Langka, Puluhan Dugong hingga Paus Orca Ditemukan di Perairan Maluku

CNN Indonesia
Jumat, 06 Feb 2026 16:30 WIB
Kawanan sapi laut alias dugong dalam kelompok besar ditemukan di lautan Indonesia, tepatnya di perairan Maluku Barat Daya (MBD).
Ilustrasi. Kawanan sapi laut alias dugong dalam kelompok besar ditemukan di lautan Indonesia, tepatnya di perairan Maluku Barat Daya (MBD). (iStock/cinoby)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kawanan sapi laut alias dugong dalam kelompok besar ditemukan di lautan Indonesia, tepatnya di perairan Maluku Barat Daya (MBD). Membuat sekali lagi keanekaragaman hayati Indonesia terbukti kekayaannya di mata dunia.

Berada di pertengahan garis khatulistiwa, membuat Indonesia jadi rumah bagi kekayaan hayati yang beragam. Indonesia adalah salah satu dari enam negara yang tergolong Coral Triangle, yaitu wilayah pusat keanekaragaman hayati laut secara global.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Negara kita ini menyumbang cakupan wilayah yang cukup luas dalam Coral Triangle, membuat laut Indonesia menjadi rumah bagi banyaknya hewan laut dan spesies langka.

World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia yang baru saja melakukan ekspedisi bahkan menemukan kelompok dugong dalam jumlah besar berenang bebas di perairan Pulau Romang.

Dalam ekspedisi kali ini, terlihat lebih dari 30 ekor dugong yang ditemukan oleh tim WWF Indonesia. Selain itu, mereka juga menemukan ratusan spesies hewan laut lainnya yang sudah terancam punah, tetapi terbukti masih bisa ditemukan di perairan Indonesia.

"Kita menemukan lebih dari 200 spesies, kita peneliti bilangnya ETP (Endangered, Threatened, and Protected species), spesies-spesies yang terancam punah, rentan, dan dilindungi oleh undang-undang," ujar Senior Manager Program WWF Indonesia-Expedition Lead, Ahmad Hafiz Adyas, Kamis (5/2), dilansir dari detikcom.

Ahmad menjelaskan, temuan kawanan dugong ini patut mendapat sorotan, karena hewan ini merupakan spesies penting dalam ekosistem laut. Dugong dan paus orca yang masih berada di perairan tersebut harus dijaga keberadaannya, karena dengan begitu ekosistem laut akan tetap terjaga pula.

"Jadi kita menemukan lebih dari 30 dugong lalu paus orca. Kenapa ini di-highlight? karena mereka adalah spesies kunci jadi kalau kita peneliti laut bilang, jadi menjaga spesies ini, maka ekosistem lain ikut terjaga," tegasnya.

Pihaknya ketika ekspedisi melakukan pemantauan di Pulau Romang menggunakan drone. Ia mengklaim ada 32 ekor dugong yang terlihat di perairan pulau tersebut. Menurutnya, penemuan ini menjadi rekor bagi lautan Indonesia karena sebelumnya belum pernah tercatat ada kawanan dugong ditemukan dengan jumlah sebanyak itu di Indonesia.

Ahmad juga membandingkan temuan dugong di Pulau Romang tersebut dengan temuan di India dan Thailand, sejauh ini negara tersebut paling banyak menemukan sekitar 26 ekor dugong saja. Sementara baru-baru ini, terungkap bahwa Indonesia memiliki lebih dari 30 ekor dugong berkumpul di satu titik yang sama.

"Dan biasanya dugong itu selalu kalau ditemukan cuma satu, dua, paling banyak mungkin tiga. Jarang sekali banyak begini berkumpul," ujar Ahmad.

Selain kawanan dugong, tim juga menemukan beberapa ekor paus orca atau yang dijuluki sebagai paus pembunuh di Kepulauan Romang-Demar.

Paus orca berada di puncak rantai makanan dalam ekosistem laut (apex predator). Kehadirannya di perairan Indonesia tersebut menjadi indikator yang membuktikan bahwa ekosistem laut di negara ini masih terjaga dengan baik.

Paus orca juga biasa disebut sebagai 'resident orca'. Masyarakat setempat mengklaim bahwa kemunculan resident orca ini kerap kali terlihat oleh mereka. Diduga paus ini sedang melakukan migrasi dan nantinya akan sering terlihat di perairan sekitar pulau tersebut.

"Kita menduga orca yang kita temukan kemarin, resident orca kita bilangnya. Jadi orca kan migrasi ya, nah tapi karena dia dekat di sini (dengan pulau) dia mungkin migrasinya pendek dan akan reguler ditemukan di daerah situ," paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Konservasi Ekosistem KKP, Firdaus Agung Kunto Kurniawan, mengatakan perairan yang ada di Kepulauan Romang dan Damer ini termasuk ke dalam wilayah konservasi.

Oleh karena itu sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk memastikan kekayaan yang ada di sana tetap terjaga. Keberlangsungan ekosistem laut perlu dikelola dan dilestarikan dengan baik untuk kepentingan kita bersama.

"Supaya ini menjadi perhatian dunia jadi eksotisme, keunikan, dan sebagainya itu bukan hanya menjadi kekayaan masyarakat di Maluku. Bukan menjadi kekayaan, kebanggaan di Maluku tapi menjadi kebanggaan Indonesia, menjadi warisan dunia," ujar Firdaus.

(ana/fef)


[Gambas:Video CNN]