Serangan Jantung Bisa Terjadi saat Olahraga, Ini 7 Cara Menghindarinya
Olahraga dikenal sebagai salah satu kebiasaan baik untuk menjaga kebugaran tubuh dan kesehatan jantung. Di sisi lain, olahraga juga bisa berbahaya bila dilakukan tanpa persiapan dan kontrol yang tepat.
Beberapa kasus menunjukkan orang yang sedang berolahraga tiba-tiba pingsan, bahkan mengalami kondisi serius hingga meninggal dunia. Tak hanya atlet profesional, pemula pun bisa mengalami hal serupa.
Lihat Juga : |
Dari sekian banyak penyebab, serangan jantung termasuk yang paling sering terjadi sehingga perlu mendapat perhatian serius. Bahayanya, serangan jantung kerap datang tanpa gejala yang jelas.
Akibatnya, banyak orang tak menyadari risikonya. Karena itu, penting untuk memahami cara menghindari serangan jantung saat berolahraga agar aktivitas fisik tetap aman dan memberi manfaat bagi tubuh.
Cara menghindari serangan jantung saat berolahraga
Untuk tahu cara menghindari serangan jantung saat berolahraga, berikut tips dari dokter spesialis jantung yang bisa Anda terapkan, dilansir dari laman Practo.
1. Perhatikan dan pantau detak jantung
Salah satu langkah penting untuk mencegah risiko serangan jantung saat berolahraga dengan memantau detak jantung secara berkala.
Cara ini membantu Anda mengetahui apakah tubuh bekerja dalam batas yang aman atau justru terlalu dipaksakan.
Setiap orang memiliki batas detak jantung yang berbeda, tergantung usia dan kondisi kesehatan. Secara umum, detak jantung saat olahraga dianjurkan berada di kisaran 50-85 persen dari detak jantung maksimal.
Detak maksimal bisa dihitung dengan rumus 220 dikurangi usia. Agar lebih praktis, Anda bisa menggunakan smartwatch atau alat pemantau detak jantung lain yang mudah dibawa saat berolahraga.
2. Konsumsi makanan ringan sebelum beraktivitas
Mengonsumsi makanan berat sebelum olahraga bisa membuat tubuh tidak nyaman dan memberi beban tambahan pada jantung. Sebagai gantinya, pilih camilan ringan sekitar 30-60 menit sebelum olahraga.
Camilan yang sifatnya ringan berfungsi sebagai sumber energi tanpa memberatkan tubuh. Beberapa pilihan yang bisa dikonsumsi seperti pisang, roti gandum, atau yogurt dalam porsi kecil.
3. Sesuaikan olahraga dengan kondisi tubuh
Memahami kondisi kebugaran diri sendiri merupakan langkah awal yang sering diabaikan. Sebab, memaksakan tubuh berolahraga di luar kemampuan bisa meningkatkan risiko gangguan jantung.
Bagi pemula atau orang yang sudah lama tak berolahraga, sebaiknya mulai dari intensitas ringan hingga sedang. Setelah tubuh terbiasa, intensitas dapat ditingkatkan secara bertahap.
Cara di atas lebih aman dan membantu jantung beradaptasi dengan aktivitas fisik. Intinya, jangan lakukan aktivitas olahraga berat bila tubuh belum terbiasa.
4. Pastikan tubuh tetap terhidrasi
Asupan cairan yang cukup berperan penting dalam menjaga kinerja jantung saat berolahraga. Kekurangan cairan dapat menyebabkan detak jantung dan tekanan darah meningkat sehingga jantung bekerja lebih keras dari seharusnya.
Untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi Anda bisa meminum air putih sebelum, selama, dan setelah berolahraga. Jangan menunggu haus baru minum.
5. Hindari berolahraga saat cuaca kurang mendukung
Cuaca yang terlalu panas atau terlalu dingin dapat memberikan tekanan tambahan pada jantung. Saat cuaca panas, tubuh bekerja ekstra untuk menurunkan suhu. Sementara udara dingin dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah.
Usahakan berolahraga pada waktu dengan suhu yang lebih nyaman, seperti pagi atau sore hari. Bila harus berolahraga di kondisi tertentu, gunakan pakaian yang sesuai dan tetap perhatikan asupan ke dalam tubuh.
6. Beri waktu tubuh untuk istirahat
Istirahat bukan berarti malas, tetapi bagian penting dari proses pemulihan tubuh dan jantung. Berolahraga tanpa jeda dapat meningkatkan risiko kelelahan dan gangguan jantung.
Sediakan satu hingga dua hari istirahat setiap minggu. Pada hari istirahat, Anda tetap bisa melakukan aktivitas ringan seperti berjalan santai atau peregangan.
7. Jangan memaksakan diri saat olahraga
Cara menghindari serangan jantung saat berolahraga yang tak kalah penting ialah mendengarkan sinyal tubuh.
Misalnya, bila muncul keluhan seperti nyeri dada, pusing, sesak napas, atau rasa tidak nyaman, segera hentikan aktivitas.
Contoh lainnya, jika ada bagian tubuh yang sakit, lebih baik hentikan aktivitas olahraganya. Jangan menunggu sampai ada cedera yang parah.
Memaksakan diri hanya akan membuat jantung bekerja terlalu keras dan meningkatkan risiko komplikasi. Lakukan olahraga dengan tempo yang sesuai dan tingkatkan intensitas secara perlahan.
Itulah cara menghindari serangan jantung saat berolahraga. Semoga bermanfaat!
(san/fef)