China Tetap Larang Warganya Kunjungi Jepang Selama Libur Imlek
Pemerintah China mengeluarkan peringatan resmi bagi warganya untuk tidak berkunjung ke Jepang selama masa libur Tahun Baru Imlek.
Langkah ini merupakan buntut dari kemarahan Beijing yang tak kunjung reda atas pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi terkait isu Taiwan.
Dalam pernyataan resminya pada Senin (26/1), Kementerian Luar Negeri China berdalih adanya "lonjakan kejahatan yang menargetkan warga negara China" serta ancaman gempa bumi sebagai alasan utama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dilansir Reuters, pihak Beijing menegaskan bahwa warganya menghadapi "ancaman keamanan yang serius" selama berada di Negeri Sakura.
Peringatan ini menyusul ketegangan diplomatik yang pecah sejak November lalu, setelah PM Takaichi menyatakan bahwa potensi serangan China ke Taiwan dapat memicu respons militer dari Tokyo.
Sebagai langkah nyata, sejumlah maskapai besar China seperti Air China, China Eastern, dan China Southern Airlines memperpanjang kebijakan pembatalan dan perubahan jadwal penerbangan ke Jepang secara gratis hingga 24 Oktober mendatang.
Turis China Anjlok, Jepang Tetap Cetak Rekor
Ketegangan politik ini berdampak langsung pada sektor pariwisata. Menteri Pariwisata Jepang pekan lalu melaporkan bahwa jumlah turis asal China ke Jepang merosot tajam hingga 45 persen pada Desember lalu.
Meskipun kunjungan warga China anjlok, total jumlah wisatawan mancanegara ke Jepang secara keseluruhan justru mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Di saat menutup pintu bagi Jepang, Beijing justru mempromosikan "ledakan pariwisata" dengan tetangga Asia Timur lainnya, Korea Selatan.
Berkat kebijakan bebas visa yang saling menguntungkan, arus wisatawan antara kedua negara terus meningkat. Media pemerintah China, Global Times, menyebut fenomena ini sebagai mikrokosmos dari pertumbuhan kerja sama dan pertukaran ekonomi yang semakin erat antara Beijing dan Seoul.
Boikot pariwisata ini diprediksi akan mengubah peta perjalanan selama musim libur panjang Imlek di Asia.
(wiw)[Gambas:Video CNN]