Menaruh Tanaman di Rumah Apa Benar Bikin Hoki? Begini kata Feng Shui
Tanaman hias kerap dipercaya bisa menarik rezeki dan membawa hoki bagi pemilik rumah. Mulai dari pohon uang hingga tanaman berdaun lebar, semuanya sering dikaitkan dengan keberuntungan finansial.
Namun, benarkah tanaman bisa menjadi penentu datangnya rezeki?
Pakar Feng Shui dari Feng Shui Consulting Indonesia, Angelina Fang, meluruskan anggapan tersebut. Menurutnya, dalam pendekatan feng shui yang ilmiah, pihaknya tidak menjadikan benda simbolis, termasuk tanaman, sebagai penentu utama keberuntungan.
"Energi bangunan jauh lebih besar daripada energi sebuah benda. Bahkan, energi diri kita sendiri lebih besar daripada semua benda yang ada di rumah," kata Angelina saat berbincang dengan CNNIndonesia.com, Selasa (20/1).
Ia menegaskan, menaruh tanaman di rumah tidak dilarang. Namun, tanaman bukan faktor yang membuat rumah menjadi hoki atau tidak.
Jika feng shui bangunan sudah buruk, misalnya dari bentuk bangunan atau alokasi ruang yang keliru, menambahkan banyak tanaman pun tidak serta-merta memperbaiki keadaan.
"Bukan bendanya yang menyebabkan kita hoki," ujarnya.
Boleh saja simpan tanaman, asal..
Meski begitu, Angelina tetap menyarankan peletakan tanaman di area yang lebih ideal, yakni di sektor timur rumah. Dalam feng shui, sektor timur berkaitan dengan elemen kayu, sehingga kehadiran tanaman akan terasa lebih harmonis.
"Dari titik tengah rumah, kita petakan arah mata angin. Di sisi timur itulah tanaman boleh ditempatkan," jelasnya.
Hal lain yang tak kalah penting adalah kondisi tanaman itu sendiri. Tanaman harus sehat, segar, dan enak dipandang. Tanaman yang layu, lemas, atau sakit justru bisa memancarkan energi negatif.
"Secara logika juga masuk akal. Kalau tanamannya busuk atau terlalu lembap, bisa muncul jamur dan spora yang mencemari udara di dalam rumah," kata Angelina.
Tak hanya soal kesehatan, bentuk tanaman juga perlu diperhatikan. Ia menyarankan untuk menghindari tanaman dengan bentuk tajam, seperti kaktus berduri, terutama jika diletakkan di area yang sering terlihat.
"Benda-benda yang tajam dan kita lihat setiap hari bisa memicu efek psikologis. Secara bawah sadar, itu menimbulkan perasaan defensif, mudah merasa terancam, atau jadi lebih sensitif," ujarnya.
Karena itu, tanaman yang dipilih sebaiknya terlihat indah, rapi, dan bersih. Prinsip ini sejatinya berlaku untuk semua benda yang dipajang di rumah.
Namun, Angelina kembali menekankan, semua itu bukanlah cara instan untuk mendatangkan kekayaan. Menaruh tanaman tertentu tidak serta-merta membuat seseorang langsung 'hoki 10 miliar'.
"Fungsinya lebih sebagai alat bantu agar rumah terasa ramah dan nyaman. Kalau rumah nyaman, kita jadi lebih happy, hati tenang, badan sehat, dan bisa fokus bekerja serta mencari uang," tuturnya.
Dengan kata lain, tanaman bukan sumber rezeki, melainkan bagian dari upaya menciptakan hunian yang mendukung kesejahteraan penghuninya. Sebab, tinggal di rumah yang pengap dan tidak nyaman, tentu akan menyulitkan siapa pun untuk berkembang.
(tis/tis)