7 Penyebab Ngidam Makanan Asin, Awas Bisa Jadi Gejala Penyakit
Camilan serba asin banyak digemari. Namun kadang keinginan untuk mengonsumsi yang asin-asin sulit dibendung. Kenapa bisa demikian? Ternyata ngidam makanan asin bisa mengarah pada gejala penyakit tertentu.
Tubuh memerlukan garam untuk berfungsi dengan baik dan menjaga jumlah cairan. Tentu saja jumlahnya jangan sampai berlebihan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akan tetapi, keinginan untuk mengonsumsi makanan serba asin sulit dihindari. Akibatnya, konsumsi garam bisa sampai melebihi jumlah yang disarankan.
Penyebab ngidam makanan asin
Kerap ngidam makanan asin? Kamu perlu hati-hati. Keinginan ini bisa saja didorong kondisi kesehatan tertentu.
1. Dehidrasi
Ketika mengalami dehidrasi, natrium dalam darah akan meningkat terlalu tinggi. Namun di waktu berbeda, kadar natrium bisa begitu rendah atau disebut dehidrasi hipotonia.
Melansir dari Healthline, jika kadar tersebut turun di bawah batas sehat, maka kamu mungkin merasa makanan asin terasa lebih enak.
Tanda dehidrasi atau ketidakseimbangan elektrolit antara lain, kulit dingin dan lembap, pusing, kehausan, sakit kepala, produksi urine menurun, perubahan mood, kram otot, mual dan muntah, juga kelelahan dan kebingungan.
2. Stres
Stres bisa membuatmu ngidam makanan asin. Ketika stres, tubuh melepas hormon kortisol dan hormon lain. Studi mengaitkan kadar kortisol tinggi dengan keinginan makan.
3. Kurang tidur
Ilustrasi. Kurang tidur bisa jadi salah satu penyebab ngidam makanan asin. (Pexels/cottonbro studio) |
Seperti stres, kurang tidur memengaruhi hormon dan keinginan mengonsumsi garam.
Kurang tidur memengaruhi hormon kortisol atau hormon stres, leptin yang memberitahu otak untuk berhenti makan, ghrelin yang mendorong nafsu makan, dan serotonin atau hormon perasaan senang.
"Ketika orang lelah dan menginginkan garam, mereka memiliki kemauan yang lebih rendah. Sinyal lapar mereka lebih kuat. Mereka kekurangan energi untuk menyiapkan makanan atau pergi keluar dan membeli pilihan makanan sehat. Semua faktor ini membuat lebih sulit untuk melawan keinginan makan," jelas ahli gizi Beth Czerwony melansitr dari Cleveland Clinic.
4. Penyakit Addison
Penyakit Addison merupakan penyakit langka yang dapat menurunkan jumlah kortisol dan aldosteron yang diproduksi kelenjar adrenal. Ketika kadar hormon-hormon ini menurun, tubuh mulai kehilangan natrium.
Selain keinginan mengonsumsi garam terus-menerus, orang dengan penyakit Addison bisa mengalami gejala seperti, kelelahan parah, pusing hingga pingsan, hilang nafsu makan, tekanan darah rendah, diare jangka panjang, dan bercak gelap pada kulit.
5. Sindrom pramenstruasi
Penelitian menunjukkan perempuan yang sedang PMS (Premenstrual Syndrome) mengalami perubahan hormon. Akibatnya, jelang menstruasi perempuan kerap ngidam makanan manis atau asin.
6. Sindrom Bartter
Orang dengan sindrom Bartter tidak dapat menyerap natrium. Natrium yang masuk tubuh akan hilang lewat urine sehingga tubuh selalu dalam kondisi kekurangan natrium.
7. Fibrosis kistik
Cystic fibrosis atau fibrosis kistik merupakan penyakit genetik yang biasanya ditemukan pada bayi.
Fibrosis kistik membuat tubuh kesulitan menjaga keseimbangan klorida. Pada kulit, kehilangan klorida membuat tubuh kehilangan natrium lewat keringat. Penyakit ini jadi salah satu penyebab ngidam makanan asin.
(els)[Gambas:Video CNN]

Ilustrasi. Kurang tidur bisa jadi salah satu penyebab ngidam makanan asin. (Pexels/cottonbro studio)