Senja Kala Shinkansen 'Hantu' Jepang, Melihatnya Lewat Bisa Bawa Hoki

CNN Indonesia
Rabu, 04 Feb 2026 15:00 WIB
Ilustrasi Shinkansen, kereta cepat Jepang. (Dok. Wikimedia/RSA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Di Jepang, negara yang memuja ketepatan waktu, tempat kereta peluru Shinkansen beroperasi dengan jadwal yang dihitung dalam hitungan detik, terdapat satu unit kereta yang tidak pernah muncul di jadwal publik mana pun.

Kereta ini bak "hantu" dalam daftar grafik perjalanan; sebuah kilatan kuning industrial yang kontras di tengah lautan kereta komuter putih-biru. Masyarakat lokal menyebutnya Doctor Yellow, dan konon, melihatnya melintas akan membawa keberuntungan atau hoki.

Sekitar sepuluh hari sekali, kabar burung mulai beredar. Para pecinta kereta (rail fans) berkumpul di peron, fotografer bersiap di tikungan ikonik, dan mereka yang percaya takhayul memindai cakrawala, menanti si "lebah kuning" tersebut berdengung lewat.

Warga Tokyo yang telah menetap puluhan tahun bahkan mengaku belum pernah melihatnya secara langsung. Sebaliknya, para densha otaku, sebutan bagi penggemar berat kereta api di Jepang, saling bertukar prediksi secara daring, melacak pergerakannya dengan ketelitian yang nyaris ilmiah.

Meski dikelilingi mitos magis, misi utama Doctor Yellow murni adalah teknik tingkat tinggi. Melaju dengan kecepatan luar biasa mencapai 270 km/jam, kereta ini melakukan pemeriksaan diagnostik menyeluruh di sepanjang jalur Tokaido Shinkansen.

Seperti dilansir Travel and Leisure, pemeriksaan itu meliputi pemindaian kabel atas dengan mengecek keausan kabel lsitrik penyuplai tenaga dan memeriksa keselarasan rel hingga ketelitian milimeter.

Kereta ini harus beroperasi dalam kecepatan penuh agar tidak mengganggu jadwal pelayanan penumpang. Biasanya, kereta ini menempuh rute dari Tokyo menuju Hakata di Fukuoka, sebelum kembali keesokan harinya.

Warna kuning cerah yang awalnya dipilih untuk kereta ini agar mudah terlihat saat pemeliharaan malam hari, kini justru menjadi ciri khas sekaligus legenda.

Seorang saksi mata menceritakan pengalamannya mengejar kereta ini setelah melihat rumor di media sosial X (dulu Twitter).

Saat berada di Himeji, ia memantau situs pelacakan dan menuju titik pandang di dekat Kastel Himeji, tepatnya di Taman Tegarayama Heiwa.

Setelah memastikan jadwal lewat di tengah kegelapan malam, ia mengubah rencana perjalanannya demi melihat kereta itu kembali ke arah timur keesokan harinya.

Saat matahari bersinar, sekelompok kecil fotografer berkumpul. Ketika Doctor Yellow meluncur keluar dari terowongan, suasana berubah menjadi ledakan adrenalin, ditambah bonus kemunculan Hello Kitty Shinkansen yang melintas tepat setelahnya.

Doctor Yellow telah menjaga sistem kereta cepat Jepang dalam berbagai bentuk sejak debut Shinkansen pada 1964. Namun, masa pengabdiannya kini tinggal menghitung hari.

Dari dua unit kereta inspeksi yang tersisa, satu unit telah dipensiunkan pada Januari 2025 di tengah perpisahan yang penuh haru. Unit terakhir yang dioperasikan oleh JR West dijadwalkan pensiun pada 2027 dan tidak akan digantikan oleh unit baru.

Teknologi modern telah membuat sang "Dokter" menjadi usang. Kereta model terbaru, N700S, kini dilengkapi dengan sensor tersembunyi dan teknologi LiDAR, yang memungkinkan inspeksi dilakukan secara diam-diam saat mengangkut penumpang reguler.

Bagi pelancong yang mengunjungi Jepang tahun ini, melihat Doctor Yellow bukan lagi sekadar keberuntungan, melainkan momen bersejarah.

"Penjaga Emas" jalur Tokaido Shinkansen ini tengah menjalani putaran terakhirnya. Jika Anda menangkap kilatan kuning itu di cakrawala, jangan hanya memanjatkan permohonan. Ambillah foto, karena Anda sedang menyaksikan senja kala sang legenda.

(ana/wiw)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK