Feng Shui Ungkap Benda di Rumah yang Dipercaya Bawa Energi Buruk

CNN Indonesia
Senin, 16 Feb 2026 12:10 WIB
Ilustrasi. Ada beberapa benda yang sebaiknya tidak ada di rumah menurut Feng Shui. (iStockphoto/Helin Loik-Tomson)
Jakarta, CNN Indonesia --

Rumah kerap dianggap sekadar tempat berlindung. Namun dalam feng shui, hunian dipercaya sebagai ruang hidup yang terus-menerus berinteraksi dengan energi penghuninya.

Tak heran, penataan rumah, termasuk barang yang disimpan dan dipajang dinilai berpengaruh pada ketenangan, kesehatan, hingga keberuntungan.

Belakangan, pembahasan soal energi negatif di rumah juga kembali ramai, terutama memasuki Tahun Kuda Api. Tahun ini diyakini membawa dinamika kuat, sehingga rumah perlu diatur lebih sadar agar energi yang mengalir tetap harmonis.

Benda yang bawa energi buruk di rumah

Menurut pakar Feng Shui Angelina Fang dari Feng Shui Consulting Indonesia, ada sejumlah benda yang sebaiknya tidak ada di rumah karena diyakini bisa menghambat energi positif atau bahkan menarik kesialan. Berikut beberapa bendanya:

1. Benda muram dan tak sedap dipandang

Angelina menekankan, prinsip dasar feng shui adalah keindahan dan kenyamanan visual. Barang-barang yang terlihat muram, sedih, ambigu, atau mengancam sebaiknya dihindari.

"Wajah-wajah sedih, suram, atau ekspresi yang tidak enak dilihat itu sebenarnya memberikan sinyal ketidakharmonisan," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Selasa (20/1).

Lukisan atau dekorasi dengan nuansa murung, figur menangis, atau ekspresi emosional negatif dipercaya bisa memengaruhi kondisi mental penghuni rumah dalam jangka panjang, apalagi jika dilihat setiap hari.

2. Patung dan ornamen binatang

Dalam feng shui, patung binatang juga perlu disikapi hati-hati. Terlebih jika binatang tersebut bertabrakan dengan shio tahun berjalan. Misalnya, di tahun Kuda Api yang dimulai saat Imlek 2026.

"Misalnya tahun Kuda, lalu ada patung tikus yang dipajang, itu bisa terkena ciong," kata Angelina.

Bukan soal keunikan semata, tetapi simbol-simbol tersebut dipercaya memberi sinyal ketidakharmonisan di sektor rumah tertentu, yang bisa berkaitan dengan masalah kesehatan atau relasi penghuni.

3. Gambar yang menyiratkan konflik

Angelina juga menyoroti lukisan atau foto yang secara simbolik memunculkan konflik relasi, misalnya gambar satu pria dengan dua perempuan, atau karya seni dengan nuansa galau dan tertekan.

"Ada klien yang tanpa sadar memajang artwork perempuan yang terlihat sedih, menangis. Ternyata penghuni rumah memang sedang mengalami kegalauan atau depresi," ujarnya.

Dalam feng shui, apa yang dipajang dianggap sebagai aspirasi bawah sadar. Karena itu, gambar yang menyiratkan ketidaksetiaan, kesedihan, atau konflik sebaiknya tidak dibiarkan menghiasi rumah.

Bagaimana agar rumah tetap nyaman dan positif?

Alih-alih memenuhi rumah dengan banyak dekorasi, feng shui justru menganjurkan kesederhanaan. Rumah yang terlalu penuh barang membuat energi sulit mengalir dan menciptakan rasa sumpek, baik secara fisik maupun mental.

"Minimalis saja. Tidak perlu satu dinding penuh foto. Cukup satu dua foto keluarga yang harmonis, yang semua wajahnya terlihat bahagia," kata Angelina.

Foto keluarga yang ceria diyakini dapat memperkuat energi kebersamaan dan keharmonisan rumah tangga.

Selain soal benda, kesalahan feng shui yang paling sering terjadi adalah jarangnya membuka pintu dan jendela. Padahal, pintu utama disebut sebagai jalur masuk utama energi atau qi ke dalam rumah.

Qi adalah energi alam yang esensial bagi kehidupan manusia, termasuk udara, sinar matahari, suhu, dan kelembapan. Tanpa sirkulasi udara yang baik, energi di dalam rumah cenderung stagnan.

"Feng shui yang baik itu sederhana, buka pintu dan jendela minimal tiga jam setiap pagi," ujar Angelina.

Pagi hari dipilih karena udara relatif lebih bersih dan sinar matahari membawa energi positif. Mengandalkan AC saja dinilai tidak cukup, karena AC hanya memutar udara lama tanpa memasukkan oksigen segar dari luar.

Ilustrasi. Sangat disarankan membuka jendela rumah di pagi hari. (iStockphoto/Jun)

Selain itu, kurangnya paparan cahaya matahari dan udara segar disebut Angelina juga berkaitan dengan meningkatnya masalah mental, terutama pada anak muda yang banyak menghabiskan waktu di kamar ber-AC.

Rumah yang memiliki sirkulasi udara baik, pencahayaan cukup, dan terasa 'hidup' diyakini membantu penghuni lebih sehat, berpikir jernih, dan produktif.

Memasuki Tahun Kuda Api yang penuh energi dinamis, feng shui mengajak penghuni rumah untuk lebih selektif memilih apa yang disimpan dan dipajang. Rumah bukan hanya soal estetika, tetapi juga ruang yang memantulkan kondisi batin penghuninya.

"Dengan menyingkirkan benda-benda muram, menjaga rumah tetap sederhana, serta rutin membuka pintu dan jendela, rumah diharapkan menjadi tempat pulang yang membawa ketenangan dan energi positif," kata dia.

(tis/tis)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK