Wooden Fin House Semarang Masuk Nominasi Penghargaan Arsitektur Dunia

CNN Indonesia
Jumat, 30 Jan 2026 16:30 WIB
Wooden Fin House, sebuah hunian pribadi di Semarang, Jawa Tengah, resmi masuk dalam nominasi A' Design Award, kompetisi desain yang berbasis di Italia.
Wooden Fin House di Semarang. (Arsip Modern Tropical Indonesia)
Jakarta, CNN Indonesia --

Karya arsitektur Modern Tropical Indonesia kembali mendapatkan pengakuan di panggung internasional. Wooden Fin House, sebuah hunian pribadi di Semarang, Jawa Tengah, resmi masuk dalam nominasi A' Design Award, ajang kompetisi desain dan arsitektur prestisius tingkat dunia yang berbasis di Italia.

Hunian ini merupakan buah karya arsitek kenamaan Indonesia, Revano Satria. Sejak berkarya pada 2012, Revano dikenal melalui pendekatan desain yang mengedepankan pemikiran kontekstual serta relasi jangka panjang antara arsitek, klien, dan ruang.

Wooden Fin House bukan sekadar hasil desain instan, melainkan representasi dari komitmen profesional yang mendalam. Proyek ini bermula dari kepercayaan klien pada akhir 2012, saat Revano masih berada di awal perjalanan kariernya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perjalanan pembangunan rumah ini memakan waktu bertahun-tahun melalui berbagai tahapan yang menuntut kesabaran serta ketelitian tinggi. Proses panjang tersebut justru membentuk karakter Wooden Fin House menjadi karya yang matang, reflektif, dan sarat nilai kemanusiaan.

Hal ini selaras dengan filosofi Revano Satria dan firma RSI Group yang memandang arsitektur sebagai sebuah proses berkelanjutan, bukan sekadar produk akhir.

Secara arsitektural, identitas utama bangunan ini terletak pada elemen wooden fin atau sirip kayu yang ikonik. Selain mempercantik estetika, elemen ini memiliki fungsi teknis yang krusial, yaitu menyaring sinar matahari agar suhu di dalam ruangan tetap sejuk, memberikan sekat visual tanpa menutup aliran udara, serta mendukung strategi pencahayaan alami dan ventilasi silang (cross ventilation).

Strategi desain ini merupakan respons cerdas terhadap iklim tropis di Semarang, menjadikan hunian tetap nyaman dan ramah lingkungan melalui penggunaan material alami yang dominan.

Bagi Revano Satria, Modern Tropical adalah kekuatan otentik Indonesia yang harus terus dikembangkan agar tidak terjebak dalam gaya visual semata.

"Arsitektur Modern Tropical adalah ciri khas Indonesia yang memerlukan pemikiran matang untuk membawanya melaju ke depan. Harapannya, dengan pemikiran yang tepat, arsitektur ini bukan hanya sekadar gaya, tetapi menjadi salah satu pemikiran arsitektur dunia yang diperhitungkan," ujar Revano.

Nominasi Wooden Fin House dalam A' Design Award menegaskan bahwa arsitektur tropis Indonesia memiliki daya saing yang kuat dalam diskusi global. Penghargaan tahunan di Italia ini dikenal ketat dalam menilai inovasi, kualitas desain, serta kontribusi terhadap perkembangan arsitektur dunia.

Pencapaian ini sekaligus memperlihatkan bagaimana sebuah hunian tinggal dapat menjadi medium gagasan yang berakar kuat pada konteks lokal namun mampu berbicara di tingkat internasional.

(wiw)


[Gambas:Video CNN]