Maskapai Ini Minta Penumpang Pesawat Setop Pakai Celana Jeans
Penerbangan khususnya dengan durasi panjang bisa sangat menyiksa, terlebih lagi ketika tubuh tidak diposisikan dengan nyaman. Hanya duduk berjam-jam di kursi yang sempit dengan ruang kaki terbatas, cukup untuk membuat tubuh merasa pegal ketika turun dari pesawat.
Oleh karena itu, beberapa penumpang rela membayar lebih untuk membeli tiket dengan kursi kelas satu. Kursi yang didapatkan akan lebih besar dan nyaman, sehingga bergerak pun lebih leluasa.
Namun, bagaimana dengan penumpang yang memesan kursi ekonomi? Mau tidak mau, mereka duduk di kursi yang lebih kecil dan ruang gerak yang sempit, bahkan untuk meregangkan kaki juga rasanya sulit.
Terlebih lagi jika terbang dengan maskapai berbiaya rendah, Ryanair misalnya. Maskapai seperti ini memiliki kursi kelas ekonomi yang kecil. Berhubung harga tiketnya murah, penumpang pun tak bisa juga menuntut banyak dari segi kenyamanan tempat duduk.
Masih berhubungan dengan kenyamanan penumpang selama di pesawat, baru-baru ini Ryanair mengunggah di media sosial sebuah peringatan kepada penumpangnya untuk tidak menggunakan pakaian tertentu, khususnya jeans selama penerbangan.
Imbauan ini sontak membuat warganet kebingungan, memicu pro dan kontra pada akhirnya. Seperti dilansir Glasglow Live, dalam klip TikTok tersebut, terlihat pesawat Ryanair yang diduga sedang mendarat di Bandara Corfu, Yunani.
Seperti biasa, dengan ciri khas maskapai ini ketika mendarat akan disambut dengan suara terompet yang khas, diikuti dengan suara "Terima kasih telah terbang dengan Ryanair,".
Awalnya, video pemasaran ini terlihat normal saja, tetapi di tengah klip justru dimunculkan sebuah teks yang aneh. "Ini tahun 2026, mari kita berhenti bepergian dengan celana jins," tulis di video tersebut.
Setelah melihat postingan ini, banyak pengguna yang langsung melirik kolom komentar, bertanya-tanya kenapa penumpang perlu menghindari celana jeans ketika naik pesawat.
"Apa yang salah dengan jeans? tolong jelaskan," tulis sebuah komentar.
Usut punya usut, video ini dinilai sebagai salah satu strategi Ryanair untuk mengimbau penumpangnya agar mengenakan pakaian yang nyaman selama penerbangan.
Mengingat ruang gerak yang terbatas di kursi maskapai ini, menggunakan jeans yang kaku justru membuat penumpang lebih sulit bergerak.
Beberapa pengguna akhirnya berpihak pada maskapai tersebut dan setuju dengan saran ini. Mereka mengakui bahwa jeans bukanlah pakaian ternyaman untuk penerbangan, khususnya jika digunakan untuk duduk dalam waktu yang lama.
"Sangat benar. Aku tidak akan pernah menggunakannya," tulis sebuah komentar.
"Setuju. Itu harus dilarang. Hanya pakai yang membuat nyaman," susul komentar yang lain.
Sementara itu, ada pula pengguna yang menyindir dan melontarkan komentar candaan."Oke saya akan terbang dengan pakaian abad ke-18 saya yang historis," katanya.
Saran dan imbauan Ryanair ini ada baiknya, meskipun disampaikan dengan cara yang berbeda dan bisa menimbulkan kesalahpahaman. Dari video tersebut, terlihat bahwa tidak semua orang bisa menerima pernyataan Ryanair tersebut.
Beberapa orang tetap bersikeras untuk mengenakan jeans saat naik pesawat. Hal ini karena bahan jeans yang berat jika dimasukkan ke dalam koper akan menghabiskan ruang dan menyumbang berat yang berlebihan di bagasi. Demi menghindari biaya bagasi tambahan, mereka lebih rela mengenakan celana jeans sepanjang penerbangan.
(ana/wiw)