kadang-kadang, kan, buat edukasi pendidikan juga. Kayak anak-anak sekolah alam, nanya tanamannya, nanya hewannya gitu. Nah, kalau ada satu beberapa tim ahli enak gitu lho. Jadi kita kayak enggak kebingungan gitu kan," harap Imam.
(ana/asr)