Sesak 500 Warga Hidup di Pulau Migingo Seluas Setengah Lapangan Bola

CNN Indonesia
Sabtu, 31 Jan 2026 17:00 WIB
Pulau Migingo di Danau Victoria di Afrika yang menampung hingga ratusan orang memicu perang Kenya dan Uganda.
Pulau Migingo di Danau Victoria di Afrika yang menampung hingga ratusan orang memicu perang Kenya dan Uganda. (AFP/CARL DE SOUZA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah pulau di wilayah Afrika dinobatkan sebagai salah satu tempat dengan kepadatan penduduk tertinggi di dunia lantaran luasnya hanya sekitar 2.000 meter persegi tetapi menampung lebih dari 500 jiwa. Pulau ini adalah Migingo, pulau karang kecil di tengah Danau Victoria yang menurut Al Jazeera berukuran tak sampai setengah lapangan sepak bola.

Pulau Migingo terletak di perbatasan Kenya dan Uganda. Menurut peneliti senior dari Institute for Security Studies Emmanuel Kisiangani, Migingo dulunya hanya sebuah batu terjal yang menonjol keluar permukaan air.

A picture taken on March 3, 2016 shows Migingo Island on Lake Victoria. Ownership of the island is subject to a dispute between Kenya and Uganda. Since 1926, territorial ownership of the island has been consistently shown on maps and on official documents as Kenyan. The dispute centres on the lucrative fishing rights in the waters around the island, mostly for valuable Nile perch. Ugandan waters come within 510 metres of the island. The tiny island crowded with housing shacks has a population of between 100 and 200 people. Kenyan voter registration has now resumed on the island just two days after Independent Electoral and Boundaries Commission (IEBC) clerks were arrested by Ugandan security officials. (Photo by CARL DE SOUZA / AFP)Pulau Migingo jadi perebutan Kenya dan Uganda. (AFP/CARL DE SOUZA)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karang itu mulai menjadi daratan kecil setelah Danau Victoria berangsur surut pada 1990-an.

Migingo berdiri tepat di atas perairan yang kaya sumber daya perikanan, terutama ikan Nil.

Nelayan di Afrika Timur dahulu bergelut dengan minimnya hasil tangkapan ikan buntut penangkapan ikan berlebihan serta invasi eceng gondok.

Ketika menelusuri area Migingo dan menemukan ikan Nil berlimpah, para nelayan mulai bermukim di pulau tersebut.

Wajah Migingo pun kini berubah. Batuan keras itu telah tertutup rapat oleh gubuk-gubuk seng yang dibangun berdesakan.

Migingo tidak hanya dijadikan sebagai rumah tinggal, tetapi juga dipaksa menampung berbagai aktivitas sosial dan ekonomi, mulai dari warung makan, pelabuhan, bar, rumah bordil, hingga kasino.

Meski berukuran sangat kecil, Migingo menjadi pemicu ketegangan politik yang panjang. Kenya dan Uganda sama-sama mengeklaim pulau tersebut sebagai wilayah kedaulatan mereka.

A picture taken on March 3, 2016 shows Migingo Island on Lake Victoria. Ownership of the island is subject to a dispute between Kenya and Uganda. Since 1926, territorial ownership of the island has been consistently shown on maps and on official documents as Kenyan. The dispute centres on the lucrative fishing rights in the waters around the island, mostly for valuable Nile perch. Ugandan waters come within 510 metres of the island. The tiny island crowded with housing shacks has a population of between 100 and 200 people. Kenyan voter registration has now resumed on the island just two days after Independent Electoral and Boundaries Commission (IEBC) clerks were arrested by Ugandan security officials. (Photo by CARL DE SOUZA / AFP)Pulau Migingo berada di Danau Victoria di Afrika. (AFP/CARL DE SOUZA)

Kedua negara kerap bersitegang karena memperebutkan hak atas daratan dan perairan Migingo. Kenya dan Uganda juga menerapkan kebijakan hukum masing-masing di pulau itu hingga membuat warga setempat menderita.

Pada 2016, sebuah komite bersama dibentuk untuk menyelesaikan masalah perbatasan ini. Namun, upaya tersebut menemui jalan buntu karena kedua belah pihak merujuk pada peta era kolonial tahun 1920-an yang penafsirannya berbeda-beda.

"Secara fungsional, pulau ini sebenarnya adalah tanah tak bertuan," ungkap Eddison Ouma, seorang nelayan asal Uganda.

Sengketa batas wilayah ini akhirnya memicu julukan bagi konflik Migingo yakni "perang terkecil di Afrika".

(blq/fea)


[Gambas:Video CNN]