Terlalu Lama Diam dalam Penerbangan, Waspada RIsiko Penggumpalan Darah
Selama penerbangan, risiko kecelakaan pesawat salah satu yang perlu diwaspadai dan diantisipasi. Namun sebenarnya, ketika naik pesawat ada juga risiko yang dianggap mematikan dan datangnya dari dalam tubuh.
Seorang ahli bedah vaskular (pembuluh darah) asal Texas, Amerika Serikat (AS), Rema Malik, mengatakan bahwa gangguan yang terjadi di dalam tubuh penumpang justru lebih mengerikan dibanding turbulensi pesawat. Kesalahan kecil ini sering diabaikan, tapi bisa berakibat fatal.
Perlu diwaspadai para penumpang risiko penggumpalan darah yang terjadi di pembuluh vena karena durasi penerbangan jauh atau panjang. Darah bisa berhenti mengalir dengan lancar ke seluruh bagian tubuh ketika penumpang terlalu lama duduk diam di pesawat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir Daily Record, Rema Malik mengunggah sebuah video di media sosial. Melalui akun Instagramnya dengan lebih dari 91 ribu pengikut tersebut, ia mendesak pelancong untuk memperhatikan tiga hal ini demi keselamatan selama penerbangan.
"Tubuh Anda sedang berjuang dalam pertempuran sendiri di dalam pesawat itu. Sebagai ahli bedah vaskular, saya tidak khawatir tentang turbulensi di luar pesawat. Saya khawatir tentang 'turbulensi' yang terjadi di dalam pembuluh darah Anda," kata Malik, seperti dilansir Daily Record.
Ia menegaskan bahwa selama penerbangan sebenarnya tubuh manusia mengalami kombo tiga tekanan sekaligus.
Tekanan pertama disebabkan karena duduk terlalu lama, khususnya ketika penerbangan jauh. Ini mengakibatkan terjadinya gumpalan darah, risikonya adalah bisa mematikan kerja otot betis di tubuh manusia.
"Tanpa gerakan, darah berhenti memompa ke atas dan mulai mengalir ke bawah," katanya.
Tekanan kedua adalah kemungkinan tubuh mengalami dehidrasi karena udara di kabin yang sangat kering. Ia mengingatkan, ketika tubuh dehidrasi, darah akan menjadi kental atau "berlumpur", sehingga sangat mungkin terjadi penggumpalan.
Ditambah lagi dengan tekanan ketiga, yaitu di dalam pesawat terdapat tekanan udara yang membuat pembuluh darah mengembang atau melebar. Dalam kondisi ini pembuluh darah meregangkan katupnya dan membuat darah sulit naik ke atas.
"Ada kesalahan besar yang Anda perbuat ketika terbang dan tidak ada yang berbicara tentang cara mencegahnya," ujar Malik.
Selain mengungkap tiga kesalahan yang membahayakan tubuh tersebut, Malik juga memberikan saran untuk mencegah risiko penggumpalan darah selama penerbangan.
Ia menyarankan, sebaiknya penumpang menggunakan kaus kaki kompresi dari rumah. Kaus kaki ini secara mekanis bisa berguna untuk mencegah pembengkakan pembuluh darah.
Tak lupa, Malik mengingatkan penumpang untuk minum air dengan cukup agar tidak dehidrasi. Setidaknya 235 mililiter setiap satu jam selama penerbangan berlangsung. Namun, harus air putih yang diminum, kopi dan anggur tidak masuk hitungan.
Terakhir, biasakan untuk melakukan gerakan kaki seperti menekan pedal gas ketika di pesawat. Lakukan gerakan "pompa pergelangan kaki" ini sebanyak 30 kali setiap 30 menit.
"Setiap 30 menit, lakukan 30 pompa pergelangan kaki. Berpura-puralah Anda menekan pedal gas. Ini secara manual menyalakan otot betis dan membersihkan darah yang menggumpal," pungkasnya.
(ana/wiw)[Gambas:Video CNN]