Warong Nasi Pariaman Pamit Setelah 78 Tahun Beroperasi di Singapura
Setelah 78 tahun setia menyajikan cita rasa khas Indonesia, khususnya Sumatera Barat, Warong Nasi Pariaman di Singapura akan menutup pintunya pada akhir Januari ini 2026 ini
Warung makan yang menempati sebuah ruko di 738 North Bridge Road, tak jauh dari Masjid Sultan, itu mengumumkan rencana penutupan melalui unggahan di akun Instagram resminya pada 20 Januari. Dalam pengumuman tersebut disebutkan bahwa hari terakhir operasional Warong Nasi Pariaman jatuh pada 31 Januari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terima kasih atas dukungan, cinta, dan kenangan manis yang telah kalian bagikan bersama kami selama ini," tulis pengelola dalam unggahan perpisahan tersebut, dikutip dari The Straits Times.
Berdiri sejak 1948, Warong Nasi Pariaman telah memanjakan lidah lintas generasi. Usaha kuliner ini diwariskan secara turun-temurun dan dikenal luas sebagai salah satu penjaga cita rasa otentik nasi padang di Singapura.
Nasi padang identik dengan sepiring nasi putih yang disajikan bersama aneka lauk dan sambal. Di Warong Nasi Pariaman, pengunjung bisa menemukan beragam hidangan khas Sumatera Barat.
Menu andalannya antara lain rendang daging sapi, ikan bakar asap, sotong kalio dengan kuah santan kental, hingga ayam gulai dengan racikan rempah yang kuat.
Menurut Singapore Infopedia milik National Library Board, Warong Nasi Pariaman diyakini sebagai warung tertua di Singapura yang masih menyajikan nasi padang hingga kini.
Reputasi tersebut juga diakui secara resmi. Pada 2016, tempat makan ini masuk dalam daftar penerima Penghargaan Pahlawan Warisan, sebuah apresiasi bagi pelaku kuliner yang dinilai berjasa melestarikan tradisi makanan lokal.
Ilustrasi. Waroeng Nasi Pariaman. (Tangkapan Layar Facebook Facebook Pariaman) |
Kabar penutupan ini pun memicu reaksi emosional di media sosial. Banyak pelanggan membagikan kenangan nostalgia mereka bersama Warong Nasi Pariaman.
Di Instagram, pengguna @norismilda menulis bahwa warung ini lekat dengan masa kecilnya. Ia mengenang momen ketika sang ayah pulang dari salat Jumat sambil membawa nasi Pariaman.
"Rasanya masih terbayang di benakku. Akan segera berkunjung!" tulisnya. Ia juga berharap, jika memungkinkan, pemilik dapat melanjutkan usaha ini dalam bentuk bisnis rumahan.
Komentar serupa datang dari pengguna @adzari. Ia menyebut Warong Nasi Pariaman sebagai destinasi wajib setiap kali berkunjung ke Singapura. "Akan merindukan makanannya dan terutama para kakak yang ramah yang selalu menyambut kami," tulisnya.
(tis/tis)[Gambas:Video CNN]

Ilustrasi. Waroeng Nasi Pariaman. (Tangkapan Layar Facebook Facebook Pariaman)