7 Ciri Orang dengan Kecerdasan Emosional Tinggi, Ada Kamu?

CNN Indonesia
Kamis, 05 Feb 2026 06:00 WIB
Mengenali ciri kecerdasan emosional tinggi membantu membangun relasi sehat dan mengelola emosi lebih bijak dalam kehidupan sehari-hari.
Ilustrasi. Orang dengan kecerdasan emosional tinggi tidak mudah terpancing emosi. (Getty Images/yongyuan)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Ciri-ciri orang yang memiliki kecerdasan emosional tinggi kerap terlihat dari cara mereka memahami diri sendiri, mengelola emosi, serta merespons perasaan orang lain dengan tepat. Mereka bukan hanya pandai menahan amarah, tetapi juga mampu membaca situasi emosional secara jernih dan bertindak dengan penuh kesadaran.

Dalam psikologi, kecerdasan emosional atau emotional intelligence (EQ) merujuk pada kemampuan seseorang mengenali emosi diri dan orang lain, lalu mengelolanya secara sehat. Konsep ini sebenarnya sudah lama disinggung oleh filsuf Aristoteles.

Ia menyebut, marah itu mudah, tetapi marah dengan cara, waktu, dan tujuan yang tepat adalah perkara sulit. Definisi ini masih relevan hingga kini, terutama di tengah kehidupan sosial dan dunia kerja yang semakin kompleks.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berbeda dengan individu ber-EQ rendah yang cenderung impulsif, sensitif berlebihan, atau sulit berempati, orang dengan kecerdasan emosional tinggi menunjukkan kebiasaan-kebiasaan tertentu. Berikut tujuh ciri orang dengan kecerdasan emosional tinggi, melansir Very Well Mind:

1. Punya kesadaran diri yang baik

Psikolog Daniel Goleman menyebut self-awareness sebagai fondasi utama kecerdasan emosional. Orang yang sadar diri mampu mengenali emosi, suasana hati, dan memahami dampaknya terhadap orang lain.

Mereka tahu kapan sedang lelah, kesal, atau cemas, tanpa menyangkalnya.

2. Mampu berempati

Empati membuat seseorang mampu memahami perasaan orang lain tanpa harus mengalaminya sendiri. Di kantor, di rumah, maupun di lingkungan sosial, empati membantu membangun komunikasi yang lebih sehat dan mengurangi konflik yang tak perlu.

3. Bisa mengendalikan diri

Memahami emosi saja tidak cukup tanpa kemampuan mengelolanya. Orang dengan EQ tinggi tidak bereaksi spontan saat marah atau kecewa. Mereka memberi jeda sebelum bertindak, sehingga emosi tidak menguasai keputusan.

4. Termotivasi mencapai tujuan

Mereka mampu mengelola rasa takut, cemas, atau ragu demi tujuan jangka panjang. Ketika perubahan terasa menakutkan, mereka tetap melangkah dengan perhitungan matang, bukan menghindar.

5. Memiliki keterampilan sosial yang kuat

Kecerdasan emosional juga tercermin dari kemampuan menjalin relasi. Mereka pandai berkomunikasi, bekerja sama, dan menyelesaikan konflik tanpa drama berlebihan karena peka terhadap emosi diri dan orang lain.

6. Mampu mengekspresikan emosi dengan tepat

Tidak semua orang yang peka emosi bisa mengungkapkannya dengan baik. Orang ber-EQ tinggi tahu kapan dan bagaimana menyalurkan perasaan.

Alih-alih meluapkan amarah pada orang yang salah, mereka memilih cara yang lebih sehat, seperti berbicara atau mencari solusi.

Ciri-ciri orang yang memiliki kecerdasan emosional tinggi juga terlihat dari kemampuannya membedakan ekspresi emosi yang tepat dan tidak tepat, sesuai situasi dan dampaknya bagi orang lain.

7. Peka membaca akar emosi

Saat emosi memuncak, mereka mampu menelusuri sumber perasaan tersebut. Apakah benar marah pada rekan kerja, atau justru karena tekanan pekerjaan yang menumpuk? Kepekaan ini membantu mereka menyelesaikan masalah dari akar, bukan sekadar gejala.

Ciri-ciri orang yang memiliki kecerdasan emosional tinggi bukan bawaan lahir semata. Keterampilan ini bisa dipelajari dan dilatih melalui refleksi diri, empati, serta kebiasaan mengelola emosi dengan lebih sadar.

EQ yang baik bukan hanya membuat hidup terasa lebih tenang, tetapi juga memperkuat hubungan dengan orang-orang di sekitar.

(tis/tis)


[Gambas:Video CNN]