Bandara-Bandara Asia Pakai Protokol Mirip Era Covid Gegara Virus Nipah

CNN Indonesia
Selasa, 27 Jan 2026 09:45 WIB
Mirip di era pandemi Covid-19, sejumlah bandara di Asia memperketat pengawasan kesehatan dan pemeriksaan perjalanan usai kemunculan wabah Virus Nipah di India.
Bandara Suvarnabhumi, Bangkok, Thailand. (istockphoto/Jens_Lambert_Photography)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seperti di zaman pandemi Covid-19, sejumlah bandara di Asia memperketat pengawasan kesehatan dan pemeriksaan perjalanan. Pemeriksaan kesehatan seperti ini diterapkan setelah wabah Virus Nipah melanda India.

Sebelumnya, tercatat lima kasus virus Nipah yang telah dikonfirmasi di Benggala Barat India. Mendengar kabar ini, beberapa negara langsung telah meningkatkan upaya pencegahan, termasuk Thailand, Nepal dan Taiwan, seperti dilansir Independent.

Nipah merupakan penyakit zoonosis, yaitu berasal dari hewan dan menyerang manusia. Penyebaran utamanya berasal dari babi dan kelelawar yang terinfeksi. Virus ini juga dapat ditularkan karena kontak langsung atau berdekatan dengan orang yang terpapar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization, WHO) telah menggambarkan Virus Nipah sebagai patogen prioritas (sangat mematikan) karena potensinya untuk memicu epidemi, yaitu wabah yang cepat menyebar luas. Virus Nipah adalah virus yang mematikan, tingkat kematiannya mencapai 40 sampai 75 persen.

Gejala awal dari penyakit ini mirip flu, yaitu demam, sakit kepala, nyeri otot, muntah-muntah, dan sakit tenggorokan. Gejala dinyatakan semakin serius ketika pasien mengalami pusing dan kantuk berlebihan, perubahan kesadaran (linglung), pneumonia atipikal, dan masalah pernapasan.

Beberapa yang terinfeksi bisa saja tidak menunjukkan gejala sama sekali, sementara yang lainnya mungkin mengalami gangguan pernapasan akut. Jika kasusnya sudah parah, Nipah bisa fatal dan menyebabkan peradangan otak.

Kondisi saat ini di negara bagian India, Benggala Barat, sebanyak 100 pasien sudah dikarantina setelah Virus Nipah terdeteksi di rumah sakit.

Sebelumnya, dua kasus pertama dikonfirmasi menyerang perawat pria dan wanita di rumah sakit tersebut. Setelah itu, seorang dokter, perawat, dan anggota staf lainnya positif terkena Nipah.

Sementara itu di Thailand, Kementerian Kesehatan di sana telah meningkatkan pemeriksaan kesehatan di sejumlah bandara besar.

Khususnya bagi penumpang yang tiba dari Benggala Barat. Teknis pemeriksaannya sama seperti gaya pemeriksaan di era pandemi Covid-19.

Penumpang yang tiba di Bandara Suvarnabhumi, Don Mueang dan Phuket masih dipantau apakah menunjukkan gejala dari Virus Nipah. Selain itu, kartu kesehatan "waspada" (Health Alert Card) juga dikeluarkan sebagai panduan untuk para wisatawan terkait apa yang harus dilakukan apabila mereka jatuh sakit.

Di Bandara Internasional Phuket, para pejabat bandara meningkatkan pembersihan dan kesiapan pengendalian penyakit sebagai bentuk tindakan pencegahan. Meskipun begitu, publik tetap merasa resah akan potensi masuknya Virus Nipah ke Thailand.

Pengawasan dan Pemantauan Penumpang Pesawat dengan Gejala Terkena Virus Nipah BACA HALAMAN BERIKUTNYA

HALAMAN:
1 2