Bisa Fatal, Ini Efek Terlambat Cuci Darah pada Pasien Gagal Ginjal

CNN Indonesia
Jumat, 06 Feb 2026 18:15 WIB
Ada beberapa efek serius yang bisa dialami pasien gagal ginjal jika terlambat cuci darah. Apa saja itu?
Ilustrasi. Ada beberapa efek serius yang bisa dialami pasien gagal ginjal jika terlambat cuci darah. (Istockphoto/Semen Salivanchuk)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Terlambat cuci darah dapat memicu beberapa gangguan serius yang berisiko pada kesehatan tubuh bagi pasien gagal ginjal stadium lanjut. Anda perlu tahu apa saja efek terlambat cuci darah.

Cuci darah merupakan prosedur medis yang menggantikan fungsi ginjal ketika organ tersebut tidak lagi mampu menyaring limbah dan kelebihan cairan dari darah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika jadwal cuci darah tertunda atau terlewat, keseimbangan cairan dan zat penting dalam tubuh berisiko terganggu. Hal ini dapat memicu masalah kesehatan berkelanjutan.

Efek terlambat cuci darah

Mengutip National Kidney Foundation, cuci darah atau hemodialisis umumnya dijalani dua hingga tiga kali dalam sepekan. Durasinya sekitar empat jam setiap sesi.

Jadwal dan lamanya terapi ditentukan dokter berdasarkan kondisi masing-masing pasien agar darah tetap bersih dan keseimbangan tubuh terjaga.

Melewatkan satu atau beberapa sesi dapat berdampak serius bagi kesehatan. Berikut ini beberapa efeknya terhadap pasien gagal ginjal:

1. Penumpukan cairan dalam tubuh

Ginjal normal bekerja menyaring darah selama 24 jam sehari. Saat fungsi ini digantikan oleh cuci darah, keteraturan jadwal menjadi sangat penting.

Jika pasien terlambat atau absen cuci darah, maka cairan berlebih akan menumpuk di dalam tubuh. Hal ini membuat proses cuci darah berikutnya bisa menjadi sulit.

Pengeluaran cairan yang terlalu banyak sekaligus dapat memicu kram otot, sakit kepala, mual, hingga tekanan darah rendah selama prosedur berlangsung.

2. Lonjakan kalium dan fosfor yang berbahaya bagi jantung

Efek lain yang tak kalah berbahaya dari terlambat cuci darah, yaitu meningkatnya kadar mineral tertentu dalam darah, terutama kalium dan fosfor.

Melansir Bright Kidney Centre, kadar kalium yang tinggi dapat meningkatkan risiko serangan jantung. Adapun kadar fosfor yang tinggi dapat melemahkan tulang dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

3. Racun menumpuk dalam darah

Penundaan cuci darah juga menyebabkan penumpukan racun atau uremia. Gejalanya bisa berupa kelelahan ekstrem, hilang nafsu makan, mual, hingga gangguan kesadaran. Dalam kondisi berat, uremia dapat menyebabkan kejang, koma, hingga mengancam nyawa.

Melewatkan cuci darah bukan pilihan aman, meski hanya satu kali. Prosedur cuci darah membutuhkan komitmen jangka panjang karena berperan menggantikan fungsi vital ginjal yang hilang.

Ketika dokter sudah merekomendasikan cuci darah, menjalani terapi secara teratur menjadi kunci untuk menjaga kualitas hidup dan mencegah komplikasi serius. Menunda atau mengabaikan jadwal cuci darah justru berisiko membawa pasien pada kondisi darurat yang jauh lebih berbahaya.

(nga/rti)