Virus Nipah Pernah Muncul di Indonesia, Ditemukan pada Kelelawar
Dalam beberapa hari belakangan, virus nipah kembali jadi sorotan dunia karena wabah mematikan ini dilaporkan muncul kembali di India. Namun berdasarkan catatan pakar kesehatan, virus ini pernah muncul di Indonesia.
Hal ini diungkapkan oleh Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dominicus Husada. Ia mengatakan, virus nipah pernah ada di Indonesia, tetapi ditemukan pada kelelawar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Virus nipah memang berasal dari kelelawar atau babi. Adapun kelelawar buah (Pteropodidae) menjadi penular utama karena inang alami virus nipah.
"Memang aslinya dia yang berperan. Negara kita termasuk yang punya kelelawar ini dan sudah ditemukan virusnya pada kelelawar, tapi pada orang memang belum," ujar Dokter Husada dalam konferensi pers pada Kamis (29/1) seperti diberitakan detikhealth.
Keberadaan virus nipah di Indonesia pernah terungkap melalui sebuah penelitian yang dipublikasikan pada 2017. Dalam penelitian tersebut, virus nipah ditemukan di Sumatra Utara melalui uji RT-PCR 50 swab saliva dari kelelawar spesies Pteropus vampyrus.
"Pada ludah yang diteliti dari 50 sampel itu ada virusnya, bukan cuma antibodinya, karena waktu di PCR muncul. Ternyata yang ditemukan di Indonesia itu yang dari kelelawar," ujar Husada.
Terkait antibodi virus nipah, penemuan ini juga didukung penelitian pada 2008. Melalui uji serologi ELISA, sejumlah kelelawar spesies Pteropus vampyrus ditemukan memiliki antibodi virus nipah dengan prevalensi mencapai 18-30 persen.
"Kelelawar kita ada antibodinya dan bisa sampai sepertiganya dari semua kelelawar yang diteliti," ujar Husada.
Adapun penelitian tersebut dilakukan di beberapa lokasi, antara lain Meda, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga kalimantan.
Uji coba juga dilakukan pada babi di lokasi rumah potong hewan di Jakarta, Medan, Riau. Beberapa peternakan di Sumatra Utara Sumatra Barat, dan Sulawesi Utara juga jadi sampel penelitian. Namun tidak ditemukan serum babi yang mengandung antibodi nipah.
Meski ada potensi penyebaran virus nipah di Indonesia, Husada mengingatkan masyarakat agar tidak khawatir berlebihan. Selama langkah pencegahan dilakukan, infeksi virus nipah bisa dicegah. Adapun hingga saat ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) belum menemukan kasus infeksi virus nipah pada manusia.
Sebelumnya dilaporkan wabah mematikan ini kembali muncul di negara bagian Benggala Barat, India. Menurut laporan BBC pada Selasa (27/1), dua kasus positif terkonfirmasi di Benggala Barat sejak Desember 2025. Kedua kasus tersebut menjangkiti petugas kesehatan.
Sebanyak 196 orang yang melakukan kontak erat sudah dinyatakan negatif. Meski demikian, otoritas kesehatan global tetap waspada, mengingat karakteristik virus ini sangat berbahaya.
(rti)[Gambas:Video CNN]

