Pulau Jeju Diterpa Badai Salju, 11 Ribu Turis Terdampar di Bandara
Gangguan penerbangan akibat badai salju dan angin kencang membuat 11 ribu wisatawan terdampar di Bandara Internasional Jeju, Korea Selatan, pada Minggu (8/2).
Landasan pacu bandara di Pulau Jeju tertutup salju sehingga tidak bisa digunakan sampai pukul 11 pagi waktu setempat di hari yang sama. Para penumpang itu terpaksa terdampar di Pulau Jeju karena pembatalan penerbangan massal akibat situasi tersebut.
Dari 461 penerbangan terjadwal, sebanyak 163 di antaranya (termasuk kedatangan dan keberangkatan) terpaksa dibatalkan. Di samping itu, ada lima unit pesawat yang dialihkan ke bandara lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jeju merupakan salah satu destinasi wisata yang diminati di Korea Selatan, setiap harinya banyak pelancong yang masuk dan keluar melalui Bandara Internasional Jeju.
Namun, hari itu cuaca sangat buruk dan berisiko sehingga memaksa penerbangan harus ditunda demi alasan keselamatan dan keamanan, melansir VN Express.
Pejabat Bandara Internasional Jeju memperingatkan bahwa jadwal penerbangan kemungkinan akan terganggu selama badai salju masih belum mereda.
Dengan ribuan wisatawan tertahan di bandara, terjadi kemacetan dan kepadatan yang parah di dalam terminal bandara tersebut.
Untuk mempercepat pembukaan landasan pacu kembali, petugas sudah dikerahkan untuk membersihkan landasan menggunakan peralatan pembersih salju.
Sementara itu, penumpang yang terdampar akan diberi bantuan darurat oleh pihak otoritas bandara dan pemerintah Provinsi Jeju.
Bandara menyiapkan bantuan berupa 2.700 selimut, 1.500 kasur, dan 1.000 botol air. Pemerintah Provinsi Jeju turut memberi bantuan tambahan dengan 2.158 selimut dan 1.500 kasur lainnya.
Terdapat peringatan badai salju tebal di daerah pegunungan Jeju, khususnya di sekitar Gunung Halla. Selama 24 jam hujan salju berskala besar tak berhenti di kawasan tersebut.
Korea Selatan mengalami musim dingin selama bulan Desember sampai Februari. Sementara itu, Januari menjadi puncaknya dengan suhu terdingin dan paling bersalju.
(ana/wiw)[Gambas:Video CNN]